Tips Berkomunikasi Dengan Anak Berumur 2-3 Tahun

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Komunikasi dengan anak adalah salah satu bagian paling menyenangkan saat menjadi orangtua. Anak belajar menyerap informasi dengan interaksi dan pengalamannya setiap harinya, bukan hanya dengan kita, tapi dengan orang dewasa lain, anggota keluarga lain, anak lain, dan dunia sekitarnya.

Berkomunikasi dengan anak Anda

Anak Anda akan semakin banyak belajar ketika terlibat dalam lebih banyak percakapan yang interaktif dan bermain dengan temannya. Membaca buku, bernyanyi, bermain permainan kata, dan berbicara dengan balita Anda akan meningkatkan kosakata dan mengajarkannya cara mendengar yang baik.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengembangkan kemampuan berbicara anak:

  • Berbicara dengan balita Anda tentang apa yang telah ia lakukan hari ini atau merencanakan apa yang akan kalian lakukan besok. “Sepertinya nanti sore akan hujan. Apa yang akan kita lakukan?” atau diskusikan kegiatan hari ini sebelum tidur.
  • Bermainlah permainan imajinasi
  • Bacakan buku kesukaannya berkali-kali dan dukung anak Anda untuk ikut membaca kata yang ia ketahui. Lakukan membaca “pura-pura”. (biarkan anak yang seolah-olah membacakan buku untuk Anda)

Kosakata dan pola komunikasi

Di antara umur 2-3 tahun, anak akan mengalami perkembangan pesat dalam kemampuan berbahasanya. Pada awal periode ini, kebanyakan anak akan mengikuti instruksi dan mengucapkan 50 kata atau lebih. Banyak kata kombinasi dalam frasa dan kalimat pendek. Anak pada umur ini biasanya dapat mengikuti instruksi, seperti, “Ambil bola itu dan berikan pada Ayah.”

Pada umur 3 tahun, jumlah kosakata balita biasanya 200 kata atau lebih, dan anak akan menyambungkan 3-4 kata per kalimat. Anak pada perkembangan ini dapat mengerti dan berbicara lebih jelas. Sekarang, Anda akan mengerti 75% apa yang anak Anda ucapkan.

Anak sebaiknya menggunakan bahasa dengan lebih bebas dan memulai menyelesaikan masalah dan mempelajari konsep. Mereka biasanya dapat mengikuti sesi tanya-jawab sederhana. Mereka juga dapat menghitung 3 objek secara benar, mulai dari menceritakan sesuatu, dan mengetahui nama mereka.

Jika Anda mendeteksi masalah

Jika Anda merasa bahwa anak Anda memiliki masalah pendengaran, perkembangan bahasa, atau kejelasan berbicara, hubungi dokter Anda. Sebuah tes pendengaran bisa menjadi langkah awal untuk menentukan jika anak Anda memiliki masalah pendengaran. Umur 2 tahun bukanlah umur yang terlalu muda untuk evaluasi bicara/bahasa, terutama jika anak Anda tidak mengikuti instruksi, tidak dapat menjawab pertanyaan sederhana, atau belum mengucapkan kata-kata yang cukup banyak.

Masalah umum komunikasi:

Masalah komunikasi anak berusia 2-3 tahun termasuk:

  • Masalah pendengaran
  • Masalah mengikuti instruksi
  • Kurangnya penguasaan kosakata
  • Ucapan yang tidak jelas
  • Gagap

Gagap dan masalah artikulasi sangatlah wajar pada umur ini dan umumnya anak akan mengidap masalah ini hingga dewasa. Masalah lainnya memerlukan evaluasi lebih lanjut. Dokter Anda akan mendiskusikan apakah anak Anda memerlukan evaluasi dan pengobatan berbicara atau tidak. Seorang anak yang mengalami kemunduran di beberapa perkembangan dapat dianjurkan untuk menemui dokter anak bagian perkembangan atau psikolog.

Beberapa orang tua khawatir jika balita yang tidak berbicara mengidap autis. Anak dengan autis biasanya dihubungkan dengan kondisi seperti tertundanya berbicara atau masalah komunikasi lainnya, tapi kurangnya interaksi sosial dan terbatasnya rasa ingin tahu atau pola perilaku adalah gejala utama autisme, tidak terbatas pada masalah bicara.

Jika Anda memiliki pertanyaan, hubungi dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Orang tua sering kali enggan diajak untuk pindah karena tak mau meninggalkan segala kenangan di rumah lama. Bagaimana cara membujuknya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Perawatan Lansia 25/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit