Seputar Makanan dan Gizi untuk Anak Usia 4 – 5 Tahun

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/05/2020
Bagikan sekarang

Nutrisi yang baik merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat anak Anda. Mungkin alasan Anda lebih memilih makan di restoran cepat saji karena kenyamanan, harganya murah, dan porsi yang besar. Tapi, restoran cepat saji hanya menyediakan variasi makanan tinggi “kalori kosong” dan kurang bergizi. Selama masa prasekolah, anak Anda harus makan makanan yang sama dengan seluruh keluarga makan, dengan lebih memperhatikan nilai gizi makanan. Makanan ini termasuk sayur dan buah-buahan segar, produk susu tanpa lemak atau rendah lemak (susu, yogurt, keju), daging tanpa lemak (ayam, kalkun, ikan, hamburger), dan sereal gandum serta roti. Pada saat yang sama, batasi makan makanan junk food dalam menu anak Anda, dan kurangi juga minuman manis.

Karena susu adalah bagian penting dari menu anak Anda, jika susu berperisa adalah satu-satunya cara anak Anda mau minum susu, yakinlah bahwa penelitian menunjukkan mengonsumsi susu berperisa maupun susu sapi segar tidak mempengaruhi indeks massa tubuh pada anak-anak. Susu berperisa sebenarnya dapat membantu anak Anda memenuhi kebutuhan susunya. Laporan AAP 2006 tentang pengoptimalan kesehatan tulang merekomendasikan untuk mengonsumsi susu rendah lemak atau susu bebas lemak, keju, dan yogurt yang mengandung sedikit gula tambahan untuk memenuhi kebutuhan kalsium pada anak.

Makanan penutup seperti es krim dan kue tidak masalah jika diberikan sesekali, tetapi tentu saja tidak boleh diberikan setiap hari. Jika anak Anda kelebihan berat badan, selalu awasi banyaknya porsi, dan untuk anak berumur empat dan lima tahun, porsi harus kurang dari porsi dewasa yang anggota keluarga lain makan.

Jika anak berusia tiga tahun sering pilih-pilih makanan, perilaku yang sama dapat menerus sampai anak berusia empat tahun, walaupun anak yang lebih tua mungkin akan lebih bisa mengeluarkan pendapatnya tentang makanan pilihannya. Si kecil mungkin menolak untuk makan makanan tertentu. Kebutuhan gizinya masih akan tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi ia mungkin memiliki respon emosional yang tidak bisa diduga terhadap makanan yang disediakan. Anak mungkin mengatakan dan bahkan bersumpah jika dia tidak suka makanan yang disajikan, tetapi jika Anda memberikan makanan yang seimbang, dia akan memiliki pilihan makanan yang cukup untuk membuatnya tetap sehat.

Pada usia ini, anak Anda harus mulai memiliki sikap yang baik pada saat makan dan siap untuk belajar dasar-dasar sopan santun saat makan. Pada usia empat tahun, anak tidak akan lagi memegang garpu atau sendok dengan kepalan tangan, karena sekarang dia bisa memegangnya seperti yang orang dewasa umumnya lakukan. Dengan instruksi, ia juga bisa belajar mengenai penggunaan yang tepat dari pisau makan. Anda bisa mengajarinya cara makan yang lain juga, seperti tidak berbicara ketika mulut penuh, menggunakan serbet untuk membersihkan mulutnya, dan tidak mengganggu piring orang lain di depannya. Selain menjelaskan aturan-aturan ini, situasikan anggota keluarga yang lain untuk bersikap sesuai dengan yang Anda ajarkan agar anak dapat mencontoh sikap seperti yang ia lihat di sekelilingnya. Dia juga akan memiliki sopan santun makan yang lebih baik jika Anda memiliki kebiasaan makan bersama keluarga. Oleh karena itu, buatlah setidaknya satu kali acara makan khusus keluarga yang menyenangkan, dan mintalah anak untuk membantu Anda mengatur meja atau menyiapkan makanan.

Sebisa mungkin pantau tontonan televisi anak Anda, termasuk iklan. Iklan televisi, meskipun jika disaksikan dengan penjelasan yang baik, dapat memberikan hambatan serius untuk gizi anak Anda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lamanya menghabiskan waktu di depan TV dikaitkan dengan obesitas. Anak berusia empat dan lima tahun sangat mudah terpengaruh iklan permen dan sereal bergula, terutama setelah mereka mengunjungi rumah temannya di mana makanan seperti ini mungkin disajikan. Anda perlu mengawasi kebiasaan makan anak Anda, baik di rumah maupun saat ia bermain di luar rumah, dan awasi mereka untuk memastikan mereka makan hanya makanan yang sehat.

Untuk mencegah pengaruh buruk, buatlah lingkungan rumah Anda sendiri tetap sehat. Selalu sediakan makanan kaya nutrisi, rendah sodium, rendah gula, dan produk rendah lemak. Sehingga anak akan menjadi terbiasa dengan makanan kaya nutrisi yang sehat dan mungkin membuatnya tidak mudah tergoda makanan yang manis, asin, atau berminyak.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Aturan Menjalankan Puasa yang Aman Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil yang sehat diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, namun harus lebih diperhatikan nutrisinya. Bagaimana cara menjalankan puasa saat hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 25/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
gangguan makan ibu hamil

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020