Pentingnya Vitamin D Bagi Tumbuh Kembang Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019
Bagikan sekarang

Vitamin D adalah nutrisi penting yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang, dan untuk mengontrol jumlah kalsium dalam darah. Penelitian terbaru melaporkan bahwa vitamin D dapat mencegah sejumlah penyakit lainnya.

Selain berperan penting dalam perkembangan tulang, vitamin D juga memilki beberapa fungsi penting lainnya. Vitamin D membantu membangun sistem imun yang akan melindungi anak Anda selama masa pertumbuhan, menyokong fungsi imun, dan melawan infeksi. Vitamin D yang diinduksi oleh paparan sinar matahari juga bermanfaat untuk mengurangi risiko alergi.

Sumber utama vitamin D adalah sinar UVB dari pancaran sinar matahari. Penggunaan sunblock sangat penting untuk melindungi kulit buah hati Anda, namun juga berperan sebagai penyaring agar si kecil tetap mendapatkan cukup vitamin D selama beraktivitas di luar ruangan.

Apa akibatnya jika anak kekurangan vitamin D?

Kekurangan vitamin D dapat mengakibatkan kejang dan kardimiopati (gangguan otot jantung), rakitis, dan masalah pertumbuhan pada anak. Selain itu defisiensi vitamin D juga dapat menyebabkan lemah otot pada golongan usia lainnya.

Berapa banyak vitamin D yang diperlukan anak saya?

Bayi berusia sampai 12 bulan memerlukan 400 international units (IU), atau 10 mikrogram (mcg) vitamin D per hari. Anak-anak usia satu tahun ke atas akan membutuhkan 600 IU, atau 15 mcg, setiap hari.

Anda tidak harus memenuhi seluruh total AKG dari vitamin D untuk anak Anda dalam satu hari. Alternatifnya, Anda bisa menyicil pemenuhan asupan vitamin D si kecil agar sesuai dengan jumlah rekomendasi rata-rata dalam beberapa hari sekali atau per minggu.

Daftar makanan sumber vitamin D

Vitamin D disebut juga sebagai vitamin matahari, karena vitamin D akan diproduksi secara alami oleh tubuh saat terkena paparan sinar matahari langsung. Tetapi, produksi vitamin tidak akan optimal jika tubuh si kecil tertutupi oleh pakaian atau sedang menggunakan krim sunblock. Faktor lainnya yang dapat mengurangi produksi vitamin D dalah tubuh adalah kabut, asap, cuaca mendung berawan, pigmentasi kulit cenderung gelap, dan lokasi geografis.

Menentukan seberapa lamanya waktu yang dibutuhkan untuk seseorang mendapatkan vitamin D dalam jumlah yang cukup terbilang cukup sulit. Beberapa peneliti merekomendasikan untuk berjemur atau melakukan aktivitas luar ruangan 5-10 menit pada pukul 10 pagi – 3 sore, minimal 2 kali sehari untuk mendapatkan asupan vitamin D yang baik.

Akan tetapi, paparan sinar matahari langsung berhubungan erat dengan risiko timbulnya kanker kulit akibat dari radiasi sinar UV. Sulit untuk dipastikan bahwa Anda akan mendapat cukup vitamin D tanpa meningkatkan peluang risiko terjangkit kanker kulit berbahaya. Para ahli menyarankan Anda untuk mempertimbangkan cara lain mendapatkan asupan vitamin D yang dibutuhkan.

Rekomendasi dari para ahli adalah konsumsi suplemen vitamin D dengan takaran dosis 400 IU setiap hari untuk buah hati Anda. Anak-anak kecil yang belum bisa mengunyah dengan baik dapat diberikan suplemen dalam bentuk cair.

Beberapa sumber makanan kaya akan vitamin D adalah:

  • 1 ons salmon (30 g): 102 IU
  • 6 ons yogurt (170 g): 80 IU
  • 1 ons tuna kalengan, dengan minyak ikan (29 g): 66 IU
  • 1/2 cangkir jus jeruk yang diperkaya oleh 25% Vitamin D (125 ml): 50 IU
  • 1/2 cangkir susu fortifikasi (segar, rendah lemak, skim) (125 ml): 49 IU
  • 1/2 cangkir sereal siap makan, fortifikasi (20 gr): 19 IU
  • 1 ons ikan mackerel (28 g): 11.6 IU
  • 1/2 kuning telur ukuran besar (9.5 g): 10 IU
  • 1/2 sdt margarin fortifikasi (4.5 g): 10 IU

Kadar vitamin D yang terkandung dalam makanan akan bervariasi, tergantung dari merek produk.

Anak Anda mungkin akan makan kurang atau melebihi jumlah rata-rata dari makanan yang telah disebut di atas, dilihat dari umur dan nafsu makannya. Perkirakan kandungan nutrisi sesuai kebutuhan si kecil.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Kebutuhan Vitamin untuk Balita Usia 2-5 Tahun

    Memilih vitamin untuk balita memang harus hati-hati. Kalau salah, bisa sebabkan alergi dan masalah lain. Berikut penjelasan seputar vitamin untuk balita.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah

    Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

    Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 09/04/2020

    Meningitis (Radang Selaput Otak)

    Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin

    8 Jenis Suplemen Penambah Energi yang Dapat Mendukung Stamina

    Terkadang, Anda memerlukan tambahan energi untuk mendukung stamina tubuh. Apa saja jenis suplemen penambah energi yang dapat dikonsumsi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Direkomendasikan untuk Anda

    suplemen penambah berat badan

    Selain Menambah Nafsu Makan, 3 Suplemen Ini Bisa Menaikkan Berat Badan

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020
    vitamin pencernaan anak

    Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020
    selulitis pada anak

    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020
    gastritis adalah radang lambung

    Gastritis

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020