4 Kebiasaan Makan Anak yang Wajib Diubah Sejak Usia Satu Tahun

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Namanya juga kebiasaan, terkadang Anda tak memikirkan terlalu jauh dan membiarkan saja anak melakukannya, meski Anda tahu ini sebenarnya tak baik. Namun, tentu saja jika tidak diubah, kebiasaan makan anak tersebut bisa membawa pengaruh buruk bagi si kecil, bahkan hingga jangka panjang. Lantas, kebiasaan makan anak yang seperti apa yang harus diubah dan dihilangkan?

Apa saja kebiasaan makan anak yang harus diubah?

1. Tidur sambil ngedot

Kebiasaan anak yang tidur dengan botol berisi susu, jus, atau minuman manis lainnya berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi. Botol dot hanya dianjurkan untuk diberikan pada bayi berusia satu hingga delapan belas bulan. Semakin cepat Anda menghentikan penggunaan botol, akan memudahkan Anda menghadapi ketergantungan si kecil pada botol dotnya. Hindari penggunaan botol ketika Anda menyusui. Jika si kecil sudah berusia 6 bulan, maka sebaiknya berikan ia makanan atau minuman menggunakan cangkir bayi dan batasi penggunaan botol.

Proses menyapih anak dengan tidak menggunakan botol juga sebenarnya cukup sulit. Untuk membantu proses penyapihan, hilangkan penggunaan botol secara bertahap. Awalnya pada siang hari lalu ke pagi dan malam. Anda dapat mengurangi penggunaan botol kecuali menjelang tidur, tapi ingatlah untuk mengisinya hanya dengan air putih. Jika bayi Anda tidak mau minum air putih dalam botol, Anda dapat mencampurnya dengan cairan lain ke dalam air, dan pelan-pelan kurangi jumlahnya sehingga setelah seminggu isi botol bayi Anda adalah hanya air putih.

Sebaiknya, hindari juga mendiamkan anak rewel atau menidurkan anak dengan menggunakan botol. Meski cara ini ampuh, tapi kebiasaan makan seperti ini tak dibutuhkan lagi ketika ia beranjak besar. Pemberian susu saat malam hari hanya berfungsi sebagai hiburan untuk bayi, bukan untuk kebutuhan nutrisi. Jadi, botol akan menjadi “penopang hidup” anak dan mencegahnya belajar untuk tertidur sendiri. Bila si kecil menangis, biarkan ia menangis hingga tertidur. Setelah beberapa malam, anak Anda akan lupa mengenai botolnya. Jika kebiasaan anak ini sangat susah dihilangkan, karena si kecil menginginkan botolnya terus, maka konsultasikan pada dokter.

2. Ngemil  sebelum tidur

Banyak orangtua membiarkan kebiasaan makan anak seperti ngemil sebelum tidur. Sebenarnya, sesekali memberikan balita minum atau snack sehat sebelum tidur masih diperbolehkan, tapi ingatkan anak Anda untuk menyikat gigi setelahnya. Faktanya, memberikan camilan sehat sebelum tidur dapat membantu anak Anda untuk tertidur. Pemberian ASI, susu sapi, atau minuman lainnya, atau bahkan memakan buah dan makanan bernutrisi lainnya dapat membantu anak Anda terlelap.

Nah, yang harus dihindari adalah pemberian camilan yang tinggi kalori, seperti permen atau snack kemasan lainnya. Hal ini hanya akan membuat si kecil kelebihan asupan kalori. Belum lagi, jika terlalu banyak makan manis bisa membuat kesehatan giginya terganggu. Maka itu, apapun camilan yang Anda berikan pada si kecil, biasakan untuk menggosok gigi sebelum tidur.

Jika si kecil Anda membutuhkan hiburan sebelum tidur, berikan selimut, atau mainan yang mudah dipeluk, tapi jangan pernah berikan camilan tinggi kalori yang justru membuatnya segar lagi dan tidak mengantuk.

camilan sehat untuk balita

3. Makan harus disuapi

Ketika berumur 12 bulan, bayi harusnya sudah terbiasa minum dari cangkir dan makan sendiri dengan menggunakan sendok atau tangan. Sementara, saat berusia 15 bulan, anak sudah mampu mengatur jumlah makanan dalam mulutnya. Dia dapat menyendokkan makanan ke dalam sendok dan memasukkannya ke dalam mulut, meskipun terkadang dia bisa meleset dan menumpahkan makanan di detik terakhir. Nah, bila si kecil berusia 18 bulan, maka ia telah bisa menggunakan sendok, garpu, dan gelas.

Kebiasaan makan seperti ini memang harus dilatih sejak ia kecil sehingga Anda tak harus menyuapinya tiap kali ia makan. Jadi, ketika ia sudah beranjak besar, si kecil telah terbiasa makan sendiri. Meskipun memang pada awalnya tak mudah mengajarkan si kecil hal ini.  Terkadang, anak mungkin lebih memilih mengacak-acak makanannya dan memperlakukannya bak mainan. Atau, melempar-lempar peralatan makannya karena merasa bosan.

Namun, jangan menyerah. Justru Anda harus memberikannya pengertian bahwa hal itu tidak baik. Biarkan ia mencoba kembali kebiasaan makan yang baik di waktu makan berikutnya. Jika ingin membentuk kebiasaan makan anak yang baik, jangan lelah untuk terus menerapkannya hingga ia menerapkan perilaku tersebut.

4. Sering makan makanan manis

Kebiasaan makan anak yang satu ini memang agak sulit untuk diubah. Pasalnya, semua anak-anak pasti menyukai makanan manis. Sebenarnya, si kecil sudah terlahir dengan kepekaan terhadap rasa manis. Dia sudah cukup sensitif terhadap perbedaan rasa manis. Coba saja tawarkan ia ubi manis dan kentang panggang, dapat dipastikan anak Anda akan mengambil ubi. Sementara, jika Anda menawarkan ubi manis dengan kue, biasanya kue yang akan menjadi pilihan anak Anda.

Anda tidak perlu khawatir, bukan salah Anda jika anak Anda lebih memilih makanan yang manis dibandingkan makanan sehat seperti sayur. Namun, sebaiknya pilih makanan manis yang lebih sehat dan alami. Misalnya, Anda bisa memberikannya buah-buahan yang sudah punya rasa manis alami ketimbang permen. Anda juga bisa mengakalinya dengan cara memberikan si kecil camilan manis yang Anda buat sendiri. Jadi, Anda bisa tambahkan berbagai macam bahan makanan yang sudah pasti punya kandungan gizi yang tinggi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca