Apa Artinya Kalau BAB Berlendir, Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Lendir merupakan zat yang diproduksi tubuh yang dapat memengaruhi kerja tubuh. Namun, sebagian orang mungkin bertanya-tanya bagaimana jika BAB berlendir? Apakah hal tersebut normal terjadi? Berikut ulasannya.

Apa fungsi lendir di dalam tubuh?

Lendir diproduksi oleh jaringan untuk melapisi dan melindungi organ tertentu seperti mulut, hidung, sinus, tenggorokan, paru-paru, dan usus. Lendir berfungsi untuk mengurangi kerusakan organ tubuh tertentu yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Teksturnya yang licin dan lengket bisa menjadi perangkap bagi partikel asing yang tidak sengaja masuk ke dalam tubuh.

Di dalam usus, lendir berfungsi untuk melindungi lapisan dalam usus dan melicinkan permukaannya. Selain itu, lendir dapat melindungi usus dari asam lambung atau cairan lainnya yang bisa mengiritasi.

Lendir yang sehat berwarna bening dan tipis. Kadang juga berwarna putih dan kekuningan. Namun, beberapa faktor seperti penyakit, diet, dan juga faktor lingkungan bisa memengaruhi tekstur, jumlah, serta warna lendir.

Kapan lendir pada feses dianggap tidak normal?

Buang air besar atau BAB berlendir pada dasarnya normal. Namun, lendir yang terlihat di feses dalam jumlah banyak bisa menjadi pertanda adanya masalah. Memang, BAB yang mengandung lendir belum tentu menandai adanya masalah kesehatan yang serius. Namun jika keberadaannya meningkat dan terjadi terus menerus, Anda harus mulai waspada dan memeriksakan diri ke dokter.

Lendir yang menandakan masalah kesehatan serius juga biasanya disertai dengan gejala lainnya seperti:

  • adanya darah atau nanah pada feses,
  • sakit perut,
  • kram perut, dan
  • lebih sering atau lebih jarang buang air besar.

Oleh karena itu, walaupun terkesan menjijikkan, Anda perlu sedikit lebih peka terhadap sinyal yang diberikan tubuh melalui keberadaan lendir di feses.

Penyebab BAB berlendir

Menurut World Journal of Gastroenterology, peradangan pada saluran pencernaan biasanya akan membuat produksi lendir dalam feses berlebih. Selain itu, beberapa masalah kesehatan lain juga bisa menjadi penyebab BAB berlendir. Berikut beberapa di antaranya.

1. Kolitis ulseratif

Penyakit ini menandakan adanya peradangan kronis pada selaput lendir di usus besar dan rektum. Biasanya dinding usus besar akan terluka, berlendir, berdarah, hingga bernanah. Jika lendir yang dihasilkan terlalu banyak, maka kemungkinan besar lendir akan ikut bersama dengan feses saat dikeluarkan.

2. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah penyakit pencernaan umum yang memengaruhi kerja usus besar. Pada IBS, kontraksi otot yang terjadi saat makanan melewati usus besar terbilang tak normal. Kadang, terlalu banyak kontraksi bisa menyebabkan diare, tetapi jika terlalu sedikit justru menyebabkan sembelit. Kontraksi otot yang tidak teratur atau berselang ini biasanya menyebabkan rasa sakit.

Pada penderita IBS, lendir seringkali diproduksi berlebihan oleh usus besar dan dikeluarkan melalui feses. Studi menunjukkan bahwa pria dengan IBS cenderung memiliki lendir di feses yang lebih banyak dibandingkan dengan wanita yang mengalami IBS. Lendir juga akan terlihat lebih banyak saat Anda mengalami diare akibat IBS.

3. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn merupakan penyakit radang usus kronis. Peradangan dapat memengaruhi setiap bagian dari sistem pencernaan, dari mulut ke bagian belakang, tapi paling sering terjadi di bagian terakhir yaitu pada usus kecil (ileum) atau usus besar (kolon). Biasanya, orang dengan penyakit ini akan mengalami sakit perut yang menyakitkan dan BAB berlendir atau berdarah.

4. Abses anal atau fistula anal

Abses anal adalah penyakit karena infeksi pada kelenjar anal yang menyebabkan terbentuknya nanah di sekitar anus. Kondisi ini sering terjadi pada orang dengan penyakit Crohn, terutama di daerah perineum (pada pria terletak di antara skrotum dan anus, pada wanita terletak di antara anus dan vagina).

Sedangkan fistula anal adalah saluran kecil yang menghubungkan abses di dalam anus dengan kulit di sekitar anus. Kondisi ini disebabkan oleh kumpulan nanah yang terjebak di lubang anus. Kedua penyakit ini bisa membuat BAB berlendir.

5. Alergi makanan

Jika Anda memiliki alergi makanan tertentu seperti kacang-kacangan, laktosa, gluten, dan makanan lainnya, maka hal ini bisa menjadi kemungkinan terjadinya BAB yang berlendir. Sebab, beberapa makanan tertentu dapat menimbulkan ketidaknyaman pada sistem pencernaan yang akan mengakibatkan kembung, diare, ruam, dan sembelit. Akibatnya, kontraksi otot di usus tidak dapat dihindarkan.

6. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri biasanya disebakan oleh bakteri seperti Campylobacter, Salmonella, Shigella, dan Yersinia. Bakteri-bakteri tersebut sering menjadi penyebab keracunan makanan dan infeksi lainnya. Gejala-gejalanya adalah diare, kram, muntah, mual, hingga demam. Karena kontraksi inilah maka lendir yang ada di dalam usus bisa ikut keluar saat Anda BAB.

7. Cystic fibrosis

Cystic fibrosis adalah kelainan genetik yang dapat menyebabkan produksi lendir berlebih di dalam tubuh. Kondisi yang mengancam jiwa ini paling sering menyerang paru-paru. Namun, beberapa kasus menunjukkan penyakit ini juga bisa menyerang saluran pencernaan. Dalam kasus ini, lendir bisa menghalangi lubang atau saluran dalam pankreas Anda.

Penyumbatan ini mencegah enzim mencapai usus Anda. Akibatnya, usus Anda tidak bisa sepenuhnya menyerap lemak dan protein. Hal ini bisa menyebabkan diare berkepanjangan, berbau busuk, berlendir, dan berminyak.

fakta buang air besar wanita

Bagaimana dokter mendiagnosis BAB berlendir?

Untuk mendiagnosis kelebihan lendir pada feses, dokter biasanya akan memulai dengan pemeriksaan fisik dan tes darah. Hasil tes ini akan menjadi acuan untuk melihat masalah utama yang menyebabkan BAB berlendir.

Jika hasil pemeriksaan fisik tidak dan darah tidak cukup kuat, dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes pendukung seperti:

  • tes kultur feses (mengambil sampel feses),
  • tes urine,
  • kolonoskopi,
  • endoskopi,
  • sinar X, MRI panggul, atau CT scan, dan
  • uji elektrolit keringat.

Perawatan dan pengobatan untuk BAB berlendir

Karena kejadiannya bisa didasari oleh berbagai macam penyakit pencernaan lain, hasil pemeriksaan yang telah dilakukan akan dijadikan acuan dalam memberikan pengobatan yang tepat. Jika Anda positif mengidap penyakit tertentu, dokter akan melakukan perawatan yang sesuai dengan penyakit penyebab BAB berlendir.

Selain menjalani perawatan medis, Anda juga perlu melakukan perubahan pada kebiasaan sehari-hari guna membantu pemulihan kondisi Anda. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan.

  • Meningkatkan asupan cairan dengan minum air lebih banyak.
  • Mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung probiotik seperti yogurt, tempe, dan kimchi.
  • Menghindari konsumsi makanan yang asam dan pedas.
  • Mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya akan serat.

Selama menjalani langkah-langkah di atas, Anda baiknya turut waspada dan lebih peka terhadap berbagai perubahan yang Anda rasakan pada tubuh, terutama bila gejala mulai memengaruhi kebiasaan buang air besar. Bila ada keluhan yang mengganggu, jangan ragu untuk segera berkonsultasi kepada dokter.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit