Pedoman Praktis Makanan untuk Anak Usia 1-3 Tahun

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Memberikan makan anak tentu tidak bisa sembarangan. Pasalnya, makanan dapat menentukan perkembangan serta pertumbuhan buah hati Anda. Apalagi jika anak memasuki usia 1-3 tahun. Pada masa tersebut pola dan kebiasaan makan mereka akan mulai terbentuk. Maka dari itu, Anda harus mempersiapkan makanan anak 1-3 tahun dengan baik dan benar, sesuai dengan kebutuhannya. Bingung makanan apa saja yang harus diberikan pada anak 1-3 tahun dan bagaimana caranya? Simak penjelasan berikut ini.

Pedoman makanan anak 1-3 tahun

Memasuki usia satu tahun, si kecil sudah diperbolehkan untuk makan makanan keluarga. Ini artinya, Anda tak perlu membuat makanan lunak lagi untuk si kecil. Akan tetapi, banyak ibu yang tidak tahu menu makanan seperti apa yang harus diberikan pada si kecil dan tak yakin bagaimana cara pemberiannya. Sebenarnya, pedoman makanan anak 1-3 tahun hampir sama dengan orang dewasa, hal yang harus diatur adalah jenis makanan, porsi makan, serta jadwal makannya.

Jenis makanan anak 1-3 tahun

Jika berpatok pada gizi seimbang, tentunya pemilihan makanan anak 1-3 tahun tidak akan jauh berbeda dengan orang dewasa. Dalam menu makan hariannya, semua bahan makanan harus ada. Mulai dari makanan pokok, lauk nabati, lauk hewani, hingga sayur dan buah-buahan.

Masa ini akan menentukan apakah si kecil akan menjadi anak yang pilih-pilih makanan (picky eater) atau tidak. Hal ini tergantung dengan jenis makanan yang Anda berikan padanya saat itu. Semakin beragam makanan anak, maka ia cenderung tidak akan memilih-milih makanan.

Meskipun sudah bisa makan makanan keluarga, tetapi ketika berusia satu tahun sebaiknya berikan makanan dengan tekstur yang masih agak lunak. Anak baru akan menerima makanan keluarga dengan baik ketika ia berusia 2-3 tahun.

Porsi makan anak 1-3 tahun

Menurut angka kecukupan gizi dari Kementerian Kesehatan, rata-rata kebutuhan kalori anak 1-3 tahun adalah sekitar 1.125 kalori per hari. Jadi, dalam satu hari, Anda dapat membagi kebutuhan makan tersebut dengan porsi yang sesuai, seperti:

  • Makanan pokok. Anda dapat memberikan si kecil nasi, roti, bihun, kentang, atau mi dengan porsi sekitar 150 gram. Porsi ini setara dengan 2 porsi nasi orang dewasa atau sekitar 2 centong nasi.
  • Lauk hewani seperti daging sapi, daging ayam, telur, atau ikan. Dalam satu hari, Anda bisa memberikannya satu porsi lauk untuk satu kali waktu makan. Misalnya di pagi hari Anda memberikannya sebutir telur ayam, di siang hari daging sapi sebanyak 35 gram atau sepotong sedang, dan di sore hari sepotong sedang daging ayam yang setara dengan 40 gram.
  • Lauk nabati seperti tempe, tahu, kacang kedelai, atau kacang merah. Anda dapat memberikan lauk nabati satu porsi untuk satu kali makan. Satu porsi setara dengan 1 potong tahu ukuran besar.
  • Sayur dan buah-buahan. Untuk anak 1-3 tahun, porsi sayur dalam sehari adalah 1½ porsi atau sama dengan 1½ gelas belimbing dan buah-buahan sebanyak 3 porsi.
  • Makanan selingan. Buatkanlah makanan selingan atau camilan untuk si kecil, Anda bisa membuat selingan dari campuran buah, sehingga rasanya lebih enak. Contoh camilan yang bisa Anda berikan yaitu puding, bubur kacang hijau, atau bahkan kue. Buah juga bisa Anda gunakan sebagai makanan selingan bagi si kecil.
  • Susu bisa Anda berikan satu kali dalam sehari sebagai pengganti ASI (bila si kecil sudah berusia lebih dari 2 tahun).

anak makan

Jadwal makan anak 1-3 tahun

Sebaiknya, sedari kecil, anak sudah dibiasakan untuk memiliki jadwal makan yang teratur. Untuk anak 1-2 tahun yang masih diberikan ASI, maka bisa menggunakan skema jadwal berikut:

  • 06.00: ASI
  • 08.00: makan pagi atau sarapan
  • 10.00: makanan selingan
  • 12.00: makan siang
  • 14.00: ASI
  • 16.00: makanan selingan
  • 18.00: makan malam
  • 20.00: ASI

Sementara, jika si kecil sudah tidak ASI lagi, bisa digantikan dengan susu biasa. Bila Anda ingin membuat jadwal makan yang teratur bagi si kecil, sebaiknya jangan memberikan makanan lain di antara jadwal makanan tersebut. Hal ini untuk menghindari si kecil mengalami kegemukan akibat terlalu banyak makan atau makanannya tidak terkendali.

Bila Anda kesulitan dalam membuat merancang menu makanan si kecil sesuai dengan kebutuhan, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli gizi.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca