5 Tips Memilih Mainan Anak yang Aman dan Tak Membahayakan

Oleh

Apa mainan kesayangan Anda dulu saat masih kecil? Apakah mainan tersebut sekarang masih ada? Sering kali seiring berkembangnya jaman, berganti pula jenis mainan anak yang diedarkan di pasaran. Lalu mainan apa yang hendak Anda belikan untuk bayi Anda? Berikut beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan dalam memilih mainan anak Anda.

Tips memilih mainan anak yang aman

Mainan adalah sesuatu yang berharga pada masa anak-anak. Namun Komisi Keamanan Produk Amerika melaporkan bahwa, kira-kira 250.000 kecelakaan disebabkan oleh mainan dalam satu tahunnya. Satu dari tiga kasus tersebut bahkan terjadi pada anak balita. Oleh sebab itu, sebelum Anda memutuskan untuk membeli suatu mainan bagi bayi Anda, Anda sebaiknya telah lebih dulu memastikan:

1. Apakah mainan tersebut cukup besar

Mainan anak bayi dengan ukuran yang cukup besar akan mampu mencegah terjadinya tersedak pada bayi Anda maupun penyumbatan pada saluran pernapasannya. Mainan ini harus berukuran 3 cm pada lebarnya dan minimal 6 cm pada panjangnya.

Anda juga sebaiknya menghindari mainan-mainan yang mencakup bola dan koin dalam rangkaiannya. Mainan anak bayi seperti ini umumnya hanya berdiameter 4 cm, sehingga muat untuk melalui saluran pernapasan bayi Anda.

2. Apakah mainan tersebut aman

Menggunakan mainan yang merupakan turunan dari keluarga atau saudara Anda, dalam hal ini mungkin akan lebih aman dibandingkan membeli mainan yang baru. Selama mainan yang diturunkan tersebut tidak dibuat pada tahun yang terlalu lama, sehingga pewarnanya mungkin saja mengalami pengelupasan. Namun apabila Anda tetap akan membeli mainan baru, sebaiknya pastikan:

  • Tidak ada pewarna mainan yang mengelupas
  • Tidak ada sisi mainan yang tajam
  • Tidak ada sisi mainan yang mudah ditekan dengan jari bayi yang kecil
  • Tidak terdapat bagian dengan magnet yang mudah lepas
  • Tidak ada bagian berupa kawat panjang yang lebih dari 18 cm
  • Terbuat dari bahan yang aman, dengan menghindari beberapa bahan seperti merkuri, kadmium, arsenik, phthalate, dan bahan kimia lainnya serta,
  • Mainan cukup kuat sehingga tidak mudah rusak atau hancur.

3. Setiap bagian pada mainan tidak mudah dibuka-buka

Telusuri seluruh bagian mainan tersebut dari tombolnya hingga mungkin bagian pitanya yang mudah ditarik. Bila mainan anak bayi tersebut juga memiliki kotak baterai, Anda sebaiknya telah lebih dulu memastikan kotak baterai tersebut tidak akan mudah dibuka oleh bayi Anda. Terbukanya kotak baterai ini dapat berbahaya bagi bayi Anda.

4. Mainan yang dikendarai harus memiliki pengaman

Kebanyakan mainan untuk bayi yang perlu dikendarai, biasanya akan digunakan bila bayi Anda telah mampu duduk dengan seimbang tanpa perlu dipegangi lagi. Namun lebih dari itu, kebanyakan mainan umumnya memasang stiker yang memberikan informasi mengenai usia sasaran mainan tersebut. Mainan yang perlu dikendarai seperti ini, terutama semacam mainan kuda-kudaan, sebaiknya memiliki pengaman untuk menghindari bayi terjatuh terutama bila kepalanya hingga terbentur.

5. Menghindari balon jika anak Anda masih bayi

Meskipun balon merupakan salah satu pernak-pernik pesta yang menyenangkan untuk anak-anak, namun ternyata balon adalah salah satu penyebab yang paling sering menyebabkan anak tersedak. Saat balon pecah, maupun saat belum ditiup, balon tersebut dapat anak masukkan ke mulutnya dan justru membuatnya tersedak. Terlebih, bahan balon yang kebanyakan terbuat dari lateks.

Tips lain untuk memilih mainan anak yang aman

Selain lima tips memilih mainan anak yang telah disebutkan di atas, sebaiknya Anda juga:

  • Awasi lebih dulu bagaimana bayi Anda menggunakan mainan tersebut
  • Adanya variasi pada mainan yang Anda berikan
  • Berhati-hati terhadap sesuatu yang sering kali anak kira mainan, seperti kembang api dan gunting serta
  • Usahakan memilih mainan anak yang mampu memberi suatu stimulasi terhadap panca indera maupun kemampuannya.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca