Nasi merupakan makanan pokok orang Indonesia, sampai-sampai banyak orang yang beranggapan bahwa belum makan kalau tidak makan nasi. Makanan pertama yang biasa diberikan ke anak pun adalah nasi dalam bentuk bubur. Karena dari kecil sudah diberi nasi, tak heran jika sebagian besar dari kita suka makan nasi. Namun, beberapa anak ada juga yang tidak suka makan nasi, salah satunya mungkin anak Anda. Tapi, apakah Anda harus khawatir jika anak tidak suka makan nasi?

Nasi bukan hanya sumber karbohidrat

Makanan pokok biasanya adalah berupa sumber karbohidrat. Mengapa? Karena karbohidrat merupakan sumber energi utama yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas. Karbohidrat merupakan zat gizi yang paling mudah dibakar oleh tubuh untuk menghasilkan energi dibandingkan dengan nutrisi utama lain, yaitu protein dan lemak. Kebutuhan tubuh akan karbohidrat sendiri cukup besar, yaitu antara 45-65% dari total kalori yang dibutuhkan per hari.

Nah, salah satu sumber karbohidrat utama bagi kebanyakan masyarakat Indonesia adalah nasi. Hal ini didukung oleh sumber daya yang mudah ditemukan di tanah Indonesia adalah padi atau beras. Maka tak heran, jika konsumsi nasi oleh sebagian besar penduduk Indonesia sangat besar per harinya.

Selain sebagai sumber karbohidrat, nasi juga menyimpan nutrisi yang sangat banyak, seperti kalsium, zink, kalium, magnesium, dan vitamin B kompleks. Bagi anak-anak, nasi termasuk makanan yang mempunyai risiko alergi sangat rendah dan mudah untuk dicerna. Jadi, sebenarnya nasi merupakan makanan yang baik untuk anak.

Lalu, bagaimana jika anak tidak suka makan nasi?

Beberapa anak mungkin tidak suka makan nasi karena teksturnya, rasanya, bentuknya, atau hal lain yang membuat nasi tidak familiar di lidah mereka. Hal ini mungkin membuat Anda sebagai ibu bingung harus memberi makan anak apa. Selanjutnya, hal ini tentu membuat Anda khawatir mengenai gizi anak Anda.

Namun, sebenarnya Anda tidak perlu khawatir jika anak tidak suka makan nasi. Walaupun memang nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat yang utama, tapi nasi bukan merupakan satu-satunya sumber karbohidrat. Masih banyak sumber karbohidrat utama lain yang bisa memenuhi kebutuhan karbohidrat anak Anda. Contohnya, roti, kentang, mie, pasta, dan lainnya. Tak hanya itu, gula, tepung, buah, dan sayuran juga bisa menjadi sumber karbohidrat, tapi bukan yang utama.

Berbagai jenis karbohidrat

Perlu Anda ketahui, karbohidrat dibagi dalam beberapa jenis, yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Perbedaan pada kedua jenis karbohidrat tersebut terletak pada struktur kimianya dan seberapa cepat tubuh dapat mencernanya.

  • Karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat ini lebih lama dicerna tubuh dibandingkan karbohidrat kompleks. Biasanya makanan yang berserat merupakan sumber karbohidrat kompleks. Contohnya, kentang, jagung, oat, gandum, sereal, sayuran, serta buah.
  • Karbohidrat sederhana. Merupakan jenis karbohidrat yang paling mudah dicerna tubuh. Tak heran jika jenis karbohidrat ini bisa dengan cepat menaikkan gula darah. Positifnya, jenis karbohidrat ini dapat menyediakan energi bagi tubuh dengan cepat. Namun sayangnya, makanan yang merupakan sumber karbohidrat sederhana biasanya tidak banyak mengandung nutrisi atau bisa juga disebut nol gizi, serta bisa menyumbang kelebihan kalori dalam tubuh. Contoh makanan sumber karbohidrat sederhana adalah permen, gula, kue, sirup, serta makanan dan minuman manis lainnya.

Jadi, dengan memberikan alternatif sumber karbohidrat lain selain nasi, Anda tidak perlu khawatir anak Anda akan kekurangan karbohidrat. Namun, jangan lupa untuk selalu memperhatikan nilai gizi yang terkandung dalam setiap makanan. Pastikan gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral) untuk si buah hati Anda sudah tercukupi dengan baik.

Baca Juga:

Sumber
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan buku berjudul "Gizi Anak dan Remaja" bersama dengan kedua dosennya di 2017. Kecintaannya pada dunia gizi, terutama gizi untuk ibu, bayi, anak, sampai remaja, membuatnya ingin terus menghasilkan karya tulisan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Hal ini karena ia sadar bahwa fase ibu dan anak adalah fondasi awal untuk menciptakan generasi yang hebat.
Selengkapnya
Artikel Terbaru