3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mendapati anak yang sakit bisa jadi merupakan peringatan untuk orang tua bahwa terdapat sesuatu yang salah dalam tubuhnya. Sebenarnya, tubuh memiliki sistem pertahanan yang dapat mencegah terjadinya sebuah penyakit. Namun, ketika fungsi sistem imun menurun, dampaknya akan segera dirasakan. Untuk itu, penting untuk mengetahui tanda atau ciri-ciri ketika sistem imun sedang tidak dalam kondisi normal, terutama pada anak.

Apa saja gejala atau tanda ketika sistem imun anak menurun?

Ketika sistem imun bekerja normal dan sebagaimana mestinya, kesehatan anak biasanya sudah terjamin. Namun, terkadang sistem pertahanan tubuh ini mengalami masalah.

Setidaknya terdapat 80 jenis penyakit yang disebabkan oleh masalah pada sistem imun manusia. Untuk mengetahui penyebab pasti, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Untuk mengenali penurunan sistem imun pada anak, berikut beberapa tanda atau ciri yang dapat menjadi bahan pertimbangan Anda.

Sering sakit atau infeksi yang berulang

sistem imun menurun

Ciri pertama ketika sistem imun menurun adalah anak sering sakit atau mengalami infeksi yang berulang. Apabila si kecil memerlukan antibiotik lebih dari empat kali dalam setahun, berarti tubuhnya tidak mampu melawan serang bakteri atau virus.

Contoh penyakit yang sering dialami anak secara berulang atau yang sering menyerang anak, yaitu seperti pilek, demam, dan flu.

Cepat merasa lelah atau capek

sistem imun menurun

Ketika si kecil terlihat selalu kelelahan atau lemas seperti sedang flu, hal tersebut dapat menjadi pertanda bahwa terjadi sesuatu dalam sistem pertahanan tubuh.

Ketika sistem imun bermasalah, tingkat energi juga ikut terganggu. Rasa lelah terjadi akibat tubuh mencoba menyisakan energi agar sistem imun tetap bekerja melawan bakteri.

Mengalami masalah pencernaan

sistem imun menurun

Jika anak mengalami masalah pencernaan seperti sering diare, buang gas, atau sembelit, tandanya sistem kekebalan tubuh terganggu.

Hampir 70% sistem imun terdapat dalam saluran pencernaan. Bakteri sehat dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya melindungi usus dari infeksi dan mendukung sistem imun.

Ketika jumlah bakteri baik ini menurun, anak pun akan rentan terserang virus, peradangan kronis, dan bahkan gangguan autoimun.

Lalu bagaimana cara mengembalikan sistem imun anak agar kembali normal?

Orang tua pasti khawatir ketika mendapati anak mengalami beberapa gejala di atas yang menunjukkan terjadi masalah pada sistem imun.

Untuk membantu kekebalan tubuh kembali bekerja dan melindungi sang buah hati, perubahan gaya hidup dan kebiasaan dapat secara alami mengatasinya.

  • Mengonsumsi makanan seimbang, seperti protein, sayur, dan buah
  • Mendapat durasi tidur yang cukup
  • Ajak atau dorong anak untuk bergerak aktif dan berolahraga
  • Lakukan vaksinasi sesuai anjuran dokter
  • Menjaga berat badannya agar tetap ideal

Selain asupan nutrisi dari makanan sehari-hari, Anda dapat memberikan tambahan suplemen yang tentunya bermanfaat bagi sistem imun anak. Contohnya adalah susu formula yang dilengkapi kandungan prebiotik, beta-glucan, dan PDX/GOS.

Semua kandungan tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus agar sistem imun tetap bekerja aktif melawan bakteri dan virus penyebab penyakit.

Sistem imun atau kekebalan tubuh merupakan benteng pertahanan utama dalam tubuh anak untuk melawan berbagai jenis serangan penyakit. Ketika sistem imun menurun, anak jadi rentan sakit.

Oleh karena itu, kenali tanda atau ciri-ciri ketika terjadi masalah dengan sistem imun anak sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
Parenting, Nutrisi Anak 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Orangtua pasti cemas bukan main melihat anaknya bolak-balik BAB. Tenang dulu. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati diare pada anak di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyakit Kawasaki

Penyakit kawasaki adalah penyakit langka yang sering terjadi pada anak-anak. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan penyakit kawasaki di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Memaksa Anak Jago Olahraga

Banyak orangtua yang memaksa anak untuk berprestasi dalam olahraga. Ambisi orang tua yang lebih besar membuat olahraga bagi anak kehilangan manfaat aslinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Distrofi Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
asi campur susu formula sufor

Bolehkah Mencampurkan Pemberian ASI dan Susu Formula untuk Bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
imunisasi bayi dan anak

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit