Cari Tahu Penyebab Munculnya Jerawat Saat Hamil Sekaligus Cara Aman Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Selain mual dan nyeri otot, banyak ibu hamil yang mengeluhkan masalah kulit berjerawat. Kondisi ini memang normal terjadi dan bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, apa yang menyebabkan jerawat bermunculan saat hamil? Lantas, bagaimana cara aman untuk menghilangkan jerawat tersebut saat hamil? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Penyebab jerawat rentan muncul saat hamil

Penyebab utama munculnya jerawat adalah penyumbatan pori-pori oleh sel kulit mati, minyak yang berlebihan, dan bakteri. Ternyata, penyumbatan ini rentan sekali terjadi pada ibu hamil. Pemicunya adalah perubahan tingkat hormon yang ada di dalam tubuh selama kehamilan.

Munculnya jerawat saat hamil disebabkan oleh kenaikan hormon androgen. Hormon ini berfungsi androgen untuk mendukung perkembangan janin. Namun di sisi lain, produksi hormon androgen yang berlebihan menyebabkan kelenjar kulit menghasilkan lebih banyak sebum (minyak).

Produksi minyak sebenarnya dibutuhkan oleh kulit agar terjaga kelembapannya. Sayangnya, jumlahnya yang terlalu banyak bisa menyumbat pori-pori sehingga ibu hamil jadi sangat mudah berjerawat.

Jerawat dapat muncul kapan saja selama masa kehamilan. Namun, paling sering terjadi pada trimester pertama karena kenaikan hormon pada waktu tersebut sangat pesat. Seiring waktu jerawat akan membaik dan kembali muncul di trimester ketiga.

Perawatan wajah untuk mengatasi jerawat saat hamil

Jerawat yang muncul selama masa kehamilan sebenarnya bisa hilang sendiri, biasanya setelah melahirkan karena hormon tubuh akan kembali stabil. Setelah kadar hormon kembali stabil, produksi minyak di kelenjar sebaceous pun jadi lebih terkendali.

Namun, mungkin Anda gemas ingin segera menyingkirkannya ketimbang harus menunggu terlalu lama. Tunggu dulu! Sembarangan menggunakan obat jerawat saat hamil bisa menjadi bumerang bagi kesehatan Anda dan janin dalam kandungan.

Jangan pula memencet jerawat secara paksa karena justru dapat memperburuk kondisinya, bahkan bisa sampai meninggalkan bekas luka.

Ketimbang memencet, Anda lebih baik menerapkan cara aman untuk mengatasi jerawat selama masa kehamilan, seperti yang dikutip dari laman Mayo Clinic berikut ini:

1. Cuci muka dengan pembersih ringan

cuci muka dengan sabun mandi

Untuk mencegah penumpukan sel kulit mati, minyak berlebihan, dan bakteri di kulit wajah, Anda harus rajin membersihkan wajah. Gunakan pembersih wajah ringan yang bebas alkohol, pewarna dan pewangi, serta tidak mengandung asam salisilat.

Pakai air hangat untuk membasahi dan membilas wajah saat mencuci muka. Hindari menggosok wajah saat mencuci muka. Baiknya, pijat kulit Anda dengan jari secara pelan dan merata.

Umumnya, Anda boleh mencuci muka sebanyak dua kali sehari. Akan tetapi, Anda bisa sesuaikan dengan kondisi kulit, terutama jika wajah sangat berminyak dan kotor.

2. Keramas rutin

keramas saat flu

Cara menghilangkan jerawat saat hamil selanjutnya adalah keramas dengan rutin. Ini sangat disarankan pada orang yang area kulit sekitar garis rambut sangat mudah berjerawat.

Kotoran dan minyak rambut dapat mengalir ke area kulit wajah terbawa oleh keringat. Hal ini bisa meningkatkan risiko munculnya jerawat. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga kebersihan rambut agar kulit yang jerawatan tidak semakin memburuk.

3. Menghindari zat iritan

aturan pakai face oil

Wajah yang berjerawat sangat sensitif dengan beberapa bahan kosmetik atau pembersih wajah. Hal ini bisa menimbulkan iritasi atau penyumbatan lebih parah, contohnya produk kosmetik yang mengandung minyak atau alkohol.

Kandungan minyak pada sunscreen dapat menyebabkan penyumbatan. Sementara penggunaan alkohol yang berlebihan dapat mengeringkan kulit. Kedua efek tersebut dapat memperparah kondisi jerawat. Lebih baik, pilih produk yang berbasis air, oil free, atau non-comedogenic. yang lebih aman untuk kulit berjerawat.

Cara alami mengatasi dan menghilangkan jerawat saat hamil

Beberapa bahan alami dianggap ampuh untuk mengatasi jerawat saat hamil, seperti madu murni dan minyak kelapa. Bahan-bahan di bawah ini bahkan mungkin sudah Anda miliki di dapur.

1. Madu

madu untuk luka

Madu terkenal dengan sifat antibakteri dan antiseptiknya yang baik untuk menghambat sekaligus membunuh bakteri.

Pertama-tama, bilas wajah Anda dengan air hangat dan keringkan. Oleskan madu ke area wajah yang berjerawat dan tunggu hingga 20 sampai 30 menit. Jika sudah cukup kering, bilas dengan air hangat. Lakukan pada pagi dan malam hari untuk menjaga kelembapan kulit dan tentunya mengatasi jerawat yang bersarang di wajah Anda.

2. Minyak kelapa

minyak kelapa untuk rambut

Seperti madu, minyak kelapa juga mengandung senyawa antibakteri dan antiseptik yang berpotensi mengatasi jerawat saat hamil.

Bersihkan wajah lebih dahulu dengan air hangat, kemudian oleskan minyak kelapa ke area kulit yang berjerawat. Diamkan selama 20 hingga 30 menit lalu bilas dengan air hangat. Anda juga bisa mengoleskannya sebelum tidur, dan biarkan semalaman sebelum membilasnya esok pagi.

3. Oatmeal dan timun

Sumber:https://www.macheesmo.com/bacon-cheddar-savory-oatmeal/

Campuran oatmeal dan timun memberikan efek dingin untuk kulit wajah bila digunakan sebagai masker.

Caranya pun mudah. Blender oatmeal dan potongan timun, kemudian masukkan ke dalam kulkas. Oleskan ke wajah selama 10 sampai 15 menit dan bilas dengan air dingin. Selain memberikan sensasi sejuk, wajah Anda akan semakin bersih dengan jerawat yang semakin mengecil.

Tertarik mencobanya? Namun, tunggu dulu. Sebelum menggunakan perawatan rumahan, konsultasikan lebih dahulu ke dokter. Lakukan uji sensitivitas lebih dahulu di area kulit tangan, untuk mengetahui apakah Anda alergi atau tidak dengan bahan alami tersebut.

Jika muncul ruam disertai rasa gatal setelah menggunakan madu atau minyak kelapa, sebaiknya hentikan pemakaian untuk mencegah iritasi kulit lebih parah.

Pengobatan di dokter untuk mengatasi jerawat saat hamil

cek kolesterol di dokter

Pada beberapa kasus, jerawat yang dialami ibu hamil dapat menimbulkan gejala parah. Jika kondisi ini sangat mengganggu, ibu hamil perlu melakukan pengobatan dokter. Jangan menggunakan obat jerawat tanpa izin dari dokter.

American Academy of Pediatric menyebutkan bahwa penggunaan obat jerawat tertentu saat hamil dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Beberapa obat yang harus dihindari, antara lain tretinoin (obat retinoid oral), isotretinoin, adapalene, dan antibiotik tetracycline.

Namun, ada pengobatan yang tergolong aman sebagai cara menghilangkan jerawat saat hamil, seperti penggunaan erythromycin dan clindamycin di kulit yang berjerawat dan terapi laser. Namun, pengobatan ini sangat perlu pertimbangan dokter.

Tips mencegah munculnya jerawat saat hamil

manfaat puasa untuk kulit

Cara mencegah munculnya jerawat saat hamil sebenarnya tidak jauh penerapannya dengan cara alami. Anda harus rajin membersihkan wajah dengan produk pembersih yang tepat dan rutin keramas.

Namun, tidak hanya itu saja. Ikuti beberapa tips berikut ini supaya wajah tidak lagi bermasalah dengan jerawat, seperti:

  • Hindari kebiasaan menyentuh wajah karena bisa memindahkan bakteri tangan ke kulit
  • Rajin minum air putih supaya kulit tetap terhidrasi dengan baik
  • Rutin mengganti sarung bantal dan handuk sesering mungkin
  • Kurangi makanan cepat saji dengan memperbanyak konsumsi makanan yang sehat, seperti sayur, buah, dan mengandung lemak sehat dan protein
  • Tidak menggunakan riasan terlalu tebal dan bersihkan riasan sebelum Anda tidur

Selalu konsultasi pada dokter sebelum Anda menggunakan obat untuk jerawat tanpa resep atau bahan alami, untuk menghindari efek samping.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit