Pentingnya Vitamin D Bagi Tumbuh Kembang Anak

Oleh

Vitamin D adalah nutrisi penting yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang, dan untuk mengontrol jumlah kalsium dalam darah. Penelitian terbaru melaporkan bahwa vitamin D dapat mencegah sejumlah penyakit lainnya.

Selain berperan penting dalam perkembangan tulang, vitamin D juga memilki beberapa fungsi penting lainnya. Vitamin D membantu membangun sistem imun yang akan melindungi anak Anda selama masa pertumbuhan, menyokong fungsi imun, dan melawan infeksi. Vitamin D yang diinduksi oleh paparan sinar matahari juga bermanfaat untuk mengurangi risiko alergi.

Sumber utama vitamin D adalah sinar UVB dari pancaran sinar matahari. Penggunaan sunblock sangat penting untuk melindungi kulit buah hati Anda, namun juga berperan sebagai penyaring agar si kecil tetap mendapatkan cukup vitamin D selama beraktivitas di luar ruangan.

Apa akibatnya jika anak kekurangan vitamin D?

Kekurangan vitamin D dapat mengakibatkan kejang dan kardimiopati (gangguan otot jantung), rakitis, dan masalah pertumbuhan pada anak. Selain itu defisiensi vitamin D juga dapat menyebabkan lemah otot pada golongan usia lainnya.

Berapa banyak vitamin D yang diperlukan anak saya?

Bayi berusia sampai 12 bulan memerlukan 400 international units (IU), atau 10 mikrogram (mcg) vitamin D per hari. Anak-anak usia satu tahun ke atas akan membutuhkan 600 IU, atau 15 mcg, setiap hari.

Anda tidak harus memenuhi seluruh total AKG dari vitamin D untuk anak Anda dalam satu hari. Alternatifnya, Anda bisa menyicil pemenuhan asupan vitamin D si kecil agar sesuai dengan jumlah rekomendasi rata-rata dalam beberapa hari sekali atau per minggu.

Daftar makanan sumber vitamin D

Vitamin D disebut juga sebagai vitamin matahari, karena vitamin D akan diproduksi secara alami oleh tubuh saat terkena paparan sinar matahari langsung. Tetapi, produksi vitamin tidak akan optimal jika tubuh si kecil tertutupi oleh pakaian atau sedang menggunakan krim sunblock. Faktor lainnya yang dapat mengurangi produksi vitamin D dalah tubuh adalah kabut, asap, cuaca mendung berawan, pigmentasi kulit cenderung gelap, dan lokasi geografis.

Menentukan seberapa lamanya waktu yang dibutuhkan untuk seseorang mendapatkan vitamin D dalam jumlah yang cukup terbilang cukup sulit. Beberapa peneliti merekomendasikan untuk berjemur atau melakukan aktivitas luar ruangan 5-10 menit pada pukul 10 pagi – 3 sore, minimal 2 kali sehari untuk mendapatkan asupan vitamin D yang baik.

Akan tetapi, paparan sinar matahari langsung berhubungan erat dengan risiko timbulnya kanker kulit akibat dari radiasi sinar UV. Sulit untuk dipastikan bahwa Anda akan mendapat cukup vitamin D tanpa meningkatkan peluang risiko terjangkit kanker kulit berbahaya. Para ahli menyarankan Anda untuk mempertimbangkan cara lain mendapatkan asupan vitamin D yang dibutuhkan.

Rekomendasi dari para ahli adalah konsumsi suplemen vitamin D dengan takaran dosis 400 IU setiap hari untuk buah hati Anda. Anak-anak kecil yang belum bisa mengunyah dengan baik dapat diberikan suplemen dalam bentuk cair.

Beberapa sumber makanan kaya akan vitamin D adalah:

  • 1 ons salmon (30 g): 102 IU
  • 6 ons yogurt (170 g): 80 IU
  • 1 ons tuna kalengan, dengan minyak ikan (29 g): 66 IU
  • 1/2 cangkir jus jeruk yang diperkaya oleh 25% Vitamin D (125 ml): 50 IU
  • 1/2 cangkir susu fortifikasi (segar, rendah lemak, skim) (125 ml): 49 IU
  • 1/2 cangkir sereal siap makan, fortifikasi (20 gr): 19 IU
  • 1 ons ikan mackerel (28 g): 11.6 IU
  • 1/2 kuning telur ukuran besar (9.5 g): 10 IU
  • 1/2 sdt margarin fortifikasi (4.5 g): 10 IU

Kadar vitamin D yang terkandung dalam makanan akan bervariasi, tergantung dari merek produk.

Anak Anda mungkin akan makan kurang atau melebihi jumlah rata-rata dari makanan yang telah disebut di atas, dilihat dari umur dan nafsu makannya. Perkirakan kandungan nutrisi sesuai kebutuhan si kecil.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 29, 2019

Yang juga perlu Anda baca