Mengulik Seputar Gagap, Bisakah Disembuhkan?

    Mengulik Seputar Gagap, Bisakah Disembuhkan?

    Pernahkah Anda menemui seseorang yang berbicara gagap? Kondisi ini ternyata cukup umum terjadi di masyarakat. Biasanya, gagap sudah menunjukkan gejalanya sejak masih kanak-kanak. Gagap pada anak yang tidak segera diatasi dapat berlanjut hingga dewasa. Oleh sebab itu, penanganan sejak dini sangatlah penting. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan berikut.

    Apa itu gagap?

    gondongan pada anak

    Gagap adalah gangguan bicara yang membuat suku kata atau kata-kata diulang atau diucapkan secara berkepanjangan sehingga mengganggu aliran bicara yang normal.

    Gangguan bicara ini dapat disertai dengan perilaku berulang, seperti kedipan mata yang cepat dan bibir bergetar.

    Kondisi ini dapat membuat komunikasi dengan orang lain menjadi sulit sehingga memengaruhi aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.

    Bila mengalami gangguan bicara ini, mereka mungkin tahu apa yang ingin dikatakan, tetapi kesulitan untuk mengucapkannya.

    Sebagai contoh, mereka dapat mengulangi atau menyebutkan suatu kata, suku kata, atau kalimat dengan lambat.

    Seseorang dengan gagal bisa pula dengan berhenti di tengah pembicaraan dan tidak bersuara pada suku kata tertentu.

    Bukan hanya tidak lancar berbicara, gagap juga meliputi perasaan tegang yang dialami saat berbicara dengan orang lain.

    Jadi, ia memilih untuk tidak berbicara dengan orang lain atau menghindari pengucapan kalimat-kalimat tertentu.

    Seberapa umum kondisi ini terjadi?

    Menurut The Stuttering Foundation, sekitar 70 juta orang mengalami gagap, yaitu sekitar 1% dari seluruh penduduk di seluruh dunia.

    Kondisi ini lebih sering terjadi pada laki-laki, yaitu sekitar 4 kali lipat lebih banyak dibandingkan perempuan.

    Selain itu, kondisi ini biasanya menimpa anak-anak. Sekitar 5 dari 100 anak mungkin mengalami masa gagap yang berlangsung selama 6 bulan atau lebih.

    Umumnya, kondisi ini merupakan tahapan yang normal saat ia belajar berbicara, terutama bila kemampuan bicara dan berbahasa anak belum cukup berkembang.

    Seiring bertambahnya usia, kebanyakan anak akan sembuh dengan sendirinya. Namun, sekitar 1 dari 100 gagap pada anak dapat terus berlanjut hingga dewasa.

    Oleh sebab itu, melakukan penanganan sejak usia dini adalah langkah yang terbaik.

    Apa saja tanda-tanda dan gejala gagap?

    jenis kecemasan pada anak

    Gagap pada anak maupun pada orang dewasa, umumnya ditandai dengan gejala-gejala berikut.

    • Kesulitan memulai suatu kata atau kalimat.
    • Memperlambat suatu kata atau suara dari kata-kata.
    • Pengulangan suara, suku kata, atau kata, misalnya “e-e-enak”, atau “apa-apa-apa”.
    • Jeda untuk suku kata tertentu atau jeda pada suatu kata.
    • Penambahan kata-kata seperti “um” apabila kesulitan melanjutkan kata-kata.
    • Tekanan, ketegangan, atau pergerakan berlebih pada bagian atas wajah.
    • Gelisah saat berbicara.
    • Keterbatasan dalam berkomunikasi secara efektif.

    Gangguan bicara juga dapat disertai dengan:

    • kedipan mata yang cepat,
    • bibir atau rahang bergetar,
    • wajah kaku, dan
    • tangan mengepal.

    Kondisi ini bisa memburuk saat merasa senang, lelah, atau stres.

    Ini bisa pula membuat anak tidak percaya diri, terburu-buru, dan tertekan. Situasi seperti berbicara di depan umum atau di telepon mungkin juga sulit dilakukan.

    Mengutip Mayo Clinic, sebaiknya segera menghubungi dokter bila Anda menemukan gejala-gejala berikut ini.

    • Gangguan bicara berlangsung lebih dari 6 bulan.
    • Bersamaan dengan gangguan bicara atau bahasa lain.
    • Gagap menjadi lebih sering atau berlanjut hingga dewasa.
    • Terjadi dengan pengencangan otot atau kesulitan berbicara.
    • Memengaruhi kemampuan berkomunikasi di sekolah, pekerjaan, atau interaksi sosial.
    • Menyebabkan kecemasan atau masalah emosional, seperti ketakutan atau menghindar dari situasi yang memerlukan bicara.
    • Gagap dimulai saat sudah dewasa.

    Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah ke dokter.

    Apa penyebab gagap?

    Para peneliti masih mempelajari tentang penyebab gagap, baik yang terjadi sejak masih kecil ataupun yang baru muncul saat usia dewasa.

    Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh kombinasi dari beberapa faktor.

    Pada umumnya, penyebab gagap yang tidak kunjung hilang meliputi hal-hal berikut.

    1. Gangguan perkembangan motorik

    Terdapat sejumlah penelitian medis yang menyatakan bahwa gagap disebabkan oleh adanya kesulitan pada kendali motorik bicara, seperti koordinasi waktu, sensorik, dan motorik.

    Gagap pada anak mungkin disebabkan oleh masalah tumbuh kembangnya.

    2. Faktor genetik

    Gagap pada anak atau orang dewasa juga bisa saja disebabkan oleh faktor keturunan. Misalnya terdapat kelainan genetik pada pusat bahasa di otak.

    3. Adanya penyakit yang menyerang otak

    Beberapa penyakit yang menyerang otak juga dapat menyebabkan seseorang menjadi gagap. Misalnya, terkena stroke atau mengalami cedera yang melukai otak.

    Faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami gagap

    kepergok anak saat seks

    Gagap bisa saja disebabkan oleh salah satu dari hal-hal yang disebutkan di atas.

    Selain itu, seseorang mungkin lebih berisiko mengalami gagap yang berkelanjutan bila mengalami kondisi berikut.

    Bagaimana mendiagnosa kondisi ini?

    Untuk mendiagnosa kondisi gagap pada anak, dokter akan menanyakan sejumlah pertanyaan terkait tumbuh kembang anak serta sejumlah melakukan sejumlah pemeriksaan lainnya.

    Beberapa langkah yang mungkin dilakukan yaitu sebagai berikut.

    • Meminta anak membaca atau berbicara dengan suara yang lantang.
    • Merekam saat anak berbicara atau melihat pola bicara anak.
    • Melakukan pemeriksaan fisik dan tes lain yang diperlukan seperti tes pendengaran.

    Sementara itu, pemeriksaan untuk mendiagnosa gagap yang baru muncul saat dewasa biasanya cenderung berbeda.

    Ini karena kesulitan bicara yang baru terjadi saat sudah dewasa paling sering disebabkan oleh cedera atau masalah kesehatan tertentu, seperti stroke.

    Kondisi ini bisa pula karena trauma emosional yang parah.

    Oleh karena itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan beberapa pertanyaan, melihat, dan mendengarkan cara Anda berbicara.

    Bagaimana penanganan untuk gagap?

    Perawatan untuk kondisi ini sering kali meliputi konseling psikologi dan terapi wicara. Tujuan utama perawatannya adalah untuk membantu belajar bicara selancar mungkin.

    Selain itu, Anda perlu memahami bahwa setiap orang mungkin mengalami kondisi yang berbeda-beda.

    Oleh sebab itu, metode yang mungkin efektif pada seseorang belum tentu efektif pada orang lain.

    Untuk mengatasi gagap pada anak maupun orang dewasa, ada beberapa pilihan metode yang dapat Anda lakukan, yaitu sebagai berikut.

    1. Terapi berbicara

    Dengan terapi khusus seperti terapi wicara, penderita gagap akan diajarkan untuk memperlambat bicara dan menyadari saat ia tergagap.

    Awalnya, anak akan diminta untuk bicara dengan sangat perlahan dan hati-hati.

    Kemudian seiringnya waktu, kecepatan bicara akan ditingkatkan hingga terbiasa dengan pola bicara yang lebih wajar.

    2. Menggunakan bantuan alat

    Ada beberapa beberapa perangkat elektronik yang dapat membantu meningkatkan kelancaran berbicara.

    Alat ini biasanya digunakan sehari-hari dengan cara dipasang di telinga. Fungsinya untuk membantu agar berbicara lebih lambat dan melatih untuk mendengar perkataan sendiri.

    Mintalah saran dokter atau terapis untuk memilih alat yang paling cocok untuk digunakan.

    3. Terapi perilaku kognitif (CBT)

    Untuk mengatasi gagap, terutama pada anak, dapat dilakukan dengan menjalani terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy).

    Terapi ini dapat membantu mengubah cara berpikir yang dapat memperburuk gagap.

    Terapi ini juga dapat membantu mengatasi stres, kecemasan, atau masalah kepercayaan diri yang diakibatkan oleh gagap.

    Apa yang sebaiknya dilakukan saat berbicara dengan orang yang gagap?

    cara mengajari anak bahasa inggris

    Berbicara dengan orang yang gagap sebaiknya tidak dilakukan sama seperti dengan berbicara pada orang yang normal.

    Dengan melakukan metode yang tepat, Anda dapat membantu mengatasi gagap pada anak. Cobalah cara-cara berikut.

    • Dengarkan anak Anda dengan penuh perhatian: jaga kontak mata alami saat ia berbicara.
    • Hindari memotong pembicaraan anak, tunggulah ia hingga mengatakan kata-kata yang ingin ia sampaikan.
    • Sisakan waktu untuk Anda dapat berbicara dengan anak tanpa gangguan.
    • Berbicara dengan perlahan dan tidak terburu-buru agar anak dapat mengikuti cara bicara Anda.
    • Doronglah setiap anggota keluarga agar menjadi pendengar yang baik dan bergantian saat berbicara.
    • Buatlah suasana tenang agar anak Anda merasa nyaman berbicara dengan leluasa.
    • Hindari terfokus pada kondisi ini, cobalah untuk tidak menarik perhatian pada kondisi gagap dalam interaksi sehari-hari.
    • Hindari menempatkan anak pada situasi yang terburu-buru, tertekan, atau mengharuskan ia untuk berbicara di depan umum.
    • Sampaikan pujian bila anak mampu berbicara dengan lancar
    • Hindari mengkritik bila anak kesulitan bicara.
    • Jika Anda ingin memperbaiki bicara anak, lakukan dengan cara yang lembut dan positif.
    • Hindari reaksi negatif, mengkritik, atau menghukum anak karena dapat semakin menurunkan kepercayaan dirinya..

    Dukungan yang tepat terhadap anak maupun orang dewasa yang gagap dapat memberikan perubahan yang besar.

    Pastikan pula Anda berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Stuttering – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 27 October 2021, from http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stuttering/basics/definition/con-20032854

    FAQ. Retrieved 27 October 2021, from https://www.stutteringhelp.org/faq

    If You Think Your Child Is Stuttering… Retrieved 27 October 2021, from https://www.stutteringhelp.org/if-you-think-your-child-stuttering

    Stuttering. Retrieved 27 October 2021, from https://www.asha.org/public/speech/disorders/stuttering/

    Recognize the Risk Factors for Stuttering. Retrieved 27 October 2021, from https://www.stutteringhelp.org/content/recognize-risk-factors-stuttering

    On the Gender Factor in Stuttering. Retrieved 27 October 2021, from https://www.stutteringhelp.org/gender-factor-stuttering

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui Jan 07
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita