Waspada Infeksi Bakteri Listeria di Buah Rock Melon Australia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Maret 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Dilansir dari siaran pers Badan Karantina Pertanian (BARANTAN), buah rock melon Australia (cantaloupe) dilaporkan telah tercemar bakteri listeria dan menyebabkan kematian 3 orang warga Australia. Kejadian ini seperti kembali mengingatkan pada kasus buah apel impor yang tercemar bakteri yang sama. Ini semakin menandakan bahwa bakteri listeria perlu diwaspadai dan dicegah agar tidak semakin menginfeksi. Lantas, apa itu bakteri listeria dan seberapa besar bahayanya untuk tubuh? Temukan jawabannya pada ulasan berikut ini.

Mengenal bakteri listeria, bakteri mematikan dalam buah rock melon Australia

Infeksi listeria atau listeriosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes. Infeksi ini sangat rentan menyerang orang-orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, seperti bayi, wanita hamil, diabetesi, dan pasien kanker.

Bakteri ini dapat ditemukan di tanah, pakan ternak yang terbuat dari daun-daunan hijau yang diawetkan dengan fermentasi (silage), dan sumber-sumber alami lainnya seperti feses ternak. Bakteri ini dapat menginfeksi manusia yang mengonsumsi makanan yang mudah atau sudah terkontaminasi oleh bakteri listeria, di antaranya:

  • Buah rock melon atau semangka
  • Daging mentah atau tidak dimasak hingga matang
  • Makanan laut mentah atau hewan laut yang tidak dimasak hingga matang
  • Susu yang tidak dipasteurisasi dan keju lunak

Bahaya makan rock melon Australia yang terinfeksi listeria

Infeksi listeria sangat patut untuk diwaspadai. Pasalnya, gejala infeksi bakteri ini sangat mirip dengan gejala flu, yaitu demam, menggigil, nyeri otot, mual, dan diare. Gejala ini bisa bertahan selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu setelah memakan buah atau bahan makanan yang terkontaminasi, rata-rata sekitar 21 hari.

Sekali bakteri listeria ini lolos dari saluran pencernaan dan menyebar ke seluruh tubuh, maka ini dapat menyebabkan septikemia (keracunan darah). Jika infeksinya mulai merambat ke sistem saraf pusat, penderita akan merasakan sakit kepala, kaku pada leher, kehilangan keseimbangan, dan terkadang mengalami kejang. Dalam kasus yang parah, hal ini dapat menyebabkan meningitis dan berakhir dengan kematian. Sementara pada wanita hamil, infeksi listeria bisa menyebabkan keguguran atau bayi lahir mati.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi listeria dari buah rock melon Australia?

Meskipun rock melon Australia tidak diimpor ke Indonesia, tidak ada salahnya untuk melakukan tindakan antisipasi terhadap penyebaran infeksi dari buah yang satu ini. Terlebih bagi Anda yang tinggal di daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia atau Singapura, dua negara yang banyak mengimpor rock melon Australia.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ir. Banun Harpini, M.Sc. menganjurkan masyarakat untuk menghindari kontak langsung atau mengonsumsi rock melon Australia untuk saat-saat ini. Anda juga perlu waspada saat hendak mengonsumsi buah-buahan yang letaknya berdekatan dengan rock melon Australia karena risiko penularannya bisa saja terjadi.

Yang terpenting adalah pastikan untuk selalu mencuci bersih buah-buahan dengan air mengalir (bukan cuma direndam) sebelum mulai dikupas dan dimakan. Jangan lewatkan juga untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah makan. Lebih baiknya lagi, pilihlah buah-buahan lokal yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Inilah Fungsi 4 Hormon Penting untuk Manusia Bertahan Hidup

Anda mungkin sudah tahu kalau hormon yang tak seimbang bisa menimbulkan masalah kesehatan. Tapi, tahukah Anda apa saja fungsi hormon esensial dalam tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

10 Fakta Unik tentang Jantung Manusia

Tahukah Anda bahwa banyak serangan jantung terjadi di hari Senin pagi? Simak berbagai fakta jantung lainnya yang mungkin belum Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Makan Petai dan Jengkol Bikin Napas dan Kencing Jadi Bau?

Suka makan petai dan jengkol? Kalau begitu, Anda pasti sudah hapal dengan bau mulut dan bau urin yang menyengat setelahnya. Apa penyebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
payudara sakit tanda hamil

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
gemetar setelah minum kopi

Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
viagra

5 Fakta Unik Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit