Berbagai Sumber Makanan Tinggi Zat Besi untuk Anak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/04/2020
Bagikan sekarang

Kekurangan zat besi masih menjadi masalah pada beberapa anak. Khususnya anak yang pilih-pilih makan, kebanyakan minum susu, dan kurang makanan tinggi zat besi. Padahal, zat besi ini sangat penting untuk tubuh. Maka itu, makan makanan kaya zat besi untuk anak tidak boleh sampai terlewatkan. Anak harus mengonsumsi setidaknya 2-3 porsi makanan sumber zat besi, tapi dari mana sajakah sumbernya? Simak ulasan di bawah ini.

Kenapa zat besi itu penting untuk anak?

Besi adalah mineral yang ditemukan dalam hewan dan beberapa tumbuhan. Zat besi adalah komponen penting dari hemoglobin di dalam tubuh kita. Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah sebagai protein pembawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Besi akan memberikan hemoglobin kekuatan untuk membawa atau mengikat oksigen dalam darah sehingga oksigen bisa sampai ke sel-sel tubuh yang memerlukannya. Tanpa zat besi, tubuh tidak bisa membuat hemoglobin dan tidak bisa memproduksi sel darah merah yang cukup. Ini berarti sel-sel di dalam tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen.

Kalau sudah begini, anemia defisiensi besi bisa terjadi. Kondisi ini akan membuat anak kekurangan darah yang kaya oksigen sehingga tidak bertenaga saat main, tidak fokus saat belajar, dan lain-lain. Kekurangan zat besi juga bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Oleh karena itu, zat besi untuk anak wajib tercukupi agar bisa menunjang kebutuhannya beraktivitas, tumbuh, dan juga berkembang.

Berapa kebutuhan zat besi pada anak?

Semua orang, baik anak-anak hingga orang dewasa, membutuhkan zat besi untuk membantu meningkatkan jumlah hemoglobin agar tidak terjadi anemia (kekurangan darah). Namun, tentunya kebutuhan zat besi berbeda-beda untuk setiap kelompok usia dan jenis kelamin. Menurut Angka Kecukupan Gizi yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, berikut kebutuhan zat gizi yang harus dipenuhi:

  • Anak usia 4-6 tahun membutuhkan 9 mg zat besi setiap hari.
  • Anak usia 7-9 tahun membutuhkan 10 mg zat besi setiap hari.

Sedangkan untuk remaja, kebutuhan zat besi ditentukan berdasarkan jenis kelamin anak. Berikut rinciannya:

Laki-laki

  • Usia 10-12 tahun membutuhkan 13 mg zat besi setiap hari.
  • Usia 13-15 tahun membutuhkan 19 mg zat besi setiap hari.
  • Usia 16-18 tahun membutuhkan 15 mg zat besi setiap hari.

Perempuan

  • Usia 10-12 tahun membutuhkan 20 mg zat besi setiap hari.
  • Usia 13-15 tahun membutuhkan 26 mg zat besi setiap hari.
  • Usia 16-18 tahun membutuhkan 26 mg zat besi setiap hari.

Apa saja makanan kaya zat besi yang cocok untuk anak?

Ada banyak makanan yang bisa bantu meningkatkan jumlah zat besi untuk anak Anda, baik makanan alami maupun makanan yang sudah diproses. Makanan alami yang mengandung zat besi seperti:

  • Hati sapi atau ayam.
  • Daging merah tanpa lemak misalnya daging sapi, kambing, dan domba.
  • Seafood seperti kerang, tuna, salmon, dan udang.
  • Kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang putih, kacang kedelai, atau kacang hitam.
  • Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kangkung
  • Tahu
  • Daging ayam
  • Kuning telur
  • Buah kering seperti kismis dan kurma

Selain besi terdapat dalam makanan secara alamiah, beberapa produk makanan atau minuman sekarang banyak yang diperkaya dengan zat besi, seperti:

  • Oatmeal
  • Sereal
  • Susu
  • Pasta
  • Produk gandum yang diperkaya zat besi

Tips memenuhi kebutuhan zat besi untuk anak

  • Di samping mengonsumsi sumber makanan kaya zat gizi, jangan lupa penuhi kebutuhhan vitamin C. Sebab, vitamin C membantu mencerna zat besi yang masuk ke dalam tubuh. Apalagi bagi sumber makanan kaya zat besi jenis non-heme (berasal dari sayuran), sangat diperlukan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.
  • Batasi jumlah susu cair selama 473-710 ml dalam sehari, dan sebaiknya tidak diminum bersama dengan makanan sebab dapat menghambat penyerapan zat besi secara optimal.
  • Tambahkan makanan-makanan tinggi zat besi ke dalam masakan untuk anak. Misalnya Anda memasak makaroni, berikan topping berisi potongan daging dan brokoli yang tinggi zat besi.
  • Buat rencana menu makan (meal plan) yang mencakup makanan kaya zat besi dari sumber makanan hewani, nabati, serta vitamin C.
  • Pilih sereal untuk anak yang sudah diperkaya zat besi. 

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menstruasi Juga Bisa Sebabkan Anemia, Ini 4 Cara Mencegahnya

Menstruasi berat yang berlangsung lebih lama dari periode normal bisa menyebabkan anemia. Lalu, bagaimana cara mencegah anemia saat menstruasi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Cara Mencegah Anemia pada Ibu Hamil

Upaya pencegahan anemia pada ibu hamil penting untuk dilakukan agar kondisi kesehatan sang ibu dan janin tetap sehat dan terhindar dari komplikasi kehamilan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Prenagen Esensis

Prenagen esensis adalah susu yang harus diminum sebelum hamil. Cari tahu informasi tentang dosis dan cara membuat susu hamil ini di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala

Direkomendasikan untuk Anda

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pasien Anemia Ingin Puasa

Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien Anemia Saat Puasa Ramadan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
Nutrisi untuk diet yang sering dilupakan

5 Macam Nutrisi yang Tidak Boleh Disisihkan dari Menu Diet

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 20/12/2019
ciri bayi kekurangan zat besi

Mengenal Gejala Bayi Kekurangan Zat Besi dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2019
Maltofer adalah obat

Maltofer

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 11/10/2019