Gagal Ginjal Akut pada Anak, Orangtua Harus Waspadai Gejalanya

Gagal Ginjal Akut pada Anak, Orangtua Harus Waspadai Gejalanya

Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, kasus gagal ginjal akut pada anak tengah menjadi perhatian. Bagaimana tidak, kejadian ini dilaporkan telah menyerang ratusan anak di Indonesia dan masih terus meningkat.

Meski begitu, Kemenkes RI meminta orangtua untuk tetap tenang dan tidak panik. Orangtua juga harus waspada apabila si Kecil menunjukkan sejumlah gejala gagal ginjal akut berikut ini.

Contoh kasus gagal ginjal akut pada anak

pengaturan makan untuk penyakit gagal ginjal pada anak

Gagal ginjal akut pada anak adalah suatu kondisi ketika ginjal telah mengalami kerusakan dan penurunan fungsi.

Sama halnya dengan yang dialami orang dewasa, penyakit ginjal pada anak terjadi secara tiba-tiba dan dapat memburuk hanya dalam hitungan jam atau hari.

Sebagai contoh kasus gagal ginjal akut pada anak usia 6 bulan sampai 18 tahun, khususnya balita yang saat ini sedang menjadi sorotan.

Diketahui sejak akhir Agustus 2022, Kemenkes dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menerima laporan peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) yang pesat pada anak, terutama terjadi pada anak dibawah usia 5 tahun.

Melalui laman Kemenkes RI, disebutkan bahwa jumlah kasus gagal ginjal akut pada anak yang dilaporkan hingga 18 Oktober 2022 ada sebanyak 206 dari 20 provinsi.

Hingga artikel ini tayang, jumlah tersebut diikuti dengan angka kematian sebanyak 99 anak, di mana angka kematian pasien yang dirawat di RSCM mencapai 65%.

Atas hal itu, pemerintah bersama dengan pihak-pihak terkait masih terus menelusuri dan meneliti secara komprehensif termasuk kemungkinan penyebab dan faktor risiko lain dari kasus gangguan ginjal akut pada anak.

Apa gejala gagal ginjal akut pada anak?

Secara umum, gejala gagal ginjal akut pada anak yang terjadi saat ini cenderung sama dengan penyakit ginjal lainnya.

Melansir kanal YouTube IDAI TV pada Jumat (21/10/2022), dr. Henny Adriani, Sp.A(K) menuturkan bahwa gejala gagal ginjal akut pada anak diawali dengan produksi urine yang menurun.

Pernyataan senada pun diungkapkan oleh dr. M Syahril selaku Juru Bicara Kementerian Kesehatan.

Ia menyebutkan bila gagal ginjal akut anak ini memiliki gejala yang khas berupa penurunan volume urine secara tiba-tiba.

Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk terus memantau intensitas buang air kecil dan mendeteksi warna urine yang dikeluarkan oleh si Kecil, apakah pekat atau kecoklatan.

Idealnya, frekuensi buang air kecil pada anak terjadi sebanyak 6—8 kali dalam sehari. Begitu sudah mulai besar, anak akan sering mondar-mandir untuk pipis kira-kira 6—7 kali dalam satu hari.

Selain anak menjadi jarang pipis, ada sejumlah gejala gagal ginjal akut yang terjadi pada anak dan perlu Anda waspadai, seperti berikut.

  • Demam.
  • Diare.
  • Gangguan saluran napas, seperti batuk atau pilek.
  • Mual dan muntah.

Pada kondisi yang lebih parah, anak Anda mungkin akan mengalami gejala-gejala berikut ini, di antaranya.

  • Dehidrasi.
  • Badan membengkak.
  • Napas cepat dan dalam.
  • Terjadi gangguan elektrolit.
  • Kejang.
  • Mengalami tekanan darah tinggi.

Bila Anda mencurigai si Kecil mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Apa penyebab gagal ginjal akut pada anak?

acetaminophen paracetamol

Hingga artikel ini ditulis, penyebab gagal ginjal akut ini masih dalam pemeriksaan untuk dapat mengetahui secara pasti.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap sisa sampel obat yang dikonsumsi oleh pasien. Dari situlah ditemukan jejak senyawa yang berpotensi mengakibatkan gagal ginjal akut anak.

Melalui keterangan tertulisnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Kamis (20/10/2022) menduga terdapat cemaran senyawa Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DG) dalam obat paracetamol sediaan cair atau sirup.

Senyawa campuran tersebut diketahui telah melampaui ambang batas aman sehingga menjadi penyebab banyak anak menderita gagal ginjal akut misterius.

Kendati demikian, BPOM menyatakan masih belum bisa mendukung kesimpulan obat sirup sebagai penyebab banyaknya kasus gagal ginjal akut anak yang terjadi saat ini.

Kemungkinan ada faktor lain yang masih dalam pemeriksaan, termasuk kerentanan daya tahan tubuh anak dan lingkungan.

Untuk langkah pencegahan dan peningkatan kewaspadaan, Kemenkes telah memberikan intruksi kepada seluruh tenaga kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair atau sirup sampai hasil penelusuran dan penelitian tuntas.

Pihak BPOM juga telah memerintahkan untuk menarik peredaran obat-obat tersebut untuk kemudian dimusnahkan.

Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan bentuk sediaan lain seperti tablet, kapsul, atau suppositoria (anal).

Bagaimana menangani kasus gagal ginjal akut pada anak?

Sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak termasuk orangtua dan tenaga medis sangat diperlukan untuk mencegah agar kasus gagal ginjal akut pada anak ini bisa di cegah sedini mungkin.

Sebagai bagian dari peningkatan kewaspadaan, Kemenkes juga telah menerbitkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan tentang Tata Laksana dan Managemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Surat keputusan ini memuat serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan lain dalam melakukan penanganan terhadap pasien gagal ginjal akut sesuai dengan indikasi medis.

Pastikan saat anak sakit untuk terus minum air putih agar kebutuhan cairan tubuhnya tercukupi.

Waspadai juga bila si Kecil mengalami penurunan frekuensi buang air kecil atau bahkan tidak pipis sama sekali selama 6-8 jam (saat siang hari).

Bila Anda melihat tanda-tanda itu, segera bawa anak Anda ke rumah sakit. Saat di rumah sakit, akan dilakukan pemeriksaan berlanjut pada fungsi ginjal.

Sementara itu, bila fungsi ginjal terganggu, selanjutnya dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis, evaluasi kemungkinan etiologi, dan komplikasi.

Selanjutnya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan positif gagal ginjal akut, pasien akan dilakukan perawatan di ruangan intensif berupa High Care Unit (HCU)/Pediatric Intensive Care Unit (PICU) sesuai indikasi.

Selama proses perawatan, pihak rumah sakit akan akan memberikan obat dan terus memonitoring kondisi pasien yang meliputi volume balance cairan dan diuresis selama perawatan.

Pemantauan itu juga dilakukan meliputi kesadaran pasien, napas kusmaull, tekanan darah, serta pemeriksaan kreatinin serial per 12 jam.

Tindakan untuk mencegah gagal ginjal akut pada anak

obat demam atau panas anak

Pemerintah juga mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan obat dengan baik dan benar.

Pastikan mengikuti resep dokter maupun informasi yang tertera di kemasan obat.

Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk memastikan konsumsi obat dengan benar dan aman bagi tubuh.

  • Mengonsumsi obat sesuai aturan pakai.
  • Jangan konsumsi obat melebihi dosis yang ditentukan.
  • Baca peringatan pada kemasan obat.
  • Jangan konsumsi obat yang kadaluwarsa.
  • Jangan konsumsi sisa obat sirup yang sudah terbuka dan disimpan lama.
  • Hindari penggunaan antibiotik yang tidak perlu untuk mencegah terjadinya resistensi.
  • Laporkan efek samping obat yang anda rasakan kepada tenaga kesehatan terdekat.
  • Dapatkan obat dari sarana pelayanan kefarmasian yang resmi atau berizin.

Itulah penjelasan mengenai kasus gangguan ginjal akut pada anak.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar penyakit ini atau mencurigai anak mengalaminya, maka segeralah hubungi dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 24/10/2022

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan