Panduan Menghukum Anak yang Benar Sesuai Usia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hampir 70 persen orangtua pernah menghukum anak sendiri dengan hukuman fisik. Padahal, para psikolog anak sangat tidak menganjurkan untuk memberikan hukuman seperti itu, mengingat hukuman fisik akan memiliki dampak membahayakan untuk anak dewasa nanti.

Tidak semua cara menghukum anak diterapkan di segala usia. Berbeda usia, berbeda cara menghukum, berbeda pula efektivitas serta dampaknya.

Menghukum anak sesuai usia

Setiap kali Anda ingin menghukum anak, cobalah untuk mengikuti garis besar seperti ini: Pertama, identifikasi dulu masalah yang dibuatnya, lalu Anda bisa jelaskan dampak dari perbuatannya.

Setelah Anda bisa ambil alih mood dan sikap anak, sarankan perilaku dan perbuatan yang lebih baik. Selain itu, Anda bisa menggambarkan hukuman yang akan diterima, dan mengatakan Anda mengharapkan perilaku yang lebih baik di waktu berikutnya.

Usia 0- 3 tahun dengan metode “timeout”

Perilaku kenakalan anak yang biasa terjadi di usia 2 tahun ke bawah contohnya adalah berteriak, menggigit, melempar benda, atau membuang-buang makanan. Hal tersebut membuat Anda geram dan bingung untuk mendisiplinkannya. Anda bisa melakukan hukuman “timeout”, pada anak usia 0 hingga 3 tahun.

Lakukan “timeout” dengan cara membawa ke ruangan yang terbebas dari barang-barang yang dapat mengalihkan perhatiannya. Lalu, buat anak duduk dan menenangkan dirinya, dan Anda bisa meninggalkan ruangan selama 1-2 menit. Tahap ini, disebut tahap refleksi. Setelah waktu “timeout” berakhir, peluk anak, dan buat ia berjanji tidak akan mengulangi perilakunya. Hindari memukul anak sebagai bentuk hukuman.

Usia 3-7 tahun: selain menghukum, berikan juga penghargaan

Seiring bertambahnya usia anak, semakin pula ia mengerti bahwa setiap perilaku yang dilakukan memiliki konsekuensi tersendiri. Sebelumnya, Anda harus menentukan hukuman apa yang bisa anak Anda dapatkan ketika ia tidak mau mendengarkan Anda. Sebetulnya, metode “timeout” masih bisa dilakukan di usia balita hingga anak-anak seperti ini. Pastikan juga untuk tidak membawa anak Anda ke ruangan yang terdapat mainan atau televisi ketika ingin mendisiplinkannya. 

Diskusikan apa yang tidak boleh dilakukan, dan setelah ia berhasil tidak melakukannya, beri anak Anda pujian. Menghukum anak, isinya bukan hanya hukuman saja, tetapi juga mengakui perilakunya yang baik.

Contoh, Anda bisa mengatakan “Mama bangga sama adek, tadi adek sudah mau berbagi mainan dengan teman waktu di sekolah.” Biasanya ucapan pujian ini lebih efektif daripada Anda marah dan menghukum anak ketika ia tidak mau berbagi mainan. Jangan lupa puji dengan kata-kata spesifik atas perilaku baik yang telah anak lakukan.

Usia 7-12 tahun: hindari menghukum sambil mengancam

Pada usia menginjak masa pra-remaja, berhati-hatilah untuk tidak menghukum anak dengan ucapan yang mengancam. Contoh, mengancam akan membatalkan liburan, kalau anak Anda tidak mengerjakan PR-nya. Sayangnya, dengan ancaman tersebut, dikhawatirkan kepercayaan anak pada Anda akan menghilang.

Mengapa demikian? Dengan melakukan ancaman tersebut, ini akan menyebabkan anak tidak termotivasi mengubah perilakunya, karena ia merasa semuanya telah diambil alih oleh Anda dan ia tidak bisa berbuat apa-apa. Penting untuk menerapkan konsistensi hukuman dari perilaku anak. Buat anak Anda percaya apa yang Anda katakan.

Usia 13 dan seterusnya

Di usia ini, menghukum anak bisa dilakukan dengan mencabut hak istimewa yang anak miliki. Pasalnya, anak Anda telah mengetahui konsekuensi yang akan ia hadapi akibat hukuman dari perilaku yang seharusnya tidak dilakukan. Usia remaja seperti ini, masih memerlukan batas dan penjagaan dari Anda para orangtua.

Tentukan beberapa aturan yang harus Anda dan anak diskusikan terlebih dahulu, seperti jam malam dan jam mainnya, pekerjaan rumah yang harus dilakukan, dan sebagainya. Buat negosiasi yang baik tentang pengaturan keseharian Anak. Percaya atau tidak, remaja masih perlu diterapkan batas ketertiban dalam hidup mereka, bahkan saat Anda memberikan  kebebasan dan tanggung jawab yang lebih besar.

Lalu bagaimana kalau anak melanggar aturan? Anda bisa mencabut hak istimewa yang anak punya, seperti melarang menggunakan laptop atau video games selama sebulan. Jangan lupa untuk membahas mengapa ia melanggar aturan dan bagaimana seharusnya ia bersikap.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Mudah Memilih Kasur Bayi yang Aman dan Nyaman

Untuk menyambut kelahiran si kecil, baiknya Anda memilih tempat tidur dan kasur bayi yang nyaman dan aman. Apa saja yang harus diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 27 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Detak jantung janin mulai berdegup di sekitar minggu keenam kehamilan, tapi kadang suaranya masih terlalu lemah untuk Anda bisa dengar. Kapan waktunya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Anak Anda suka merengek sepanjang hari dan mudah menangis untuk hal-hal yang sepele? Simak tips berikut untuk mengatasi anak cengeng.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
pembukaan persalinan

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
pengalaman program bayi tabung

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit