5 Penyebab Kematian yang Paling Umum Terjadi Pada Remaja di Seluruh Dunia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Usia remaja adalah masa-masa yang penuh harapan dan perubahan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kejadian kematian tertinggi dialami oleh kelompok usia peralihan ini? Berdasarkan data yang dihimpun oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016, lebih dari 3.000 remaja meninggal dunia setiap hari, dengan total mencapai 1,2 juta kematian remaja per tahun. Kebanyakan dari penyebabnya  sebenarnya dapat dicegah.

Penyebab kematian remaja yang paling umum terjadi di seluruh dunia

Lebih jauh, data WHO tahun 2016 menunjukan bahwa ada beberapa penyebab kematian yang paling tinggi terjadi di usia remaja.

1. Kecelakaan

Kecelakaan merupakan penyebab kematian remaja usia 10-19 tahun yang terbesar. Kejadian kecelakaan ini dua kali lipat lebih banyak terjadi pada remaja laki-laki. Jenis kecelakaannya adalah kecelakaan lalu lintas (transportasi).

Misalnya tabrakan kendaraan atau kecelakaan antara kendaraan dengan pejalan kaki. Itulah mengapa pemerintah menetapkan usia minimal untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah 17 tahun.

Orangtua dan masyarakat secara umum punya peran yang sangat penting dalam mencegah kematian remaja karena kecelakaan. Salah satu caranya adalah menunggu sampai anak mendapatkan SIM baru diperbolehkan untuk mengemudikan kendaraan bermotor. Orangtua juga bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya soal keselamatan lalu lintas.

2. Infeksi saluran pernapasan bagian bawah

Infeksi saluran pernapasan bagian bawah adalah kondisi infeksi yang dialami pada organ sistem pernapasan bagian bawah seperti paru-paru, bronkus, dan trakea. Terdapat berbagai macam infeksi saluran pernapasan bagian bawah pada remaja yakni, bronkitis, pneumonia, laryngotracheitis, dan tracheitis.

Sementara itu, pneumonia lebih sering terjadi pada anak-anak remaja. Salah satu faktor risiko yang dapat melatarbelakangi adalah kebiasaan keluarga memasak di ruangan tertutup menggunakan kompor kayu bakar atau minyak tanah yang mengeluarkan asap polusi pembakaran. WHO mencatat bahwa lebih dari setengah dari total kasus kematian anak dan remaja akibat pneumonia adalah akibat menghirup asap polusi dalam ruangan.

3. Bunuh diri

Remaja yang masih berkembang dan belum begitu mampu mengelola emosinya dengan baik lebih rentan terhadap percobaan bunuh diri dibandingkan orang dewasa.

Tidak mungkin menentukan satu penyebab pasti kenapa seorang remaja memutuskan untuk bunuh diri. Keputusan untuk bunuh diri begitu rumit dan pasti disebabkan oleh banyak hal. Namun, faktor risiko terbesarnya memang adalah depresi yang tidak terobati. Depresi tidak bisa hilang begitu saja. Depresi adalah gangguan jiwa yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan zat kimia, struktur, dan sistem saraf pada otak. Pemicunya pun bisa beragam hal yang ia temui dalam hidupnya, mulai dari trauma masa kecil, kekerasan seksual, hingga bullying.

Remaja yang kecanduan zat-zat tertentu seperti alkohol atau narkoba juga lebih rentan mengalami kematian akibat percobaan bunuh diri.

4. Diare

Diare dapat disebabkan oleh virus, bakteri, infeksi parasit, atau bahkan keracunan. Diare juga sangat berkaitan dengan kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan sekitar sehingga kebersihan menjadi penting dalam pencegahan diare. Minum air mentah, minum produk susu yang tidak diproses melalui pasteurisasi, dan tidak menjaga kebersihan makanan juga meningkatkan risiko diare.

Diare memang kesannya sepele. Namun, bila tidak segera ditangani, diare bisa menyebabkan dehidrasi serius yang akhirnya berujung pada kematian.

5. Tenggelam

Tenggelam merupakan kasus yang dapat dicegah dengan persiapan yang tepat. Pada situasi tenggelam biasanya orang akan mengalami panik, kondisi panik ini akan membuat orang untuk reflek melakukan pernapasan seperti biasa sehingga akhirnya air terhirup masuk ke dalam paru-paru.

Terdapat beberapa penyebab terjadinya kasus tenggelam pada remaja yakni remaja biasanya tidak perhatian terhadap keselamatan sekitar, tidak memiliki kemampuan yang mumpuni untuk bertahan di air, serta pengaruh alkohol atau obat-obatan juga bisa mempengaruhi.  

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pentingnya Edukasi Seksual dan Potensi HIV/AIDS pada Remaja

Edukasi seksual pada remaja sangat penting untuk menjaga dari kehamilan yang tidak diinginkan serta pencegahan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
HIV/AIDS 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

9 Cara Alami Memanjangkan Bulu Mata Supaya Lebih Lentik

Tidak semua orang ingin melakukan extension bulu mata. Namun Anda bisa memanjangkan bulu mata dengan cara yang aman dan murah meriah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit

6 Penyebab Muncul Rasa Nyeri pada Bahu dan Cara Mengatasinya

Nyeri pada bahu bisa menghambat kemampuan Anda untuk bergerak bebas jika tidak ditangani dengan baik. Begini cara yang benar untuk obati bahu yang sakit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 17 November 2020 . Waktu baca 10 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat sering menangis

Ini Alasan Orang yang Sering Menangis, Justru Mentalnya Sekuat Baja

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
urutan produk perawatan kulit skincare malam

Begini Urutan Pemakaian Skincare Wajah untuk Malam Hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
ciri-ciri kurang gizi

9 Perubahan yang Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Kurang Gizi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Pertolongan Pertama Pada Korban Luka Tembak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit