Kenapa Bisa Muncul Luka di Kepala? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda tidak habis mengalami cedera atau trauma tertentu, tapi Anda merasakan seperti ada luka di kepala. Kira-kira apa penyebabnya? Berbahaya atau tidak?

Luka di kepala biasanya berhubungan dengan kondisi kulit gatal yang menyebabkan goresan terus menerus pada bagian kepala dan kulit kepala. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ketika terbentuk luka di kepala, bakteri berbahaya bisa masuk ke dalam luka tersebut dan menginfeksi berbagai bagian tubuh.

Jenis yang paling umum dari luka di kepala adalah dermatitis seboroik, psoriasis kulit kepala, dan kutu kepala. Ya, luka di kepala bisa terjadi meskipun Anda tidak mengalami cedera, benturan, atau kecelakan apa pun. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Berbagai penyebab luka di kepala

1. Kista

Kista tumbuh perlahan dan biasanya tidak sakit, tapi terkadang bisa membengkak, terasa nyeri, dan bisa mengeluarkan cairan kental dengan bau busuk. Kista tidak berbahaya dan biasanya hilang sendiri. Namun, jika kista di kulit kepala Anda mengganggu, Anda perlu segera menemui dokter Anda.

2. Folikulitis

Jika bakteri, virus, atau jamur masuk ke dalam folikel rambut, Anda bisa terkena infeksi folikulitis. Folikulitis adalah peradangan yang terjadi pada folikel rambut, yaitu lubang kecil pada kulit tempat rambut tumbuh. Infeksi biasanya terlihat seperti jerawat atau benjolan merah yang menyakitkan dengan atau tanpa kepala putih.

Luka di kepala ini bisa juga berkerak, kering, dan gatal. Rasa sakit biasanya hilang tanpa pengobatan. Namun, jagalah agar area yang luka tetap bersih dan gunakan kompres hangat untuk membuatnya terasa lebih baik. Jika berlangsung lebih dari beberapa hari, temui dokter Anda.

3. Kutu rambut

Kutu rambut sering kali menyebabkan rasa gatal di kepala. Rasa gatal tidak jarang membuat Anda menggaruk kepala, sehingga akhirnya bisa menyebabkan luka pada kulit kepala. Kutu rambut harus diobati sampai tuntas.

4. Kurap

Kurap meurpakan infeksi umum yang disebabkan oleh jamur. Nah, kurap pada kulit kepala disebut dengan tinea capitis. Kurap menyebabkan bercak kulit gatal, rambut rontok, terasa sakit, dan nanah yang disebut kerion di kulit kepala Anda.

5. Psoriasis

Kondisi ini bisa menyebabkan bercak merah dan kulit keriput di kulit kepala Anda. Karena sering gatal, menggaruk bisa menyebabkan perdarahan dan kudis. Psoriasis memengaruhi seluruh tubuh Anda. Jadi sepertinya juga muncul di daerah selain kulit kepala Anda seperti siku dan lutut.

Untuk mengobati psoriasis kulit kepala, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

6. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang membuat kulit kering dan mengelupas. Maka, jika Anda meraba kulit kepala dengan jari, seolah ada luka di kepala. Sebagian besar bagian tubuh bisa terkena dermatitis. Namun, daerah yang paling sering yaitu kulit kepala, bulu mata, alis, dan sisi hidung Anda.

Gejala umum dermatitis seboroik dapat berupa ketombe, ruam, kulit kering mengelupas,  gatal ringan, kulit seperti lilin (khususnya di belakang telinga), dan kulit memerah (khususnya sekitar hidung dan di tengah dahi).

7. Penyebab lainnya

Penyebab lain luka di kepala dan kulit kepala di antaranya adalah jerawat, virus seperti cacar air, dan sekelompok penyakit autoimun langka yang disebut pemfigus, yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat. Bila Anda khawatir akan luka atau gejala tertentu, segera periksa ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
hypertrichosis, hipertrikosi, werewolf syndrom

Hipertrikosis, Kelainan Langka yang Membuat Sekujur Tubuh Ditumbuhi Bulu Lebat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit