×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

Berapa Tinggi dan Berat Normal untuk Anak Usia 13-17 Tahun?

Oleh Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Begitu anak sudah mencapai usia remaja tanggung, tumbuh kembangnya kadang jadi dikesampingkan. Padahal, pertumbuhan anak masih terus terjadi di rentang usia 13-17 tahun, terutama untuk anak laki-laki. Di usia ini, biasanya anak laki-laki sudah mulai memasuki masa puber. Sedangkan untuk anak perempuan, masa pubertasnya sudah hampir selesai pada usia ini. Lalu, berapa tinggi dan berat normal untuk anak usia 13-17 tahun?

Kenapa penting memantau pertumbuhan anak usia 13-17 tahun?

Usia 13-17 tahun tidak kalah penting dibandingkan usia sebelumnya. Ini merupakan masa remaja di mana seseorang mengalami banyak pertumbuhan dan perkembangan. Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Remaja perlu dipantau karena banyak terjadi perkembangan fisik, perilaku, kognitif, dan juga emosional.

Pada usia ini, pertumbuhan anak berjalan cepat kembali bahkan akan mencapai masa puncaknya. Di mana pertambahan tinggi dan berat anak berjalan dengan sangat cepat. Anda sebagai orangtua mungkin tidak sadar, anak Anda sudah lebih tinggi bahkan mungkin melebihi tinggi Anda sekarang.

Anak perempuan mungkin sudah mengalami pubertas pada masa ini bahkan mungkin sudah hampir selesai. Dibandingkan anak laki-laki, ia baru mau memasuki masa pubertas sekitar usia 14 tahun. Anak perempuan umumnya akan mengalami masa puncak pertumbuhan tinggi badannya sekitar dua tahun lebih awal daripada laki-laki. Biasanya, sebelum anak perempuan mengalami menarche (menstruasi pertama). Jadi, tak heran jika pada saat ini tinggi badan anak perempuan lebih tinggi daripada anak laki-laki. Tapi, di usia lebih tua tinggi badan anak laki-laki bisa menyusul anak perempuan, bahkan lebih tinggi lagi.

Pada masa pubertas juga terjadi lonjakan berat badan. Sehingga, mungkin anak perempuan merasa tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya yang besar. Tapi, melakukan diet untuk menurunkan berat badan pada masa ini sebenarnya tidak dianjurkan. Diet penurunan berat badan dapat mengganggu pertumbuhan yang terjadi pada usia ini.

Pertambahan berat badan terjadi sebagai hasil dari meningkatnya perkembangan otot pada anak laki-laki dan lemak tubuh pada anak perempuan. Ini merupakan bagian penting dari proses pertumbuhan anak.

Berapa tinggi dan berat normal anak usia 13-17 tahun?

Idealnya, tinggi dan berat anak usia 13-17 tahun adalah seperti yang tertera dalam tabel di bawah ini, menurut kurva pertumbuhan CDC.

Namun, belum tentu anak yang tidak memiliki tinggi dan berat normal seperti di atas tidak memiliki status gizi yang normal. Untuk mengetahui apakah status gizi anak Anda normal atau tidak, Anda bisa mengetahuinya dengan cara menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) anak terlebih dulu. Hitung IMT dengan rumus di bawah ini:

Setelah menghitung IMT, lihatlah apakah IMT anak Anda masih dalam rentang normal menurut tabel berikut. Jika IMT anak melebihi angka di bawah ini artinya anak kelebihan berat badan, dan jika kurang artinya anak memiliki tubuh kurus.

Cara meningkatkan tinggi badan anak usia 13-17 tahun

Bisa dibilang masa remaja merupakan kesempatan terakhir anak untuk memperbaiki tinggi badannya. Pada saat ini, puncak pertumbuhan tinggi badan terjadi dan kemudian berhenti. Anak akan mencapai tinggi badan dewasanya. Untuk itu, sebaiknya maksimalkan kesempatan ini. Beberapa hal yang bisa anak lakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan tinggi badannya adalah:

  • Cukupi kebutuhan nutrisi. Ya, nutrisi sangat memengaruhi pertumbuhan anak, termasuk tinggi badannya. Untuk itu, cukupi kebutuhan nutrisi, terutama kalsium dan vitamin D untuk membantu pertumbuhan tinggi badan.
  • Olahraga teratur. Olahraga juga dapat membantu memaksimalkan pertumbuhan tinggi badan anak. Saat olahraga, hormon pertumbuhan dilepaskan oleh tubuh dan tulang digunakan. Sehingga, hal ini dapat mendorong tulang untuk tumbuh lebih panjang.
  • Tidur cukup. Saat tidur, hormon pertumbuhan juga dilepaskan oleh tubuh, bahkan dalam jumlah yang cukup banyak. Oleh karena itu, sebaiknya usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup pada masa ini.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We’re excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca