Orangtua perlu lebih waspada bila belakangan ini anak mulai menggertakkan gigi saat tidur. Selain karena alasan medis, penyebab anak menggertakkan gigi saat tidur bisa berkaitan dengan masalah mental dan bullyingg.
Orangtua perlu lebih waspada bila belakangan ini anak mulai menggertakkan gigi saat tidur. Selain karena alasan medis, penyebab anak menggertakkan gigi saat tidur bisa berkaitan dengan masalah mental dan bullyingg.

Mengapa hal ini bisa anak Anda alami? Simak pembahasannya di bawah ini.

Para ahli meyakini bahwa sebagian besar kasus bruxism, termasuk pada anak, dipicu oleh rasa takut, stres, marah, frustrasi, dan kecemasan.
Itu semua merupakan emosi negatif yang bisa dialami korban bullying. Maka dari itu, bruxism pada anak sering kali dikaitkan dengan dampak bullying.
Anak-anak merupakan kelompok usia yang rentan mengalami bruxism atau kebiasaan menggertakkan gigi, terutama saat tidur. Kondisi ini bisa memengaruhi sebanyak 5,9–49,6% anak-anak di seluruh dunia.
Kondisi ini sering terjadi bersamaan dengan gangguan tidur lain, seperti mengorok dan sleep apnea pada anak.
Sebuah studi dalam Journal of Oral Rehabilitation (2017) pernah mengamati remaja usia 13–15 tahun yang menjadi korban bullying dengan kasus sleep bruxism yang dilaporkan sendiri atau oleh orangtuanya.
Hasilnya, para peneliti menemukan remaja yang menggertakkan gigi saat tidur lebih mungkin mengalami bullying ketimbang anak-anak yang tidak melakukan kebiasaan ini.
Korban bullying biasanya tidak berani memberi tahu siapa pun karena diancam oleh si penindas. Akibatnya, anak jadi terus-menerus memendam emosi sendirian.
Lama-kelamaan, hal ini dapat mengganggu fungsi otak anak dan menjadi penyebab bruxism saat tidur tanpa pernah disadari olehnya.
Kasus bruxism yang terjadi saat tidur biasanya jarang disadari oleh anak. Akan tetapi, orangtua mungkin bisa langsung mengetahui bahwa si kecil sering menggertakkan giginya saat tidur.
Selain itu, berikut ini tanda dan gejala bruxism pada anak-anak yang mungkin Anda perhatikan.

Suara yang dihasilkan oleh gertakan gigi biasanya dapat menyebabkan gangguan tidur bagi anak-anak atau orangtua yang tidur bersamanya di kamar tidur.
Bruxism pada anak-anak juga meningkatkan risiko gigi goyang atau patah, gangguan sendi temporomandibular, gangguan makan, hingga depresi dan kecemasan.
Maka dari itu, jika anak Anda menggertakkan gigi saat tidur, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mengetahui penyebab dan cara menanganinya.
Anda perlu mengunjungi dokter umum atau dokter gigi anak bila terdapat kondisi berikut.

Pada dasarnya, bruxism pada anak bukan tanda pasti dari bullying. Akan tetapi, Anda perlu waspada bila kebiasaan ini baru belakangan terjadi dan sebelumnya tidak pernah anak-anak alami.
Selain anak menggeretakkan gigi saat tidur, berikut ini tanda-tanda lain yang harus Anda perhatikan bila mencurigai anak menjadi korban bullying di lingkungannya.
Bullying mungkin menjadi salah satu penyebab anak menggertakkan gigi saat tidur. Kondisi ini bisa dipicu oleh rasa takut, marah, hingga stres pada orang-orang yang merundungnya.
Namun, memang tidak ada cara mudah untuk benar-benar mengetahui apa benar anak Anda menjadi korban bullying di sekolah atau lingkungan sekitarnya.
Pasalnya, banyak tanda dan gejala dari korban bullying mirip dengan perilaku remaja pada umumnya.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Pacheci, D. & Rehman, A. (2022). Teeth Grinding in Children. Sleep Foundation. Retrieved 30 August 2022, from https://www.sleepfoundation.org/bruxism/teeth-grinding-children
Pitone, M. (2021). Bruxism (Teeth Grinding or Clenching). Nemours KidsHealth. Retrieved 30 August 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/bruxism.html
Bruxism (Teeth Grinding). Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 30 August 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10955-teeth-grinding-bruxism
Teeth-grinding in teens ‘a sign of being bullied’. BBC. (2017). Retrieved 30 August 2022, from https://www.bbc.com/news/health-40593028
Fulgencio, L. B., Corrêa-Faria, P., Lage, C. F., Paiva, S. M., Pordeus, I. A., & Serra-Negra, J. M. (2017). Diagnosis of sleep bruxism can assist in the detection of cases of verbal school bullying and measure the life satisfaction of adolescents. International journal of paediatric dentistry, 27(4), 293–301. https://doi.org/10.1111/ipd.12264
Serra-Negra, J. M., Pordeus, I. A., Corrêa-Faria, P., Fulgêncio, L. B., Paiva, S. M., & Manfredini, D. (2017). Is there an association between verbal school bullying and possible sleep bruxism in adolescents?. Journal of oral rehabilitation, 44(5), 347–353. https://doi.org/10.1111/joor.12496
Machado, E., Dal-Fabbro, C., Cunali, P. A., & Kaizer, O. B. (2014). Prevalence of sleep bruxism in children: a systematic review. Dental press journal of orthodontics, 19(6), 54–61. https://doi.org/10.1590/2176-9451.19.6.054-061.oar
Versi Terbaru
07/09/2023
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)