Panduan Tepat dan Bebas Cedera Mengajarkan Anak Naik Sepeda

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/12/2017
Bagikan sekarang

Di usia 4-5 tahun, si kecil sudah mempunyai koordinasi anggota gerak, keseimbangan tubuh, dan kekuatan kaki yang cukup untuk berlarian ke sana kemari. Nah berbekal kemampuan fisiknya yang sudah mantap, tidak ada salahnya untuk Anda mulai mengajarkan anak naik sepeda di usia ini. Anak-anak sepantaran usia ini pun juga sudah mampu memahami instruksi dasar yang sederhana.

Langkah-langkah mengajari anak naik sepeda, tanpa takut jatuh

1. Pancing ketertarikan anak

Anda tentu tidak bisa mengajarkan anak naik sepeda jika memang ia tidak tertarik untuk melakukannya. Jika anak merasa dipaksa dan Anda jadi ikutan merasa frustrasi karena menghadapi anak yang ogah-ogahan, hal ini jstru akan menggagalkan semua upaya Anda.

Maka,pancing dulu rasa ingin tahu anak tentang sepeda. Anda bisa mengajak anak bersepeda bersama (menggunakan kursi khusus yang bisa dipasang di depan), mengajaknya lihat-lihat toko sepeda, atau mengajaknya melihat kakak dan teman-teman lainnya yang sedang bersepeda. Jika dia sudah mulai tertarik, maka tekadnya untuk belajar sudah tumbuh.

2. Mulai dari sepeda roda 3 atau 4 dulu

Sepeda roda 3 atau 4 dapat membantu membiasakan anak mengayuh pedal secara seirama, meskipun keseimbangannya belum terlatih. Jangan lupa juga untuk menggunakan sepeda yang ukurannya sesuai dengan tinggi anak. Pastikan kaki anak masih bisa menapak tanah saat tidak sedang di atas pedal.

3. Bersepeda bersama, awasi dari belakang

Begitu si kecil sudah terbiasa mengayuh pedal (meski mungkin masih asal-asalan), Anda bisa melanjutkan mengajarkan anak naik sepeda roda dua. Tapi ingat, tidak semua anak memiliki kemampuan fisik yang sama atau merasa belum siap secara emosional mengendarai kendaraan roda dua sampai usia enam atau lebih. Sesuaikanlah dengan kondisi anak Anda

Jika anak dirasa sudah bisa untuk mulai bersepeda roda dua, pilihlah lokasi yang aman untuk latihan, misalnya lapangan atau jalanan di depan rumah yang sepi lalu lintas.

Berikutnya, ajarkan anak untuk mengoperasikan sepedanya sendiri dengan langkah berikut:

  • Pertama, tempatkan badan anak pada posisi yang mantap dan tegap di atas sepeda.
  • Saat ingin menggerakkan sepeda, ajarkan kaki kirinya untuk masih menapak di tanah dulu sementara kaki kanannya bersiap menginjak pedal.
  • Ajarkan anak bagaimana menggunakan rem yang benar
  • Setelahnya, ajarkan anak untuk pelan-pelan menggowes laju sepeda dengan mendorong kaki kirinya dan kaki kanan menekan pedal
  • Biarkan anak terus lanjut mengulangi sampai bisa mengayuh 3-5 lima putaran pedal sepeda

Sementara berlatih mengayuh, Anda bisa mendampinginya tepat di belakang selama beberapa saat. Jika anak sudah agak terbiasa mengayuh sepeda roda duanya, Anda bisa pelan-pelan melepas pegangan Anda dan biarkan ia melaju sendiri. Namun, jangan tinggalkan anak jauh dari pengawasan.

Jangan lupa juga untuk menggunakan perangkat keamanan untuk bersepeda, seperti helm serta pelindung lutut dan siku, untuk melindunginya dari cedera ketika terjatuh. Pastikan ukurannya sesuai dengan tubuh anak

4. Berikan motivasi dan pujian

Sama seperti ketika Anda mengajari anak untuk hal lainnya, melatih anak naik sepeda juga perlu didampingi dengan pujian dan motivasi. Misalnya ketika anak terjatuh, jangan lantas mengomelinya karena tidak menuruti apa kata Anda. Pada dasarnya, kecepatan setiap anak untuk menangkap instruksi dan menguasai hal baru bisa berbeda-beda.

Daripada mengomeli, berikan pujian bahwa ia sudah mampu bersepeda sendiri dan berikan motivasi untuk bangkit kembali — “Anak papa pintar sekali sudah bisa naik sepeda sendiri! Dulu papa umur segini belum bisa, lho!” atau “Yuk, berdiri. Masih bisa lanjut main? Kamu anak yang kuat, bukan?”

Dengan motivasi dan kasih sayang dari orangtua, semua anak akan bisa lancar naik sepeda apabila mau belajar dan berusaha untuk dirinya sendiri.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengajarkan Anak agar Bisa Memakai Baju Sendiri

Mengajarkan anak memakai baju sendiri memang susah-susah gampang. Kuncinya adalah tetap sabar dan ikuti tips berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Tips Menyusui yang Baik Sesuai Bentuk Puting Ibu

Tidak semua ibu menyusui dengan mudah. Pada beberapa ibu, ada yang bermasalah dengan putingnya dan membuat menyusui terasa sulit.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Menyusui 23/02/2020

Anak Terlalu Sensitif dalam Mengelola Emosi? Hadapi dengan 4 Trik Ini

Anak yang terlalu sensitif dalam mengelola emosi akan mangalami kesulitan saat dewasa. Untuk menghadapinya, orangtua bisa lakukan hal ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Mengenal Penyebab dan Gejala Trauma PTSD Pada Anak

Trauma anak yang tidak segera diatasi dapat menjadi PTSD. Apa itu trauma PTSD pada anak? Adakah cara mengetahui gejala dan pengobatannya?

Ditulis oleh: Novita Joseph

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
perkembangan psikologi anak

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020
mencegah anak shopaholic

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020
mengatasi stres Anak

5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16/03/2020