Kapan Harus ke IGD Jika Mengalami Keracunan Makanan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bukannya merasa kenyang, Anda justru mengeluhkan nyeri perut dan mual beberapa jam setelah makan. Kemungkinan besar Anda mengalami keracunan makanan karena adanya kontaminasi bakteri. Meski sebenarnya bisa diobati sendiri, tapi beberapa penanganan keracunan makanan harus dilakukan di rumah sakit khususnya di IGD. Memangnya, kapan harus dirawat lebih lanjut ke IGD?

Apa saja gejala keracunan makanan?

Gejala keracunan makanan serta lama waktu kemunculannya tidak selalu sama pada setiap orang. Hal ini tergantung dari bakteri penyebab kontaminasi. Kebanyakan kasus keracunan makanan setidaknya akan menunjukkan beberapa tanda berikut ini:

  • Kram atau nyeri perut
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Demam
  • Tidak nafsu makan
  • Tubuh lemas
  • Sakit kepala

Kesemua gejala tersebut biasanya tidak mengkhawatirkan, karena bisa segera sembuh bila istirahat yang cukup dan dirawat dengan baik di rumah.

Kapan penanganan keracunan makanan harus dibawa ke IGD?

Dalam beberapa kasus, gejala keracunan makanan bisa berkembang lebih parah sehingga harus masuk IGD di rumah sakit. Perhatikan bila Anda atau orang terdekat mengalami tanda seperti:

  • Diare lebih dari 3 hari
  • Air kencing dan tinja berdarah
  • Sering mual dan muntah
  • Demam di atas 38 derajat Celcius
  • Nyeri dan kram perut parah
  • Penglihatan kabur

Semakin sering Anda mengalami muntah dan diare, semakin besar kemungkinan Anda untuk mengalami dehidrasi. Kondisi dehidrasi biasanya ditandai dengan rasa haus berlebihan, mulut kering, urin sedikit, warna urin pekat, pusing, dan kelelahan parah.

Ketika Anda mengalami muntah dan diare, otomatis tubuh telah kehilangan banyak cairan. Padahal, dalam kondisi seperti ini, tubuh justru membutuhkan cairan dalam jumlah banyak guna menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.

Dehidrasi, terlebih yang tergolong berat, bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani. Maka itu, jika gejala keracunan makanan semakin bertambah buruk dari hari ke hari, kini saatnya Anda dibawa ke IGD di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Penanganan keracunan makanan di IGD akan berusaha untuk memberikan cairan dan elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh melalui infus atau cairan intravena (IV). Bahkan tidak menutup kemungkinan, dokter akan menganjurkan Anda untuk dirawat di rumah sakit selama beberapa waktu.

Ini merupakan bagian dari penanganan keracunan makanan dengan dehidrasi, yang bertujuan untuk mempercepat masa pemulihan tubuh.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Sebenarnya Mengandung Racun

Tahukah bahwa singkong ternyata mengandung racun sianida yang membahayakan tubuh jika tidak diolah dengan benar? Makanan apa lagi yang ternyata beracun?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Bahaya Makan Kotoran Manusia Terhadap Kesehatan Tubuh

Ada puluhan siswa dipaksa makan kotoran manusia oleh seniornya. Tindakan itu bisa mengganggu kesehatannya. Apa saja bahaya makan kotoran manusia?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan, Informasi Kesehatan 27 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Terjadi di Ruang Isolasi Rumah Sakit saat Tangani Coronavirus?

Selain di Tiongkok, negara lainnya, termasuk Indonesia meningkatkan kewaspadaan dengan menyiapkan berbagai fasilitas di rumah sakit terkait coronavirus.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
COVID-19, Penyakit Infeksi 28 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makan telur mentah

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
ilustrasi mual gejala dan ciri-ciri keracunan makanan

Begini Gejala bagi Tubuh Anda yang Mengalami Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
salmonella dalam makanan

Cara Menghindari Paparan Bakteri Salmonella dari Makanan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 4 menit