Selain Vagina, 6 Anggota Tubuh Ini Juga Bisa Kena Infeksi Jamur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Berbagai jenis bakteri dan jamur hidup dan tumbuh di kulit Anda. Sebagian besar tidak berbahaya, tapi mereka juga bisa berkembang biak secara liar yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit. Walaupun umumnya infeksi jamur muncul di vagina, namun infeksi ini juga bisa muncul di beberapa bagian tubuh lain. Lantas, di mana saja? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Bagian tubuh yang paling sering terkena infeksi jamur

1. Kaki

Kaki adalah salah satu bagian tubuh yang rentan terinfeksi jamur. Pasalnya, bagian tubuh satu ini selalu bersentuhan dengan berbagai permukaan lingkungan setiap saat. Dalam istilah medis, infeksi jamur yang menyerang kaki disebut dengan tinea pedis atau athlete’s foot (kaki atlet). Bagi orang Indonesia, kondisi ini lebih dikenal dengan sebutan kutu air.

Gejala khas dari kutu air adalah adanya lenting berisi cairan yang umumnya muncul di sela-sela jari kaki. Selain itu, kutu air juga mengakibatkan gatal, rasa terbakar, kulit kering atau mengelupas, dan ruam merah.

Jika Anda menggaruk atau menyentuh bagian yang terinfeksi, infeksinya dapat menyebar ke tangan Anda. Hal ini juga dapat menginfeksi kuku Anda. Ketika infeksi sudah menyerang kuku, akan lebih sulit diatasi karena kuku kebal terhadap zat obat. Itu sebabnya mengobati infeksi ini secara tuntas serta mencegah kemunculannya kembali adalah hal yang sangat penting.

2. Mulut

Infeksi jamur mulut biasanya disebabkan oleh jamur candida albicans. Jamur ini memang sudah ada di dalam mulut, saluran pencernaan, dan kulit, hanya saja jumlahnya sangat kecil. Sayangnya, penyakit atau obat tertentu seperti kortikosteroid atau antibiotik bisa mengganggu keseimbangan jamur dan bakteri yang menyebabkan jamur berkembang biak secara tak terkendali. Nah, hal inilah yang menyebabkan infeksi jamur.

Infeksi jamur di mulut ditandai dengan adanya lesi atau bercak berwana putih di area mulut seperti lidah, tenggorokan, dan dinding mulut. Tidak hanya itu, jamur di mulut juga bisa muncul di bagian amandel, langit-langit mulut, gusi, dan bahkan belakang tenggorokan. Infeksi ini bisa menimbulkan rasa sakit dan dapat berdarah jika Anda terkena gesekkan, misalnya saat menyikat gigi.

Infeksi jamur mulut paling sering menyerang bayi. Meski begitu, infeksi ini juga dapat menyerang siapa saja. Terutama mereka yang sedang mengonsumsi obat kortikosteroid inhalas (obat asma), antibiotik, serta yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah.

3. Ketiak

Dalam dunia medis, infeksi jamur ketiak disebut dengan istilah intertrigo. Intertrigo biasanya muncul di daerah kulit yang memiliki lipatan, seperti ketiak, daerah pangkal paha, dan bagian bawah payudara atau perut.

Intertrigo adalah peradangan kulit yang dapat disebabkan dan diperburuk oleh banyak faktor. Ini termasuk jelembaban, cuaca panas, kurangnya sirkulasi udara di ketiak (misal, mengenakan pakaian yang terlalu sempit di bagian lengan), hingga gesekan antara lipatan kulit.

Infeksi jamur di ketiak lebih sering terjadi pada cuaca panas ketika udara terasa lebih panas dan lembab, sehingga keringat berkumpul di dalam lipatan kulit. Nah, hal ini menciptakan lingkungan yang ideal untuk bakteri dan jamur bertumbuh pesat.

4. Payudara

Jika Anda sedang menyusui dan merasakan gatal di sekitar payudara, bisa jadi itu adalah infeksi jamur. Pasalnya, infeksi jamur dapat terjadi dan berkembang di payudara ibu. Penyebabnya karena pertumbuhan jamur candida yang tidak terkendali.

Infeksi jamur di payudara dapat terjadi karena proses menyusui menciptakan lingkungan yang sempurna bagi jamur untuk berkembang di payudara. Kondisi yang hangat, lembap, dan manis membuat payudara jadi lokasi yang paling disukai oleh jamur untuk tumbuh subur.

5. Selangkangan

Selangkangan adalah tempat paling pas untuk jamur berkembang biak. Dalam dunia medis, jamur yang berkembang di bagian selengkangan dikenal dengan tinea kruris. Tinea kruris adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang tumbuh di selangkangan sekitar pangkal paha, anus, bokong, dan kadang-kadang sampai perut bagian bawah.

Infeksi in muncul karena Anda sering menggunakan pakaian dalam yang basah dan lembap. Selain itu, berbagi handuk dengan orang yang terinfeksi dan jarang mandi juga bisa meningkatkan Anda terkena infeksi ini.

6. Penis

Tidak hanya pada vagina saja, infeksi jamur pun bisa menyerang penis priaMeski terbilang jarang terjadi, namun Anda jangan pernah menyepelekan infeksi satu ini. Infeksi jamur di penis bisa terjadi jika pria cenderung melakukan hubungan seks dengan tidak aman (tanpa kondom) serta tidak menjaga kebersihan penisnya dengan tidak baik. Sama halnya vagina, penis yang sering berada dalam kondisi lembap juga berpotensi tinggi mengakibatkan infeksi jamur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Efek Samping Pelumas Vagina dan Cara Mengatasinya

Seks pakai pelumas vagina mungkin memang terasa lebih nikmat, tapi tiga risiko ini mengintai Anda. Tenang dulu, begini cara mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 3 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Dermatitis Intertriginosa (Intertrigo)

Intertrigo (dermatitis intertriginosa) merupakan ruam dan peradangan yang muncul pada lipatan kulit. Pelajari gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Kulit, Dermatitis 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Banyak hal yang menyebabkan kulit bayi sensitif. Ketahui bagaimana cara penanganan agar kulit bayi Anda terjaga. Seperti apa tips perawatan yang tepat?

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Mengompol bukan cuma dialami oleh bayi dan balita. Tak jarang ada orang dewasa yang tak sengaja ngompol, terutama saat seks. Apa penyebab ngompol saat seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat alami oral thrush

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit
penyebab panu mencegah panu

Penyebab Panu yang Perlu Anda Ketahui Beserta Faktor Risikonya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 11 November 2020 . Waktu baca 5 menit
kutu air tinea pedis athlete's foot

Kutu Air (Tinea Pedis)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 10 menit
kurap kadas

Kurap (Kadas)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit