Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

1

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Perlukah Diberikan Antibiotik Jika Anak Mengalami Batuk dan Pilek?

    Perlukah Diberikan Antibiotik Jika Anak Mengalami Batuk dan Pilek?

    Penyakit batuk dan pilek pada anak rasanya menjadi keluhan orang tua yang tak terhindari. Pasalnya, penyakit ini sering menyerang anak-anak dan sangat mengganggu aktivitas mereka. Durasi penyembuhan yang lama juga menjadi hal yang kerap membuat orang tua stres. Lantas, agar si Kecil sehat kembali, bolehkah memberikan antibiotik untuk batuk pilek anak?

    Perlukah antibiotik untuk mengatasi batuk pilek pada anak?

    flu pada anak

    Jawaban singkatnya tidak. Ini karena penyebab batuk pilek sebagian besar, yakni sekitar 90%, disebabkan oleh virus pada saluran pernapasan.

    Umumnya, virus tersebut adalah rhinovirus. Karena penyebabnya adalah virus, maka pengobatannya tidak bisa dengan antibiotik.

    Sebab, melansir dari Mayo Clinic, fungsi antibiotik adalah untuk membunuh bakteri, bukan virus.

    Lebih rincinya, antibiotik bertugas untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.

    Itu sebabnya, antibiotik tidak cocok bila dipakai untuk mematikan virus atau jamur, termasuk mengatasi batuk pilek pada anak.

    Oleh karena itu, infeksi karena virus, misalnya pada kasus batuk pilek anak, tidak perlu disembuhkan dengan antibiotik.

    Selain itu, untuk bisa sembuh dari batuk dan pilek ini, kesembuhan anak bergantung pada daya tahan tubuhnya.

    Pengobatan yang bisa dilakukan adalah mengurangi rasa tidak nyaman dari gejala-gejala yang anak alami sembari menunggu sistem imun tubuh anak bekerja secara mandiri untuk melawan virus tersebut.

    Seberapa sering batuk pilek terjadi pada anak?

    Menurut Riskesdas tahun 2018, jumlah warga Indonesia yang mengalami ISPA sebanyak 9,3%.

    Memang, batuk pilek sering ditemui pada kehidupan sehari-hari dan tidak terbatas pada usia dan jenis kelamin tertentu.

    Namun, kondisi ini biasanya lebih sering ditemui pada anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem imun yang lemah.

    Rata-rata orang dewasa mengalami 2—3 kali batuk pilek setiap tahunnya, sedangkan anak-anak bisa mencapai sekitar 2 kali lipatnya.

    Berdasarkandata di atas, dapat kita lihat bahwa batuk pilek memang menjadi penyakit “langganan” pada anak.

    Untuk memberikan penanganan yang tepat, kita harus mengetahui penyebab dari penyakit ini.

    Bagaimana mengatasi batuk pilek pada anak yang tepat?

    batuk croup pada anak

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, antibiotik bukanlah pengobatan yang tepat untuk menyembuhkan anak dari batuk dan pilek.

    Berikut penanganan yang tepat ketika anak batuk dan pilek.

    1. Memastikan anak cukup terhidrasi

    Memberikan hidrasi yang baik pada anak dengan memberinya cukup minum.

    Hidrasi yang baik membuat dahak lebih encer sehingga memudahkan anak mengeluarkan atau menelannya, khususnya bagi anak yang berusia lebih kecil.

    2. Memberikan obat sesuai kondisi anak

    Pemberian obat demam atau nyeri pada anak, contohnya paracetamol atau ibuprofen.

    Obat-obat tersebut tentunya hanya diberikan bila anak sedang demam atau mengeluhkan nyeri pada tubuhnya.

    3. Berikan kenyamanan pada anak dan istirahat yang cukup

    Anak yang mengalami batuk pilek pastinya akan lebih rewel karena hidungnya tersumbat dan tenggorokannya gatal.

    Itulah mengapa dibutuhkan kesabaran ekstra dari Anda sebagai orangtua untuk memberikan kenyamanan kepada dirinya, misalnya dengan menggendong atau memeluk anak saat tidur.

    Istirahat yang cukup juga dapat membantu penyembuhan anak jadi lebih cepat.

    4. Jika sudah sembuh, terapkan pencegahan

    Perjuangan untuk mengatasi batuk pilek anak tidak hanya berhenti setelah anak sembuh.

    Melakukan pencegahan agar tidak tertular batuk pilek dari lingkungan sekitar.

    Ingatkan anak untuk selalu menerapkan cuci tangan yang bersih, memakai masker, serta menghindari orang yang sedang sakit.

    Kapan perlu ke dokter?

    Lalu, kapan kita harus waspada dan segera membawa anak ke dokter bila mereka terkena batuk pilek?

    Menurut dr. Arifianto, Sp.A., dalam bukunya yang berjudul Berteman dengan Demam, anak harus segera dibawa ke dokter bila mengalami gejala berikut.

    • Bayi dibawah 3 bulan.
    • Anak bernapas cepat atau sulit, dada tertarik ke dalam saat bernapas (retas), atau hidung kembang kempis.
    • Bibir atau jari terlihat kebiruan.
    • Anak rewel dan tidak dapat ditenangkan.
    • Anak tidur dan sulit sekali untuk dibangunkan

    Jadi, penting untuk diperhatikan agar tidak sembarangan memberikan antibiotik pada anak, termasuk dalam kasus batuk pilek.

    Salah penanganan dalam pemberian antibiotik justru dapat membuat seseorang mengalami resisten antibiotik.

    Jika dengan penanganan di atas batuk dan pilek anak tidak kunjung membaik, jangan tunda untuk membawanya ke dokter spesialis anak.

    Dokter akan membantu mencari tahu penyebab batuk pilek pada anak serta pengobatan yang tepat.


    Pusing setelah jadi orang tua?

    Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Hasil Utama RISKESDAS 2018. Kementerian Kesehatan RI. (2018). Retrieved 7 September 2022, from https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf

    Arifianto. 2019. Berteman dengan Demam, Cetakan ke 5: KataDepan

    Kenali Batuk Pilek Anda (Bagian 1). (2020). Retrieved 7 September 2022, from https://www.rscarolus.or.id/article/kenali-batuk-pilek-anda-1

    Gitawari R. Bahan Aktif Dalam Kombinasi Obat Flu dan Batuk-Pilek, dan Pemilihan Obat Flu yang Rasional. Media Litbangkas. Vol. 24 No. 1. 2014. p. 10-18.

    Hati-Hati dengan Antibiotik. (2017). Retrieved 7 September 2022, from https://www.kemkes.go.id/article/view/17112200003/hati-hati-dengan-antibiotik.html

    Bacterial vs. Viral Infections: How Do They Differ?. (2020). Retrieved 7 September 2022, fromhttps://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/expert-answers/infectious-disease/faq-20058098

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Apt. Ambar Khaerinnisa Diperbarui 2 weeks ago
    Next article: