Penyebab Bayi Lahir dengan Hipospadia (Lubang Kencing Abnormal)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Hipospadia adalah cacat bawaan lahir. Kondisi ini ditandai dengan lubang kencing (uretra) yang tidak berada di lokasi seharusnya, yakni di ujung penis. Lubang kencing tersebut bisa berada di area lain sekitar penis. Sebenarnya, apa penyebab bayi lahir dengan hipospadia? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Penyebab dan risiko bayi lahir dengan hipospadia

Lubang kencing laki-laki seharusnya terletak di ujung penis. Namun, pada anak dengan hipospadia, lubang kencing bisa di sisi batang penis. Bahkan, ada pula yang terletak di antara batang penis dengan kantong buah zakar (skrotum).

Meski tidak menyulitkan orangtua untuk merawat bayi, kondisi ini bisa membuat bayi kesulitan untuk buang air kecil. Tanpa perawatan, kelainan area lubang kencing ini bisa menyebabkan pria dewasa sulit punya keturunan. Pasalnya, sperma akan sulit mencapai dan masuk tepat ke vagina untuk pembuahan saat berhubungan seks.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penyebab hipospadia pada bayi tidak diketahui secara pasti. Namun, ahli kesehatan menduga bahwa kondisi ini dapat terjadi akibat kombinasi gen dan faktor lingkungan.

Sementara itu, Boston’s Children Hospital menjelaskan bahwa hipospadia disebabkan oleh kerusakan hormon. Saat penis berkembang di dalam kandungan, hormon tertentu memainkan penting untuk membentuk uretra dan kulup. Nah, kerusakan pada hormon itulah yang mungkin mengganggu pembentukan penis secara sempurna.

Meski penyebab hipospadia tidak diketahui secara pasti, beberapa kondisi berikut mungkin bisa jadi salah satu sebabnya:

  • Riwayat keluarga. Bayi memiliki risiko yang tinggi lahir dengan hipospadia jika ia memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
  • Genetika. Variasi gen tertentu dapat mengganggu kerja hormon tertentu yang merangsang pembentukan penis secara sempurna.
  • Hamil usia di atas 35 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan risiko hipospadia pada bayi yang dilahirkan dari ibu berusia di atas 35 tahun.
  • Paparan zat tertentu selama kehamilan. Meski belum diuji lebih lanjut, banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa ada kaitan antara hipospadia dengan paparan senyawa tertentu, seperti pestisida atau bahan kimia industri lainnya.
  • Perawatan kesuburan. Wanita yang menggunakan bantuan teknologi reproduksi kehamilan memiliki risiko melahirkan bayi dengan hipospadia.

cek kolesterol di dokter

Bisakah hipospadia pada bayi dicegah?

Hingga saat ini, peneliti masih melakukan riset lebih lanjut mengenai penyebab sekaligus tindakan untuk mencegah hipospadia. Sementara ini, tindakan pencegahan dilakukan dengan konsultasi rencana kehamilan, pemenuhan kebutuhan nutrisi pada ibu hamil, dan cek kesehatan rutin ke dokter kandungan.

Ibu hamil sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan obat atau bahan-bahan tertentu yang kemungkinan mengganggu kinerja dan kestabilan hormon. Untuk itu, selalu konsultasikan ke dokter sebelum ibu hamil menggunakan bahan atau produk tertentu.

Bagaimana perawatan hipospadia pada bayi?

Meski belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab hipospadia, Anda tetap dapat mengatasi masalah ini. Perawatan lubang kencing yang abnormal ini hanya bisa dilakukan dengan satu cara, yakni lewat jalur operasi. Proses pembedahan akan disesuaikan dengan kondisi kelainan yang terjadi pada bayi.

Pembedahan ini bisa dilakukan ketika bayi berusia 3 hingga 18 bulan. Pada beberapa kasus, operasi bisa dilakukan secara bertahap, meliputi pembukaan uretra di lokasi yang tepat, memperbaiki lekukan penis, dan memperbaiki kulit di sekitar pembukaan uretra.

Anak yang lahir dengan hipospadia dan telah melakukan operasi korektif, tidak dibolehkah untuk melakukan sunat. Pasalnya, bagian kulit penis yang paling luar tersebut digunakan untuk perbaikan area hipospadia saat operasi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca