Si Kecil Terluka Selagi Bermain, Lakukan Hal Ini Sebagai Pertolongan Pertama

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pada umur 1-3 tahun, rasa ingin tahu si Kecil mendorongnya untuk bereksplorasi dan bermain. Saat ia berlari, bermain bola, atau main sepeda, mungkin saja ia terjatuh atau melukai dirinya sendiri sehingga timbul luka lecet. Di saat seperti ini, orangtua perlu tahu cara yang benar dalam mengobati luka pada anak.

Agar luka cepat sembuh dan menghindari terjadinya infeksi, lakukan cara berikut untuk mengobati luka pada anak.

Cara mengobati luka pada anak

luka bakar pada anak

Si Kecil usia 1-3 tahun belajar untuk menyeimbangkan tubuh dengan kakinya. Mereka menyalurkannya lewat aktivitas seperti main sepeda, memanjat, jalan kaki, atau berlari. Tak jarang saat melakukan kegiatan tersebut, mereka terjatuh dan tak sengaja melukai diri. Kulit yang cedera menyebabkan kuman mudah masuk.

Kulit merupakan organ tubuh paling luar yang bertugas melindungi organ di dalamnya. Kulit memberikan proteksi terhadap kuman penyakit, seperti bakteri, jamur, dan virus yang hidup di permukaan kulit.

Kulit yang rusak karena luka abrasi atau lecet, ada peluang besar kuman masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi. Ketika si Kecil mengalami luka saat bermain, ibu tak perlu cemas. Lakukan cara ini untuk mengobati luka pada anak.

1. Basuh luka dengan air mengalir

Cara pertama untuk mengobati luka pada anak adalah membersihkan luka sesegera mungkin. Basuh luka dengan air dingin mengalir. Hilangkan kotoran, pasir, tanah, atau kerikil di area terpapar.

2. Gunakan antiseptik

Setelah membersihkan dengan air mengalir, gunakan cairan antiseptik sebagai cara kedua untuk mengobati luka pada si Kecil. 

Larutkan cairan antiseptik ke dalam segelas air sesuai dengan aturan pakainya. Agak terasa sedikit perih, tetapi membersihkan luka dengan cairan antiseptik dapat mencegah terjadinya infeksi.

3. Bersihkan dengan air hangat

Sesudah menggunakan cairan antiseptik, jangan lupa untuk tetap membersihkan area sekitar luka dengan air hangat. Rendam handuk kecil di dalam air hangat, lalu bersihkan area sekitar luka secara perlahan. 

Jangan gunakan kain katun wol untuk mebersihkannya, karena dapat meninggalkan serat pada bagian yang dibersihkan.

4. Bersihkan ke arah luar luka

Saat membersihkan luka, jangan lupa untuk menyekanya ke arah luar luka. Ini mencegah terjadinya kotoran kembali masuk ke dalam luka. 

5. Tutup luka dengan perban

Cara selanjutnya untuk mengobati luka pada anak yaitu dengan menutup luka dengan kain kasa dan perban. Lakukan langkah di atas secara runut agar luka sembuh optimal.

Ajarkan si kecil untuk melakukan perawatan luka

Setelah menggunakan perban, si kecil bisa jadi tergoda untuk membuka atau bermain-main dengan perban. Di sini, ibu perlu mengingatkan bahwa luka perlu ditutup agar bisa sembuh total, sehingga ia bisa kembali bermain.

Untuk itu, tetap ajarkan pada si Kecil cara merawat dan mengobati luka.

1. Cek luka setiap hari

Ajak si Kecil untuk tetap mengecek luka. Tanyakan apa yang dirasakannya, sehingga ibu tahu apakah lukanya sembuh secara perlahan. Jika luka tak kunjung sembuh atau terlihat kemerahan, membengkak, terasa hangat, atau melembek, coba konsultasikan ke dokter.

2. Ganti perban setiap hari

Ganti perban secara berkala saat perban basah. Misalnya saat ia berkeringat atau terkena air. Setelah luka sembuh, Ibu tak perlu memasangkan perban lagi pada si kecil. Mengganti perban dapat dilakukan sebagai cara mengobati luka pada anak. Lepaskan perban jika luka mengering. Namun bila luka kembali iritasi, segera tutup kembali dengan perban.

3. Ingatkan si Kecil untuk tidak mencabik luka yang mengering

Ibu bisa melepaskan perban 2-3 hari setelahnya. Saat luka kering, tetap ingatkan si Kecil untuk tidak mencabik, menyentuh, atau menariknya dengan jari karena dapat menimbulkan risiko infeksi. Katakan pada si Kecil, membiarkan luka adalah cara untuk mengobati luka.

Jangan cemas lagi, kini Ibu bisa menerapkan langkah pertolongan pertama dan perawatan luka pada si Kecil. Luka bisa ditangani secara cepat dan terhindar dari infeksi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Luka yang Terbuka Tidak Boleh Kena Air?

Banyak yang bilang kalau sedang ada luka terbuka, lukanya tidak boleh kena air sampai basah. Apa betul begitu? Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ryan Reinardi Wijaya
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 19 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit

Ternyata Tak Semua Luka Gores Boleh Dioles Obat Merah

Untuk urusan luka lecet gera-gara jatuh, obat merah sering menjadi benda penyelamat. Tapi tahukah Anda kalau tak semua luka bisa diobati dengan obat merah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 17 Maret 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cinta pertama sulit dilupakan

Kenapa Cinta Pertama Itu Sulit untuk Dilupakan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2018 . Waktu baca 5 menit
pakai sepatu tanpa kaus kaki

Sering Pakai Sepatu Tanpa Kaus Kaki Tidak Baik untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit
lenting kaki

Lenting Kaki Muncul Saat Pakai Sepatu? Ini yang Harus Dilakukan untuk Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2018 . Waktu baca 4 menit
obat luka lecet

Tips Mengobati dan Merawat Luka Lecet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Dipublikasikan tanggal: 25 Mei 2018 . Waktu baca 3 menit