Benarkah Terapi Urine Terbukti Ampuh Atasi Jerawat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Munculnya jerawat di wajah memang menyebalkan dan menggangu penampilan. Tak jarang hal ini membuat Anda jadi tidak percaya diri untuk tampil di depan umum. Segala macam cara rela dilakukan untuk menghilangkan jerawat, salah satunya dengan mengoleskan urine alias air kencing ke area yang berjerawat. Meski terdengar menjijikan, beberapa orang menggangap metode ini ampuh untuk menghilangkan jerawat. Lantas, amankah terapi urine untuk jerawat? Simak ulasannya di bawah ini.

Manfaat urine untuk jerawat tidak terbukti secara ilmiah

Pada dasarnya terapi urine atau juga disebut dengan terapi air seni/ air kencing sudah dikenal sejak beribu-ribu tahun lalu sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Masyarakat pada zaman kuno percaya bahwa air kencing bisa memberikan berbagai khasiat yang menyehatkan dan menyembuhkan.

Tak sedikit orang yang mempercayai manfaat urine untuk jerawat. Beberapa orang juga percaya bahwa urine dapat menjaga kekencangan kulit dan mencegah penuaan dini. Hal ini membuat sebagian orang secara rutin mengoleskan urine pada wajahnya sebagai perawatan kecantikan.

Namun, terlepas dari apa yang dikatakan banyak orang tentang manfaat air kencing untuk jerawat, sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah yang cukup teruji atau dapat dijadikan acuan terkait hal tersebut. Meski penelitian tentang terapi urine kerap kali dilakukan dan berberapa di antaranya menyebutkan bahwa terapi ini ampuh untuk mengobati berbagai macam penyakit — termasuk jerawat, banyak ahli yang kontra terhadap hasil penelitian tersebut.

cek penuaan dengan tes urine

Bahkan, para ahli berpendapat bahwa dalam situasi tertentu, penggunaan air kencing untuk mengobati berbagai masalah kesehatan justru dapat memperburuk masalah. Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh para peneliti dari Loyala University of Chicago membuktikan bahwa air kencing tidak steril karena mengandung berbagai bakteri hidup di dalamnya.

Secara umum banyak komunitas ilmiah dan medis yang menentang penggunaan air kencing sebagai pengobatan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan tertentu. Hal senada juga dikatakan oleh majalah ilmiah Scientific American dan organisasi American Cancer Society.

Intinya begini, pengobatan apa pun tentu saja harus memberikan manfaat yang lebih besar daripada efek samping atau risikonya. Sayangnya, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa terapi urine untuk jerawat memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan dengan efek sampingnya. Itulah mengapa para ahli belum menyarankan terapi ini.

Lantas, dari mana asal mulanya terapi urine untuk jerawat?

Lebih dari 90 persen kandungan air kencing adalah air. Sisanya air kencing mengandung senyawa biokimia seperti urea. Urea sendiri merupakan senyawa yang baik untuk kulit karena bersifat humektan, yaitu membantu menjaga kelembapan sekaligus menghaluskan kulit. Urea juga dapat berperan dalam proses eksfoliasi untuk mengangkat sel-sel kulit mati di permukaan kulit.

Banyak produk kosmetik dan perawatan kulit sebenarnya mengandung urea. Namun, urea yang terkandung dalam produk perawatan kulit ini adalah sintesis (buatan). Bukan berasal dari air kencing manusia atau hewan. Agar Anda dapat merasakan manfaat urea secara efektif, Anda membutuhkan lebih banyak urea. Sementara urea yang terkandung dalam air kencing jumlahnya hanya sedikit, sehingga kecil kemungkinan Anda dapat merasakan manfaatnya.

Selain itu, urea yang berasal dari urine juga belum dapat dipastikan dapat menghaluskan kulit Anda ataupun tidak, Jadi, lebih baik Anda mendapatkan urea yang yang terkandung dari produk perawatan kulit dibandingkan dari urine.

Selain itu, beberapa orang percaya bahwa mengoleskan air kencing secara teratur akan membuat jerawat cepat kering karena urine bersifat asam. Para ahli mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Pasalnya, sifat asam yang terkandung dalam urine sebenarnya lemah, sehingga tidak mungkin dapat mengeringkan jerawat Anda.

Penting untuk diperhatikan

Terlepas dari berbagai hal di atas, penting untuk Anda ketahui bahwa urine adalah zat sisa yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Ini artinya, jika dikonsumsi kembali besar kemungkinan akan memberi dampak negatif terhadap kesehatan. Terutama apabila jumlah cemaran yang terkandung dalam urine Anda tinggi.

Jadi, bukannya memberi efek menyembuhkan, penggunaan air kencing sebagai obat bisa saja dapat memperparah kondisi kulit dan kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit



Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit