Cara Mengatasi Keracunan Bakteri Salmonella (Plus Tips Mencegahnya)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salmonella merupakan kelompok bakteri yang menyebabkan infeksi di saluran usus. Biasanya, keracunan bakteri Salmonella muncul akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi terutama daging, unggas, dan telur. Orang yang mengalami kondisi ini biasanya akan mengalami kram perut, diare, dan muntah setelah 12 hingga 72 jam pascainfeksi.

Cara mengatasi keracunan bakteri Salmonella

banyak minum air putih

Biasanya keracunan Salmonella (disebut juga dengan salmonellosis) akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu tanpa perlu pengobatan khusus. Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami hal-hal sebagai berikut.

  • Tidak kunjung sembuh setelah lebih dari 7 hari.
  • Mengalami diare parah, bahkan hingga berdarah.
  • Mengalami demam lebih dari 38,6 derajat Celsius selama lebih dari sehari.
  • Terjadi pada anak di bawah 5 tahun.
  • Punya sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit atau berusia di atas 65 tahun.

Saat Anda memeriksakannya, dokter akan memberikan beberapa perawatan di bawah ini.

Antibiotik

Antibiotik diberikan jika Anda mengalami gejala keracunan yang cukup parah. Misalnya ketika bakteri telah masuk ke aliran darah.

Pasalnya, jika antibiotik diberikan dengan sembarangan maka tubuh dan bakteri bisa resistan (kebal) terhadap obat yang satu ini. Akibatnya, risiko infeksi untuk kambuh cukup besar.

Obat antimotilitas

Obat yang satu ini diberikan untuk membantu menghentikan diare. Obat antimotilitas mengurangi kram perut yang Anda rasakan saat sedang keracunan bakteri Salmonella.

Cairan

Dokter akan merekomendasikan Anda untuk minum lebih banyak cairan. Tujuannya untuk mencegah dehidrasi akibat diare parah yang Anda alami.

Dengan minum banyak cairan baik air putih maupun jus, cairan yang terbuang akan tergantikan sehingga tubuh tidak kekurangan.

Cara mencegah keracunan bakteri Salmonella

Paparan bakteri Salmonella tentu saja bisa dicegah. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah keracunan bakteri ini, yaitu dengan cara:

Mencuci tangan

Biasakan untuk mencuci tangan terutama sebelum memasak atau makan, setelah menyentuh hewan, seusai dari kamar mandi, setelah mengganti popok bayi, dan setelah berkebun. Cuci tangan Anda dengan sabun di bawah air mengalir.

Teliti dalam menyiapkan makanan

Dikarenakan bakteri ini biasanya berasal dari makanan, Anda perlu lebih teliti lagi dalam menyiapkan makanan seperti:

  • Mencuci buah dan sayuran hingga bersih.
  • Memasak makanan hingga matang terutama daging, unggas, dan telur.
  • Jangan pakai air yang tidak diolah seperti air sungai untuk keperluan minum dan memasak.
  • Menjaga kebersihan dapur dan peralatan masak.
  • Menaruh persediaan daging mentah, unggas, dan makanan laut di lemari es.
  • Gunakanan talenan dan pisau yang berbeda untuk memotong daging dan sayuran mentah dengan yang sudah matang.

Simpan telur dengan benar

Saat membeli telur, pastikan untuk membelinya di tempat-tempat yang terjamin keamanannya. Usahakan untuk membeli telur dari penjual yang menaruh telurnya di lemari pendingin.

Pilihlah kondisi telur yang bersih dan tidak retak. Setelah itu, simpanlah telur di lemari es. Selalu masak telur hingga matang agar bakteri yang ada di dalamnya mati.

Tempatkan hewan peliharaan di luar rumah

Usahakan untuk menaruh kandang hewan peliharaan di luar rumah. Apalagi jika Anda sedang hamil atau memiliki bayi. Pastikan agar hewan peliharaan Anda tidak memasuki area-area seperti dapur atau ruang makan.

Cuci tangan dengan sabun dan air setelah bersentuhan dengan hewan peliharaan. Dikutip dari Verywell Health, hal ini terutama berlaku untuk reptil, amfibi, dan burung.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mual Sampai Ingin Muntah Saat Cemas dan Panik? Ini Cara Mengatasinya

Saat cemas, stres, panik, dan gugup muncul, perut bisa terasa mual dan membuat Anda sangat ingin muntah. Kenapa hal ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Keracunan Makanan

Keracunan makanan adalah gangguan pencernaan umum. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta cara mengobati dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Infeksi Bakteri E. coli

Infeksi bakteri E. coli adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Sistiserkosis

Sistiserkosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit maag adalah

Maag (Dispepsia)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
makan telur mentah

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit