5 Kesalahan Orangtua Dalam Mendidik Anak yang Perlu Dihindari

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Merawat anak tidak hanya memenuhi kebutuhan hidupnya saja. Namun, membentuk kepribadiannya yang baik saat dewasa. Sayangnya, masih banyak orangtua yang melakukan kesalahan dalam mendidik anak. Apa saja sih kesalahan mendidik anak yang sering dilakukan orangtua? Yuk, simak ulasannya berikut ini supaya kesalahan dalam mengasuh buah hati dapat Anda hindari.

Kesalahan mendidik anak yang sering dilakukan orangtua

Menjadi orangtua memang tidak mudah. Meski membanggakan, Anda pasti menghadapi berbagai situasi yang sulit ketika berhadapan dengan si kecil. Anda pun memiliki tanggung jawab untuk membentuk kepribadian anak jadi lebih baik. Sayangnya, masih banyak orangtua yang tidak menyadari jika ada beberapa kesalahan yang mereka lakukan dalam mendidik anak, di antaranya:

1. Tidak menjadi panutan yang baik

Tahukah Anda jika orangtua adalah panutan atau model bagi mereka? Jika Anda ingin si kecil bersikap baik, Anda pun harus mencontohkan sikap-sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya jika Anda memiliki kelakukan yang buruk, si kecil pun pasti akan menirunya.

Sadari atau tidak, Anda pasti pernah melakukan perilaku yang buruk dalam mendidik anak. Misalnya, berteriak ata membanting sesuatu saat marah, suka memukul, buang sampah sembarangan, malas, atau sikap buruk lainnya. Jika Anda bersikap demikian, jangan salahkan anak jika ia pun menunjukkan sikap demikian. Untuk itu, jadilah model yang baik bagi anak-anak Anda dengan mengubah diri jadi lebih baik lagi.

2. Terlalu mengkritik dan sering membandingkan

Apa yang Anda rasakan jika Anda dikritik habis-habisan? Tentu tidak akan senang bukan. Ya, perasaan tidak menyenangkan ini juag dirasakan si kecil jika Anda terlalu sering mengkritik.

Memberi kritikan berlebihan pada anak merupakan kesalahan mendidik anak yang sering kali tidak disadari orangtua. Padahal, dampaknya akan membuat anak jadi bosan mendengarkan kritikan Anda dan semakin susah untuk diatur.

Selain itu, di sela kritikan, orangtua juga sering kali membanding anak dengan anak lainnya. Meski tujuan Anda memotivasi anak untuk merubah sikapnya, tindakan ini bisa menghancurkan rasa percaya diri anak. Memuji anak lain lebih baik daripada dirinya juga menumbuhkan rasa cemburu yang bisa mendorongnya melakukan perbuatan yang tercela. Misalnya, mencontek karena ingin nilainya lebih bagus dari temannya.

Anak memang perlu dikritik jika ia salah. Namun, gunakan bahasa yang lebih halus tanpa menyakiti perasaannya. Jangan pula membandingkan ia dengan teman sebayanya. Sebaliknya, beri ia pujian atas kerja kerasnya dan motivasi agar ia berubah.

3. Berekspektasi terlalu tinggi dan menuntut

Anak selalu senang jika ia dibanggakan oleh kedua orangtuanya. Sebaliknya, ia akan sangat sedih dan frustasi ketika dirinya tidak sesuai dengan harapan Anda dan pasangan. Ini umumnya terjadi pada orangtua dengan ekspektasi yang tinggi atas kemampuan anak. Misalnya, mengharapkan anak bisa makan dengan benar saat usia 3 tahun, menuntutnya menjadi juara kelas atau memenangkan sebuah perlombaan.

Supaya Anda menghindari kesalahan mendidik anak ini, janganlah bersikap egois. Anda perlu tahu batas kemampuan anak dan tidak membuatnya tertekan.

4. Tidak konsisten dan tidak ada batasan

Cara mendidik anak yang sering kali salah dilakukan adalah tidak konsisten. Anda terkadang sangat strict dengan peraturan, tapi di lain waktu bersikap tidak peduli sama sekali dengan berbagai hal yang dilakukan anak. Cara mendidik seperti ini dapat membingungkan dan menyulitkan anak untuk bersikap.

Apalagi jika Anda tidak menetapkan batasan dan membiarkan anak melakukan apa pun yang ia suka. Sikap memanjakan anak ini, tentu akan membuat anak tidak mau diatur dan cenderung egois. Meski sulit, cobalah untuk menerapkan aturan dan batasan saat bermain, nonton tv, atau makan camilan.

5. Adu mulut dengan anak

Saat diomeli, anak mungkin akan membalas ucapan Anda. Anda yang terpancing dan tersulut amarah menanggapi ucapan anak. Alih-alih membuat anak diam, hal ini malah membuat suasana makin keruh. Dibanding menanggapi perkataany, lebih baik ucapakan kata penegasan. Kemudian, terapkan cara mendisiplinkan anak yang lebih efektif, misalnya menerapkan metode time out.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca