Tips Pintar Merawat Tali Pusat Bayi yang Terinfeksi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/03/2018
Bagikan sekarang

Bahagia rasanya begitu dipertemukan dengan sang buah hati setelah sembilan bulan penantian. Namun Anda mungkin panik dan bingung ketika melihat tali pusat bayi terinfeksi. Apa penyebab infeksi pada tali pusat bayi, dan bagaimana cara mengatasinya? Simak jawabannya di bawah ini.

Apa penyebab tali pusat bayi terinfeksi?

Normalnya, tali pusat akan mengering dan terlepas sendiri dari tubuh bayi. Tali pusat bayi umumnya akan lepas setelah 1 minggu bayi dilahirkan, tapi ada pula yang baru lepas (puput) setelah 10-14 hari.

Perawatan tali pusat yang salah dan kurangnya kebersihan selama waktu tersebut dapat menyebabkan infeksi oleh bakteri yang hinggap dari lingkungan sekitar. Kondisi tali pusat yang dibiarkan terus basah atau lembap dari urin, air liur bayi, atau cairan lainnya juga dapat memicu infeksi. Pasalnya, lingkungan yang lembap adalah tempat ideal bagi bakteri berkembang biak. Selain itu, memijat perut bayi dengan minyak dapat membuat pertahanan kulitnya menurun sehingga risiko infeksi akan meningkat.

Selain perawatan yang salah, ada beberapa faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada tali pusat bayi, seperti:

Tanda dan gejala tali pusat bayi terinfeksi

Tali pusat yang terinfeksi biasanya terlihat kemerahan, bengkak, terasa panas, dan mengeluarkan nanah yang berbau busuk. Infeksi juga biasanya menyebabkan nyeri.

Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat meluas hingga ke area kulit sekitar tali pusat. Hal ini dapat membuat kulit tampak mengeras, memerah, dan menyebabkan terjadinya pembengkakan pada perut.

Yang harus dilakukan bila tali pusat bayi mengalami infeksi

Bersihkan tali pusat bayi yang terinfeksi dengan larutan antiseptik yang dijual bebas, misalnya chlorhexidine atau povidone iodine 2,5% (betadine). Celupkan kain kasa steril ke dalam larutan dan usapkan ke tali pusat, lakukan sebanyak delapan kali dalam sehari sampai tidak ada nanah pada tali pusat. Setelah dibersihkan, tali pusat dapat dioleskan dengan salep antibiotik sebanyak 3-4 kali sehari.

Setelah tali pusat sang buah hati telah sembuh, lakukanlah perawatan tali pusat dengan baik dan usahakan agar tali pusat selalu dalam kondisi kering.

Namun jika tali pusat bayi sudah terinfeksi, ada baiknya Anda segara membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Tips merawat tali pusat bayi agar terhindari dari infeksi

Infeksi pada tali pusat bayi bisa dicegah dengan langkah perawatan yang tepat. Caranya:

  • Usahakan untuk menjaga agar tali pusat tetap kering setiap saat. Jangan biarkan tali pusat basah atau lembap, karena ini akan memicu pertumbuhan kuman yang dapat menyebabkan infeksi.
  • Tali pusat tidak perlu dibersihkan dengan sabun atau cairan lainnya dan biarkan tetap terbuka tanpa ditutup oleh kassa.
  • Saat memakai popok bayi, usahakan agar tali pusat tidak tertutup popok, agar tali pusat tidak tercemar urin atau feses bayi yang menempel pada popok.
  • Saat memandikan bayi, usahakan pula agar tali pusat tidak basah.
  • Tidak perlu menggunakan minyak atau bedak pada tali pusat bayi karena hanya akan membuatnya lembap yang meningkatkan risiko infeksi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020