Perlukah Anak Pakai Skin Care? Seperti Apa Produknya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menggunakan skin care secara rutin merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan jika ingin memiliki kulit yang sehat dan bersih. Biasanya, pemakaian skin care dimulai ketika seseorang mulai beranjak remaja, karena pada saat itulah kulit mulai berubah dan muncul berbagai masalah seperti jerawat. Namun, bagaimana dengan bayi dan anak-anak? Apakah anak-anak boleh pakai skin care?

Bolehkah anak-anak pakai skin care?

Produk skin care alami

Sebenarnya, kulit memiliki mekanisme perlindungan alami yang disebut sebagai fungsi penghalang. Ada yang mengatakan bahwa kulit bayi yang baru lahir punya fungsi penghalang yang setara dengan kulit orang dewasa.

Fungsi penghalang kulit merupakan lapisan terluar sel kulit bersama matriks lipid yang terdiri dari ceramide dan asam lemak. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi kulit dari iritasi lingkungan eksternal dan radikal bebas.

Konsepnya sama seperti dinding batu bata. Sel-sel kulit yang kering diibaratkan seperti batu batanya, sedangkan semen penghubung batu batanya adalah matriks lipid tadi.

Karakteristik penghalang ini kedap air, sehingga akan mencegah hilangnya air di kulit yang nantinya dapat menjadi penghalang masuknya iritasi yang berbahaya.

Namun, tetap saja kulit bayi dan anak kecil memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Kulit bayi dan anak-anak tentunya lebih lembut, sensitif, dan rapuh.

Selain itu, perkembangan kulit anak-anak juga masih berlangsung pada tahun-tahun awal pertumbuhan. Beberapa struktur kulit tertentu seperti kelenjar sebasea yang berfungsi sebagai pelembab kulit, masih belum bekerja maksimal seperti kelembapan kulit remaja.

Bahkan anak kecil lebih berisiko terkena gangguan pada fungsi penghalang karena kulit mereka memiliki kandungan air yang lebih tinggi. Kulit anak kecil juga memiliki faktor pelembab alami yang jauh lebih rendah.

Terlebih bayi yang baru lahir tidak memiliki mantel asam yang berfungsi menyeimbangkan lipid antar sel untuk mempertahankan hidrasi kulit. Mantel asam ini baru terbentuk selama bulan pertama bayi lahir.

Lapisan kulit anak kecil 30% lebih tipis daripada kulit orang dewasa. Faktor ini dapat meningkatkan risiko anak kecil terhadap penyakit kulit yang diakibatkan oleh paparan sinar UV. Bukan hal yang mustahil jika nantinya akan muncul risiko terhadap kanker kulit sejak dini.

Memilih skin care untuk anak-anak

jenis penyakit kulit pada anak

Setelah mengetahui betapa sensitif dan rentannya kulit anak-anak, penggunaan skin care tentunya diperlukan untuk memberikan perlindungan ekstra pada kulit bayi.

Anda tentunya harus lebih memperhatikan saat membersihkan kulit anak Anda karena hal ini akan berpengaruh pada kesehatannya.

Apalagi jika anak Anda berada di golongan usia yang sedang aktif-aktifnya mengeksplorasi lingkungan di sekitar seperti 3-5 tahun. Anak-anak tersebut rentan terhadap paparan kotoran setelah seharian bermain di luar, juga ketika mereka makan sendiri tak jarang sisa-sisa makanan menempel di pipi.

Namun, tentu saja skin care yang dimaksud untuk anak bukanlah seperti produk untuk orang dewasa. Anda harus mempertimbangkan perbedaan struktur kulit anak-anak ketika ingin menggunakan produk yang tepat.

Produk yang Anda pilih untuk memandikan anak juga harus diperhatikan. Lebih baik pilihlah sabun atau produk lainnya yang tidak mengandung pewangi. Pasalnya, produk yang memiliki pewangi biasanya memiliki kandungan zat kimia yang terlalu keras untuk kulit anak-anak.

Agar kulit anak tetap lembab, produk skin care yang bisa digunakan adalah moisturizer. Terutama jika anak Anda lebih sering berdiam di ruangan ber-AC.

Dr. Tsippora Shainhouse, seorang ahli dermatologis, menyarankan untuk menggunakan pelembab yang terbuat dari krim dibanding lotion karena lebih tahan lama dan tidak cepat mengering.

Untuk memilih produk pelembab yang tepat, Anda tidak harus membeli pelembab khusus untuk anak-anak. Pelembab tanpa kandungan pewangi juga bisa digunakan.

Pelembab dioleskan pada kulit sekitar tiga menit setelah mandi atau sebelum tidur. Gunanya, pemakaian pelembab akan bantu mempertahankan hidrasi kulit yang didapatkan ketika mandi.

Penting juga untuk menggunakan produk pelindung ketika pergi ke tempat-tempat yang terdapat banyak nyamuk dan serangga. Selain menggunakan pakaian dan celana panjang, oleskan juga produk tersebut sebelum bepergian. Pilihlah produk yang mengandung 10-30 % DEET.

Jangan gunakan produk di sekitar mata dan mulut, tidak disarankan pula digunakan pada bayi di bawah dua bulan.

Anak juga perlu menggunakan sunscreen

skin care
Sumber: Naukrinama.com

Kulit sebetulnya butuh asupan vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari. Namun seperti yang sudah dijelaskan, lapisan kulit anak kecil yang lebih tipis membuatnya lebih sensitif terhadap sinar UV. Oleh karena itu, anak juga perlu menggunakan sunscreen.

Pilih produk sunscreen untuk melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Sunscreen juga sebaiknya tahan air dan mengandung SPF 30. Untuk anak yang memiliki kulit sensitif, pilih sunscreen dengan bahan zinc oksida dan titanium oksida.

Bahan tersebut secara fisik akan menghalangi sinar matahari menembus kulit dan tidak akan menimbulkan rasa panas. Iritasi yang ditimbulkan dari bahan tersebut juga lebih sedikit dibanding dengan sunscreen yang mengandung zat kimia lainnya.

Ingatlah bahwa dengan menggunakan sunscreen bukan berarti Anda bisa membiarkan anak bermain di luar ruangan dalam waktu yang lama. Tetaplah batasi paparan sinar matahari pada anak dan aplikasikan ulang susncreen setiap dua jam sekali.

Jika anak Anda memiliki masalah kulit seperti eksim, kemerahan, atau kulit bayi sensitif pastikan dulu kepada dokter bahwa produk skin care yang digunakan memang aman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ternyata, masalah jerawat juga bisa muncul gara-gara kacamata yang Anda gunakan setiap hari. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat dan Cara Aman Pakai Skin Care yang Mengandung Asam Aktif

Pemakaian skin care dengan kandungan asam aktif tidak boleh sembarangan. Alih-alih memberikan manfaat untuk kulit, malah bisa merusak kelembapan kulit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Perawatan Kulit, Kecantikan 8 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Memilih Sabun untuk Kulit Bayi yang Sensitif

Kulit bayi masih sangat sensitif, untuk itu Anda perlu memilih sabun yang tepat. Bagaimana cara memilih sabun bayi untuk kulit sensitif?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah ruam popok

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
masalah kulit pada bayi

Ibu, Ini 9 Penyakit Kulit yang Paling Umum Dialami Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit