Boleh dan Amankah Ibu dengan Kanker Payudara Menyusui Bayinya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit mematikan pada wanita. Itulah sebabnya, pasien perlu menjalani pengobatan hingga sel kanker terbunuh. Jika Anda didiagnosis menderita kanker payudara, tapi sedang menyusui, Anda tentu akan khawatir. Apakah boleh dan aman ibu yang memiliki kanker payudara menyusui bayinya?

Bolehkah ibu dengan kanker payudara menyusui bayi?

Penyakit kanker payudara menandakan adanya sel-sel abnormal pada jaringan payudara. Tanpa perawatan, sel kanker akan menyerang sel sehat lainnya, seperti tulang dan paru.

Orang yang mengalami penyakit ini perlu menjalani pengobatan, mulai dari kemoterapi (terapi obat-obatan), radiasi (terapi menggunakan sinar X-ray), dan proses pengangkatan sel kanker.

Bagi ibu yang sedang menyusui, kanker payudara perlu mendapatkan perhatian ekstra. Pasalnya, sang ibu perlu mendapatkan pengobatan, sementara bayi perlu mendapatkan ASI untuk asupan nutrisinya.

Jadi, apakah boleh bila seorang ibu yang memiliki kanker payudara menyusui bayinya?

Boleh atau tidaknya pasien kanker payudara menyusui buah hatinya bergantung pada perawatan yang dijalani.

Hal ini lantaran menurut American Pregnancy Association obat kanker payudara, seperti yang digunakan saat kemoterapi, dapat mengalir dalam ASI dan terminum bayi dan berpotensi menyebabkan anak keracunan.

Selain itu, perawatan untuk kanker juga bisa memengaruhi produksi ASI. Itu sebabnya, biasanya dokter akan menganjurkan sang ibu untuk tidak menyusui selama menjalani perawatan.

Sementara ibu yang menjalani terapi radiasi, akan dievaluasi terlebih dahulu jenis radiasi yang digunakan dan lamanya pengobatan. Dokter akan menjelaskan efek samping radiasi yang mungkin mengganggu proses menyusui, seperti elastisitas puting yang menurun atau produksi ASI yang berkurang.

Kemudian, bagi ibu menyusui yang perlu menjalani pembedahan untuk mengangkat sel kanker di payudara, konsultasi lebih lanjut dibutuhkan. Ahli bedah akan mengevaluasi apakah perawatan tersebut dapat merusak saluran ASI atau tidak.

Berbagai obat kanker payudara yang memengaruhi ASI

obat kanker mulut

Cukup banyak obat kanker yang bisa tercampur dalam ASI atau mengurangi produksinya. Berikut daftar obat kanker payudara yang bisa memegaruhi ASI.

  • Everolimus. Kandungan obat dapat bertahan selama 2 minggu dalam tubuh. Jadi, Anda perlu menunggu waktu 2 minggu setelah dosis terakhir bila ingin menyusui bayi.
  • Palbociclib dan Ribociclib. Bahan kimia obat ini dapat bertahan hingga 3 minggu. Jadi, beri jeda selama waktu yang ditentukan setelah diberi dosis obat terakhir.
  • Tamoxifen. Obat ini dapat mengurangi produksi ASI pada ibu menyusui.

Solusi jika ibu dengan kanker payudara tidak boleh menyusui

Jika Anda disarankan oleh dokter untuk tidak menyusui karena keamanan ASI masih diragukan, Anda bisa mencoba cara alternatif, yaitu pompa ASI. Anda perlu memompa ASI setiap hari untuk pasokan makanan bayi. Namun, hasil pompaan awal ASI perlu dibuang untuk mencegah adanya endapan obat.

Bila ASI dinyatakan aman oleh dokter, Anda boleh memberikan ASI tersebut pada bayi lewat botol susu. Menyusui dengan cara ini memang tidak mudah, jadi mintalah bantuan dokter untuk memastikan keamanan ASI.

Bila ibu menyusui selesai menjalani perawatan kanker payudara

Setelah perawatan kanker berakhir, Anda tidak boleh langsung menyusui bayi seperti biasanya. Kecuali, jika dokter memberi lampu hijau.

Pada kebanyakan kasus, Anda perlu menunggu sampai tubuh Anda kembali pulih dan efek obat sudah menghilang dari ASI. Jadi, lakukan konsultasi berkelanjutan dengan dokter dan ahli gizi agar Anda bisa kembali memberikan ASI secara normal dan bayi dapat tumbuh berkembang sesuai dengan baik.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca