4 Tips Mengatasi Kelelahan Akibat Terserang Radang Usus (IBD)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Waktu tidur yang kurang dan padatnya aktivitas harian merupakan segelintir penyebab dari kelelahan yang Anda rasakan. Sebenarnya tidak hanya itu, bisa jadi kelelahan ini adalah akibat dari inflammatory bowel disease (IBD) atau yang biasa dikenal sebagai penyakit radang usus. Lantas, bagaimana cara mengatasi kelelahan bila memiliki penyakit radang usus? Apakah sama seperti kelelahan pada umumnya? Cari tahu semuanya lewat ulasan berikut ini, ya!

Kenapa penyakit radang usus bikin mudah lelah?

Jika selama ini Anda mengira bahwa penyakit radang usus (IBD) hanya menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman pada perut saja, khususnya sistem pencernaan, itu kurang tepat. Pasalnya, tidak sedikit pengidap radang usus yang juga mengeluhkan kelelahan, bahkan meski tidak sedang melakukan aktivitas berat.

Melansir dari laman Very Well Health, memang ada hubungan khusus yang mendasari mengapa pengidap radang usus sering merasakan bahwa tubuhnya lemas dan lelah. Pertama, karena gejala radang usus biasanya akan membuat Anda sering bolak-balik ke kamar mandi dan berkeringat tidak biasa saat malam hari.

Hal tersebut yang kemudian membuat Anda jadi kurang tidur, sehingga kelelahan esok harinya. Selain itu, efek samping konsumsi obat radang usus juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Alih-alih membuat tidur nyenyak, beberapa jenis obat biasanya akan membuat Anda susah tidur sehingga akhirnya merasa kelelahan.

Bagaimana cara mengatasi kelelahan karena radang usus?

Merasa cukup tersiksa karena mengalami radang usus disertai dengan kelelahan secara bersamaan? Coba beberapa kiat jitu berikut ini untuk memulihkannya:

1. Usahakan tidur cukup

alarm bangun tidur

Sudah mengusahakan agar mendapatkan waktu tidur yang optimal, tapi tetap saja susah tidur dengan nyenyak? Mulai sekarang, coba untuk menciptakan suasana nyaman sebelum tidur. Misalnya dengan mendinginkan suhu kamar, meredupkan cahaya, tidur di tempat senyaman mungkin, dan lain sebagainya.

Jika sampai sekarang masih sering bolak-balik ke kamar mandi, siasati dengan menentukan jadwal makan malam beberapa jam sebelum tidur. Tujuannya agar makanan dapat terproses dengan sempurna, sehingga tidak akan mengganggu waktu tidur Anda.

Menerapkan rutinitas sehat sebelum tidur, seperti pergi tidur di waktu yang sama setiap hari dan menghindari konsumsi kafein, juga dapat membantu memperbaiki kualitas tidur supaya lebih bersemangat keesokan harinya.

2. Berolahraga

gerakan olahraga tabata

Anda mungkin menghindari berolahraga karena takut malah akan semakin lelah setelahnya. Padahal sebaliknya, olahraga merupakan salah satu cara mengatasi kelelahan karena dapat membantu meningkatkan persediaan energi untuk beraktivitas, hingga membuat tidur lebih nyenyak di malam hari.

Kuncinya, pastikan Anda melakukan jenis dan frekuensi olahraga yang sesuai dengan kemampuan tubuh. Konsultasikan pada dokter untuk menentukan olahraga apa yang sekiranya cocok dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

3. Terapkan pola makan sehat dan minum banyak cairan

mencegah penuaan dini dengan makanan

Bagi Anda yang memiliki radang usus, Anda biasanya dianjurkan untuk menghindari beberapa jenis makanan tertentu karena berisiko memperburuk gejala. Jadi, sebaiknya sesuaikan makanan yang Anda makan dengan kondisi tubuh Anda.

Jangan lupa, penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan banyak minum air, terutama radang usus yang Anda alami disertai dengan diare. Pastikan cairan tubuh selalu tercukupi guna mengganti cairan tubuh yang hilang.

4. Konsultasi dengan dokter

kolesterol karena keturunan

Dalam beberapa kasus, penyakit radang usus bisa menimbulkan permasalahan tubuh lainnya, seperti anemia dan rasa tidak nyaman pada perut. Berbagai keluhan tersebut tentu akan membuat Anda kelelahan seharian. Maka itu, konsultasi dengan dokter merupakan langkah tepat sebagai cara mengatasi kelelahan ketika memiliki penyakit radang usus (IBD).

Bahkan, jika obat-obatan yang Anda konsumsi ternyata membuat Anda merasa lelah dan tidak bertenaga, dokter mungkin bisa meresepkan jenis obat lain atau memberikan solusi yang terbaik bagi kondisi tubuh Anda.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang terjadi akibat tubuh kekurangan zat besi. Ini merupakan jenis anemia yang umum terjadi. Bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Stres dan cemas ternyata memengaruhi kualitas hidup orang dengan IBS. Bagaimana bisa terjadi dan adakah cara untuk mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 6 Juni 2020 . Waktu baca 3 menit

Didi Kempot Tutup Usia Diduga Kelelahan, Bagaimana Hingga Jadi Fatal?

Kabari berita duka datang kembali dari dunia musik tanah air. Penyanyi campur sari, Didi Kempot dikabarkan meninggal dunia. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan, Berita 5 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Kita Suka Tanpa Sadar Menghela Napas Saat Merasa Stres?

Tanpa disadari, anda akan menghela napas saat lelah dan stres. Kenapa hal ini bisa terjadi secara spontan dan apa hubungannya dengan kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 26 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sinusitis adalah

Sinusitis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
hepatitis b adalah

Hepatitis B

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
penyakit usus buntu gatau apendisitis

Penyakit Usus Buntu (Apendisitis)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
perbedaan maag dan gerd

Duodenitis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit