Panduan Cerdas Mengatur Pola Makan Anak Obesitas

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jika anak sudah masuk kategori obesitas, tandanya Anda perlu mengubah gaya hidup si kecil. Pasalnya, obesitas meningkatkan risiko anak terkena berbagai masalah kesehatan seperti diabetes hingga penyakit jantung. Agar anak tetap sehat, Anda tidak lagi bisa asal dalam menyajikan makanan. Pola makan anak obesitas perlu benar-benar dijaga agar berat badannya tidak terus bertambah. Anda tidak perlu bingung, saya akan menjelaskan pola makan anak obesitas yang sebaiknya diterapkan mulai dari anak didiagnosis obesitas.

Kapan anak dikatakan obesitas?

kegemukan pada anak

Sebelum menerapkan perubahan pola makan, Anda perlu mengetahui lebih dulu batasan obesitas pada anak usia sekolah. Anda bisa memakai tiga klasifikasi yang digunakan dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) 2000, International Obesity Task Force (IOTF) 2006, atu World Health Organization (WHO) 2006.

Saya akan memberikan contoh bagaimana menentukan status gizi obesitas memakai kurva dari CDC 2000 dengan rumus sebagai berikut:

Berat badan anak yang sebenarnya dibagi dengan berat badan ideal berdasarkan tinggi badan dikali 100 persen

(BB sebenarnya/BB ideal x 100%)

  • Jika hasilnya 110-120 persen maka anak masuk kategori overweight (kelebihan berat badan).
  • Jika hasilnya lebih dari 120 persen, maka anak masuk kategori obesitas.

Cara ini memang cukup rumit dan membutuhkan ketelitian. Pasalnya, untuk menentukan BB ideal sendiri perlu dilakukan perhitungan khusus. Oleh karena itu, sebaiknya Anda meminta bantuan dokter anak atau dokter gizi klinik untuk menilainya.

Apa yang terjadi jika anak dibiarkan makan sembarangan?

tanda anak obesitas

Anda tidak bisa menyepelekan efek yang terjadi jika anak obesitas tetap makan sembarangan. Banyak risiko masalah  kesehatan yang dapat menyerang buah hati Anda, seperti:

  • Peningkatan tekanan darah dan kolesterol yang mengganggu fungsi jantung serta pembuluh darah.
  • Gangguan toleransi glukosa, resistensi insulin, dan diabetes.
  • Sumbatan jalan napas saat tidur (obstructive sleep apnea) dan asma.
  • Gangguan pada sendi dan otot.
  • Perlemakan hati, batu empedu, hingga penyakit¬†gastroesophageal reflux (GERD).
  • Masalah kulit seperti rentan terkena infeksi jamur dan jerawat yang berlebihan.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS).
  • Gangguan psikologis seperti menarik diri dari lingkungan sekitarnya, masalah kecemasan, hingga depresi.

Pola makan anak obesitas yang perlu diterapkan

balita makan malam

Untuk menerapkan pola makan anak obesitas, saya membaginya menjadi dua kategori yaitu yang dianjurkan dan perlu dihindari. Berikut rinciannya.

Pola makan yang dianjurkan

Pola makan yang sebaiknya diterapkan pada anak obesitas ialah sebagai berikut:

  • Asupan kalori yang seimbang sesuai kebutuhan anak. Konsultasikan ke dokter gizi klinik untuk mendapatkan takaran yang tepat.
  • Makan dengan teratur, yaitu tiga kali makan besar dan dua kali camilan dalam sehari.
  • Menerapkan pola makan sehat dan kaya gizi seperti sayur, buah, dan produk biji-bijian utuh yang divariasikan tiap hari.
  • Menerapkan kebiasaan minum air putih yang selalu diberikan di antara jadwal makan besar dan camilan.
  • Mengonsumsi protein rendah lemak dari berbagai macam sumber.
  • Mengonsumsi produk susu rendah atau bebas lemak.

Pola makan yang perlu dihindari

Tak hanya menerapkan pola makan yang dianjurkan, Anda juga perlu mencermati apa yang sebaiknya dihindari, yaitu:

  • Makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.
  • Makanan siap saji (junk food) dan makanan instan.
  • Makanan dan minuman tinggi kalori dan gula.
  • Minuman kemasan dan soda.

Bolehkah anak obesitas diet?

Diet untuk anak obesitas boleh-boleh saja dilakukan asalkan dalam pengawasan dokter. Pada dasarnya ada tiga hal yang perlu diperhatikan pada diet anak obesitas. Pertama, menerapkan pola makan yang benar, kedua memberikan aktivitas fisik yang tepat, dan ketiga mengubah perilaku anak dengan menjadikan orangtua sebagai panutan. Tujuannya adalah untuk mencegah kenaikan berat badan dengan menjaga tumbuh kembang yang optimal.

Diet dapat dilakukan dengan cara tetap memberikan makan terjadwal, dengan rincian tiga kali makan besar dan dua kali camilan. Namun, yang berbeda ialah pemilihan jenis makanannya yang lebih rendah kalori dan lebih sehat.

Agar terapi diet pada anak obesitas berhasil, anak harus didukung oleh orang-orang terdekatnya. Sehingga diet tak hanya dilakukan oleh si anak saja tetapi juga melibatkan orangtua, anggota keluarga, teman, dan juga guru di sekolah untuk mencapai keberhasilan. Jadi, orangtua tidak hanya menyuruh anak saja yang makan makanan sehat atau berolahraga tapi seluruh keluarga pun ikut menerapkannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy

    Artikel dari ahli dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.

    Alasan Rasa Susu Sapi Organik Lebih Manis dan Khas

    Selain lebih alami, susu sapi organik juga punya citra rasa yang lebih khas dibanding susu sapi biasa, lho! Bagaimana rasanya? Yuk, cari tahu di sini.

    Ditulis oleh: dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.
    rasa susu organik lebih manis
    Nutrisi, Hidup Sehat 28 Juli 2019

    3 Tips Cerdas Memilih Susu Organik Terbaik Buat Anak

    Susu organik aman dan sehat untuk anak. Namun, supaya anak mendapatkan manfaat yang optimal, pastikan Anda tidak membeli produk organik sembarangan.

    Ditulis oleh: dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.
    memilih susu organik untuk anak
    Nutrisi, Hidup Sehat 27 Juli 2019

    7 Penyebab Paling Umum Anak Kurus dan Cara Ampuh Mengatasinya

    Anak kurus tak melulu disebabkan karena kurang gizi. Faktanya, ada banyak hal yang bisa menyebabkan seorang anak terlihat kurus. Apa saja?

    Ditulis oleh: dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.
    anak kurus
    Parenting, Nutrisi Anak 8 Januari 2019

    Yang juga perlu Anda baca

    Kelebihan Gizi Pada Anak Bisa Berbahaya, Ini yang Harus Dipahami Ortu

    Asupan makanan harian dalam porsi besar bisa membuat anak mengalami gizi lebih. Mari cermati pola makan yang tepat untuk mengatasi gizi lebih pada anak!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Nutrisi Anak 15 Mei 2019 . Waktu baca 9 menit

    Berapa Kalori yang Harus Dipangkas Supaya Berat Badan Anak Obesitas Dapat Turun?

    Mengurangi asupan kalori merupakan cara mengatasi obesitas. Lantas, seberapa banyak kalori harus dikurangi supaya berat badan anak obesitas dapat turun?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Parenting, Nutrisi Anak 23 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

    Kata Penelitian, Sejak Usia 2-6 Tahun Anak Berisiko Obesitas Bahkan Hingga Dewasa

    Obesitas anak tidak langsung terjadi saat dewasa. Rentang usia 2-6 tahun ternyata bisa terus membawa bibit obesitas sampai remaj dan dewasa kelak.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit

    Bahaya Obesitas pada Anak Balita yang Perlu Orangtua Perhatikan

    Anak yang gemuk memang lucu, tapi jika dibiarkan bisa menyebabkan obesitas pada anak balita yang akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan nantinya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Nutrisi Anak 27 Agustus 2018 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    dampak obesitas terhadap kesehatan mental anak

    Obesitas pada Anak Berisiko Terhadap Depresi dan Stres Saat Dewasa

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 9 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
    perkembangan otak anak obesitas

    Obesitas Pada Anak Bisa Memengaruhi Perkembangan Otaknya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
    anak kebanyakan makan cokelat

    Si Kecil Gila Cokelat di Hari Natal? Batasi Asupannya ya, Bu!

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 25 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
    anak obesitas makan lemak

    Apakah Anak Obesitas Masih Boleh Makan Makanan Berlemak?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 20 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit