4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/04/2020 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Meski demam merupakan bagian dari proses saat tubuh melawan bakteri, tetap saja Anda pasti merasa khawatir dan tidak tega melihat anak merasa tidak nyaman. Oleh sebab itu, seringkali orang tua melakukan berbagai tindakan dalam upaya menurunkan suhu badan saat anak demam, seperti memberikan obat. Padahal, perlu Anda ketahui demam biasanya akan hilang dengan sendirinya dan tidak memerlukan pengobatan atau perawatan yang terlalu serius. Jadi. jangan melakukan tindakan tanpa mengetahui konsekuensinya sebab terdapat beberapa hal yang bisa berisiko bagi si kecil. Alih-alih demam turun, anak malah mengalami gangguan kesehatan lain.

Upaya mengatasi demam pada anak yang perlu dihindari

Sebagian orang tua masih melakukan beberapa tindakan untuk mengatasi demam tanpa tahu efektivitas dan dampaknya terhadap anak. Oleh karena itu, Anda perlu tahu apa saja hal yang sebaiknya tidak dilakukan meski tujuan sebenarnya adalah untuk mengatasi demam pada anak.

Keliru memilih obat untuk menurunkan demam anak

obat batuk anak

Hal pertama yang mungkin terlintas pertama di pikiran orang tua ketika mendapati si kecil mengalami peningkatan suhu pada tubuh adalah memberikan obat. Namun, Anda perlu teliti dan cermat memberikan obat yang aman untuk mengatasi demam.

Perhatikan kandungan yang tertera pada kemasan. Jangan memberikan obat yang biasa dikonsumsi orang dewasa, contohnya seperti aspirin.

Anda dapat memilih obat untuk mengatasi demam dengan kandungan paracetamol dan dalam bentuk cair agar lebih mudah dikonsumsi anak.

Mencoba menurunkan panas dari luar

demam pada anak

Cara yang dipercaya dapat mengatasi demam pada anak ini cukup banyak dilakukan orang tua. Contoh yang cukup sering ditemukan adalah menggunakan kompres dengan kain yang dibasahi air dingin. Hal ini ternyata hanya mendinginkan bagian luar atau permukaan tubuh saja, tidak sepenuhnya membantu meredakan demam.

Jika ingin membuat anak merasa lebih nyaman, tindakan lain seperti mengenakan pakaian tipis dan membiarkan angin masuk dapat Anda lakukan. Saat anak merasa kedinginan pun tidak perlu terlalu menyelimutinya terlalu berlebihan.

Demam tidak harus selalu mendapat perawatan khusus

Perlu Anda ketahui, kepercayaan atau mitos bahwa demam pada anak tidak harus selalu diobati, tidak sepenuhnya benar. Saat akan mengobati atau merawat demam anak, Anda perlu mempertimbangkan keadaan atau kondisi anak, bukan melihat seberapa tinggi suhu badan.

Anda baru dapat berupaya menurunkan demam pada anak ketika mendapati si kecil rewel, terlihat tidak nyaman, atau terganggu dengan kondisi yang dialaminya.

Membiarkan anak kekurangan cairan

anak demam akibat parvovirus adalah

Anda seharusnya perlu tahu pentingnya memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Saat dalam kondisi normal saja, anak perlu cairan agar tubuh dapat bekerja secara normal, apalagi ketika mengalami demam.

Mendorong untuk lebih banyak minum merupakan cara mengatasi demam pada anak yang sederhana tapi sangat penting untuk dilakukan. Ketika temperatur tubuh naik, si kecil dapat lebih cepat kehilangan cairan tubuh. Jadi Anda perlu terus memberikan anak air setiap kali mendapat kesempatan.

Sebagai orang tua, Anda perlu peka terhadap setiap kondisi kesehatan yang terjadi pada anak, termasuk demam. Namun tidak perlu panik dan melakukan hal yang berlebihan.

Ingat, demam biasanya akan hilang dalam dua atau tiga hari. Melakukan tindakan seperti kompres es atau mengenakan pakaian yang terlalu berlebihan sudah tidak lagi direkomendasikan untuk menurunkan demam pada anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Gejala Coronavirus COVID-19 yang Perlu Anda Waspadai

Wabah COVID-19 telah menyebar ke seluruh dunia dengan cepat. Kenali beberapa gejala coronavirus COVID-19 yang perlu Anda perhatikan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 12/02/2020 . 10 menit baca

Gejala Demam pada Anak yang Tidak Boleh Orang Tua Abaikan

Demam biasa merupakan hal yang umum terjadi pada anak. Namun terdapat beberapa gejala demam pada anak yang perlu diingat orang tua selain suhu badan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 28/01/2020 . 4 menit baca

Tidak Perlu Panik, Begini Cara Mengatasi Demam pada Anak di Malam Hari

Anak demam malam hari dapat terjadi.Tetap tenang dan ketahui gejala selain demam yang terjadi lalu lakukan tindakan yang sesuai.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 27/01/2020 . 4 menit baca

Tips Menjaga Kesehatan Anak agar Tak Mudah Terserang Penyakit

Anda pasti bingung pada anak yang tidak mudah jatuh sakit. Apa, sih, rahasia orang tuanya dalam menjaga kesehatan anak sehingga selalu sehat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Anak, Parenting 23/01/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mimpi buruk saat demam

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
flu pada anak

Kapan Harus Menemui Dokter Spesialis Saat Flu Anak Tak Kunjung Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020 . 4 menit baca
cara alami mengatasi demam pada anak

Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . 4 menit baca
sakit kepala jenis gejala hantavirus

Mengenal Jenis-Jenis Hantavirus, Virus dari Tikus yang Dapat Mematikan

Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19/03/2020 . 4 menit baca