Panduan Memenuhi Kebutuhan Gizi Balita Usia 2-5 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/04/2020
Bagikan sekarang

Memenuhi kebutuhan gizi anak tidak hanya ketika ia mulai MPASI, tetapi juga ketika sudah masuk usia balita. Semakin besar, balita sudah mulai mengerti makanan yang ia sukai dan tidak. Di masa ini, ibu perlu mencari cara agar anak tetap mau makan dengan gizi dan nutrisi yang baik untuk balita. Berikut panduan kebutuhan gizi seimbang pada balita sesuai usia si kecil.

Kebutuhan gizi balita usia dua tahun

Mengutip dari Healthy Children, pola makan anak usia dua tahun harus mengonsumsi makanan sehat tiga kali sehari dan dua kali camilan. Namun memberikan camilan juga ada aturannya, yaitu harus makan makanan yang sehat.

Menu makanannya bisa disesuaikan dengan anggota keluarga lainnya. Mengingat di usia dua tahun balita sudah semakin aktif bicara, Anda bisa memberikan menu makanan sesuai kebutuhan gizi yang seimbang pada balita.

Berikut kebutuhan gizi seimbang pada balita yang sangat mendasar dan perlu diperhatikan:

  • Daging, ikan, telur
  • Susu, keju, dan produk olahan susu lainnya
  • Buah dan sayur
  • Sereal, nasi, kentang

Meski begitu, jenis makanan di atas tidak bisa dipaksakan bila anak sedang tidak selera. Si kecil mudah bosan, sehingga ibu perlu memberi variasi makanan lain tapi masih tetap sehat. Anda bisa memberi pilihan finger food agar anak bisa makan sendiri dan lebih mandiri.

Sementara itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang pada balita adalah:

  • Memberi pilihan makanan sehat untuk keluarga yang beragam.
  • Usahakan untuk memperhatikan porsi makanan untuk anak.
  • Hindari perselisihan ketika sedang makan agar anak tidak trauma.
  • Biasakan duduk ketika makan.

Di usia dua tahun, anak biasanya sudah bisa makan sendiri. Kemampuan makannya sudah sampai tahap bisa memegang sendok sendiri, memegang gelas dengan satu tangan, dan menyuapi makanan sendiri.  

Namun, jika si kecil masih membutuhkan bantuan, Anda bisa mengajarkan anak untuk makan sendiri secara perlahan.

Suplemen dan vitamin untuk kebutuhan gizi balita

Sebenarnya, suplemen dan vitamin jarang diperlukan untuk anak balita dua tahun bila menu makanan dan gizinya sudah tercukupi.

Di usia ini misalnya kebutuhan zat besi sangat penting dan bisa didapatkan dengan mengonsumsi daging dan sayuran yang kaya zat besi.

Namun, bila dirasa kurang, Anda bisa memberikan vitamin zat besi tambahan agar terhindar dari anemia akibat kekurangan zat besi

“Pilihlah vitamin yang formulasinya cair, untuk anak usia dua tahun. Kemudian diskusikan dengan dokter apakah sudah bisa diberikan tablet kunyah atau belum,” jelas Elisa Zied dari American Dietetic Association, mengutip dari WebMD.

Suplemen makanan ini mampu meningkatkan daya tahan tubuh balita. Selain zat besi, suplemen kalsium yang mengandung vitamin D juga penting untuk si kecil.

Langkah kecil yang bisa dilakukan adalah berjemur setiap pagi hari sebelum jam 9 pagi selama 10-15 menit.

Kebutuhan gizi pada balita usia tiga tahun

Menginjak usia tiga tahun, anak semakin sering mencoba berbagai makanan yang dilihatnya. Hal ini tentu saja tidak terkecuali jajanan yang kurang sehat. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang bisa ibu lakukan, yaitu:

Ikuti menu makanan yang diinginkan anak

Bukan berarti Anda memberi jajanan yang tidak sehat setiap hari, tapi bisa memberi pilihan lain yang disukai anak. Jika anak menyukai gorengan, Anda bisa membuatnya di rumah dengan bahan-bahan dan minyak yang lebih bersih. 

Terkadang anak menyukai satu makanan dan ingin terus memakannya selama satu minggu. Memang terasa mengesalkan, tapi ini wajar terjadi di usia anak tiga tahun. Selama makanan tersebut memenuhi kebutuhan gizi pada balita, tidak perlu khawatir. 

Memberi variasi menu makanan bergizi

Saat menghidangkan menu makanan, beri beberapa pilihan yang bergizi dan biarkan anak untuk memilih. Sebagai contoh, Anda bisa menyediakan sayur bayam, tempe, tahu, dan ayam goreng.

Berbagai menu makan yang variatif itu cukup untuk memenuhi gizi pada balita. Jadi, kalau anak hanya memilih dua dari makanan tersebut, gizinya masih tercukupi.

Angka Kecukupan Gizi (AKG) balita usia 1-3 tahun

Sebagai acuan, menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013, kebutuhan gizi makro harian balita usia satu sampai tiga tahun meliputi  yaitu:

  • Energi: 1125 kilokalori (kkal)
  • Protein: 26 gram
  • Karbohidrat: 155 gram
  • Lemak: 44 gram
  • Air: 1200 milimeter (ml)
  • Serat: 16 gram

Sementara kebutuhan zat gizi mikro harian anak, meliputi:

Vitamin

  • Vitamin A: 400 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 6 miligram (mg)
  • Vitamin K: 15 mcg

Mineral

  • Kalsium: 650 gram
  • Fosfor: 500 gram
  • Magnesium: 60 mg
  • Natrium: 1000 mg
  • Besi: 8 mg

Berbagai mineral di atas merupakan kebutuhan gizi makro dan mikro pada balita perlu dipenuhi agar kesehatan si kecil tetap terjaga. Konsultasikan ke dokter untuk informasi lebih lanjut dan menyesuaikan dengan kondisi anak.

Kebutuhan gizi pada balita usia 4-5 tahun

Di usia empat sampai lima tahun atau usia prasekolah, perubahan nafsu makan anak sangat normal terjadi. Berikut panduan porsi makan pada balita agar gizi tetap terpenuhi, mengutip Cleveland Clinic:

Karbohidrat

Dalam sehari, konsumsi karbohidrat untuk anak 4-5 tahun setidaknya enam kali sehari dengan ketentuan makan sedikit-sedikit tapi sering. Beberapa pilihan menunya:

  • Satu lembar roti tawar
  • Empat sampai enam biskuit
  • Setengah porsi nasi, pasta, atau sereal

Anda bisa memberikan sumber karbohidrat secara selang-seling supaya anak tidak bosan.

Buah dan sayur

Untuk kedua jenis makanan ini, setidaknya dikonsumsi lima kali dalam sehari. 

  • Sayur dengan beragam jenis
  • Jus buah
  • Setengah porsi buah potong

Biarkan anak memilih sendiri makanan yang ingin disantap.

Produk olahan susu

Anak disarankan mengonsumsi produk olahan susu sekitar tiga kali dalam sehari, rekomendasinya:

  • Setengah gelas susu atau yogurt
  • 28 gram keju

Anda tidak perlu memberi susu rendah lemak untuk balita karena ia masih dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan lemak.

Daging dan lemak

Untuk daging, bisa dikonsumsi setiap dua kali dalam sehari. Sementara lemak, tiga sampai empat kali sehari yang diberikan setiap masakan. 

  • 1-3 sendok makan daging sapi, ayam, dan ikan
  • 4-5 sendok makan kacang-kacangan
  • 1 buah telur
  • 1 sendok makan margarin, minyak, dan butter

Pilih lauk sesuai dengan keinginan si kecil.

Hal yang harus dihindari saat memberi makan anak

Ketika memberi makanan pada anak, sangat penting menghindari kondisi tersedak yang bisa membahayakan si kecil. Berikut jenis makanan yang sebaiknya tidak diberikan atau diberikan tapi dengan pengawasan:

  • Tipe makanan licin (anggur utuh, sosis, bakso, permen)
  • Makanan berukuran kecil (kacang-kacangan, keripik, popcorn)
  • Makanan yang lengket (selai, marshmallow)

Untuk mengatasinya, selalu potong makanan si kecil menjadi potongan kecil yang mudah dikunyah dan selalu perhatikan setiap dia makan agar tidak tersedak.

Selain itu, dengan memperhatikan anak saat makan bisa membuat Anda tahu bila si kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Ini penting agar ia bisa segera ditangani oleh dokter.

Cara mengatasi kebiasaan makan yang buruk pada anak

Tidak jarang, anak sering bertingkah ketika sedang makan yang membuat gizi balita terganggu. Redam emosi Anda dan ini yang bisa dilakukan:

  • Terapkan aturan makan yaitu makan 30 menit, sambil duduk, tidak dengan menonton televisi atau video dan tidak dengan bermain.
  • Berikan makanan dalam porsi kecil.
  • Mengenalkan makanan satu per satu agar anak tidak bingung.
  • Angkat piring atau mangkuk ketika anak mulai memainkan makanan.
  • Sajikan beberapa jenis makanan, lalu biarkan anak memilih.
  • Makan bersama anggota keluarga lain.
  • Membersihkan mulut dan tangan setelah anak makan.

Anda bisa melakukan cara di atas agar pemberian gizi seimbang pada balita tetap bisa berjalan dengan baik.

Mencegah anak kelebihan berat badan

Bila anak Anda terlalu banyak makan sampai kelebihan berat badan, hal pertama yang wajib dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter. 

Berikut cara mencegah berat badan berlebih pada anak:

  • Mengatur jadwal ngemil untuk menjaga ritme makan anak
  • Perhatikan cemilan anak, jika anak sering mengonsumsi camilan manis, ganti dengan buah.
  • Setelah anak usia 2 tahun, bisa diberikan susu rendah lemak.
  • Ajak di kecil berolahraga.
  • Sesuaikan porsi makan dengan usianya dan jangan berlebihan.

Bila Anda ingin mencegah kenaikan berat badan pada anak, beberapa langkah di atas bisa membantu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Nutrisi yang Penting untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Daya tahan tubuh berperan sebagai pelindung anak agar terhindari dari penyakit. Kenali nutrisi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Beragam Manfaat Beta Glucan untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Beta glucan memberikan manfaat untuk tumbuh kembang anak. Yuk sertakan nutrisi ini untuknya dan ketahui apa peran beta glucan untuk kesehatan anak.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi tidak hanya tugas orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lalu, seberapa banyak kebutuhan cairan anak balita?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Seberapa Penting Kebutuhan Karbohidrat untuk Balita Usia 2-5 Tahun?

Menjaga asupan nutrisi dan gizi anak agar tetap seimbang sangat penting demi pertumbuhannya. Berikut kebutuhan karbohidrat balita usia 2-5 tahun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Direkomendasikan untuk Anda

susu formula whey protein untuk anak

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
agar bab lancar dan tidak keras

6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
nutrisi untuk daya tahan tubuh anak

Peran dan Manfaat Nutrisi dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
vitamin pencernaan anak

Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020