Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenali 5 Tanda Anak Mudah Sakit serta Nutrisi yang Bisa Mencegahnya

Kenali 5 Tanda Anak Mudah Sakit serta Nutrisi yang Bisa Mencegahnya

Apakah si Kecil sering lesu dan tidak aktif bermain seperti biasanya? Bisa jadi ia sedang tidak enak badan dan terinfeksi kuman penyakit. Oleh karenanya, Ibu perlu memantau apa saja tanda si Kecil sering sakit dan cara meningkatkan sistem imun anak.

Mengenali tanda-tanda anak sering atau mudah sakit

Kesehatan si Kecil begitu penting karena sedang berada di fase tumbuh kembang. Bila kesehatan anak tidak terjaga dengan baik, tubuhnya bisa terinfeksi penyakit secara berulang dan menyebabkan anak sering sakit.

Beberapa penyakit yang kerap menyerang anak di antaranya infeksi virus atau bakteri, seperti, diare, demam, flu, ataupun batuk pilek. Hal ini dipicu karena ia tidak cukup menjaga kebersihan, nutrisi yang kurang memadai untuk perlindungan daya tahan tubuh anak, atau tertular dengan orang lain.

Saat si Kecil mulai terserang penyakit, mungkin ia enggan memberitahu Anda secara langsung. Maka itu, Ibu perlu tahu lebih jeli mengetahui tanda anak yang sering atau mudah sakit.

1. Suhu tubuhnya hangat

cara meningkatkan imun anak yang sering sakit

Mungkin Ibu sering menemukan tubuh anak sangat hangat. Cobalah ukur suhu tubuh si Kecil dengan termometer. Bila suhunya menunjukkan 37 derajat celcius, ia mengalami demam ringan.

Sebenarnya demam pada anak merupakan salah satu mekanisme tubuh melawan infeksi. Namun, jika berlangsung terus hingga suhu mencapai angka 38 derajat celcius ke atas, ada baiknya Ibu segera larikan ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Ibu juga perlu melakukan cara untuk meningkatkan sistem imun agar anak cepat pulih. Misalnya, dengan mengajaknya untuk beristirahat yang cukup.

2. Sering mengeluh kedinginan

Saat sakit yang disertai demam, anak biasanya sering mengeluh kedinginan, bahkan di ruangan yang tidak ber-AC sekali pun. Kondisi tersebut membuat anak tidak nyaman, sehingga ia berusaha menghangatkan diri dengan jaket dan selimut berlapis.

Meskipun di luar tubuh atau kulitnya terasa panas, di dalam tubuhnya terasa begitu dingin. Ini dikarenakan mekanisme sistem imunitas yang merangsang otak mengondisikan suhu tubuh yang rendah, ketika tubuh sebenarnya panas atau demam.

3. Pucat, lemah, dan tidak bersemangat

anak kurang mineral kekurangan mineral pada anak

Anak yang mudah sakit sering kali berkulit pucat dan bertubuh lemah. Ini dikarenakan anak tidak nyaman dengan gejala yang dialaminya, mulai dari demam, sakit kepala, tubuh pegal, dan lainnya.

Anak yang biasanya tertawa riang dan aktif lari sana-sini, ia jadi lebih memilih diam saja. Dalam kondisi seperti ini, anak perlu beristirahat cukup, agar tubuhnya cepat pulih dari infeksi. Berikan banyak air putih untuk mengatasi anak demam dan mengingatkannya untuk beristirahat. Cara ini dapat membantu menghimpun kekuatan dan meningkatkan sistem imun anak.

4. Menangis dan gelisah

Anak mungkin sulit memberitahu kepada Ibu mengenai kondisi yang terjadinya. Karena gejala yang dirasakan cukup beragam dan membuatnya tidak nyaman, anak jadi gelisah dan sering menangis.

Ibu bisa menanyakan secara perlahan mengenai apa yang anak rasakan. Apakah ia merasa pusing, dingin, atau sakit pada bagian tubuh tertentu. Dengan begitu, Ibu memahami apa yang dirasakan anak jika anak harus diperiksakan ke dokter.

5. Nafsu makan berkurang

anak susah makan saat sakit

Salah satu tanda anak yang mudah sakit adalah ia sering enggan makan. Jika biasanya anak lahap dalam menyantap makanannya, pada beberapa waktu ia tidak menghabiskan makananya. Hal ini kerap terjadi pada anak yang sakit.

Nafsu makan menurun terjadi karena tubuh si Kecil sedang mengalami peradangan infeksi dan imunitasnya berusaha melawan peradangan tersebut. Biasanya kurang nafsu makan ini juga diikuti dengan tanda-tanda lainnya yang telah disebutkan di atas.

Bila Ibu menemukan rangkaian tanda ini yang disertai gejala tertentu pada si Kecil, segera periksakan ke dokter anak. Terutama jika suhu tubuh anak mencapai 38C. Di samping itu, Ibu perlu menerapkan cara yang bantu meningkatkan imun anak agar mampu melawan infeksi.

Cara meningkatkan sistem imun anak melalui asupan nutrisinya

kandungan susu soya

Ibu berperan besar dalam melindungi kesehatan si Kecil pada masa tumbuh kembangnya yang krusial. Salah satu cara untuk meningkatkan “pasukan” sistem imun adalah memberikan nutrisi yang tepat untuk anak.

Bila si Kecil sedang berada dalam masa pemulihan, Ibu perlu memastikan asupan nutrisinya tetap terjaga sesuai dengan rekomendasi dokter. Misalnya, dengan menu makanan bervariasi dari ragam sayuran dan buah-buahan. Pastikan anak mengonsumsi menu yang berbeda setiap kali jam makan agar nutrisinya saling melengkapi.

Sayur dan buah mengandung kaya serat yang membantu pencernaan si Kecil tetap sehat dan mendukung sistem imunnya. Berdasarkan Clinical & Experimental Immunology, 70% pencernaan anak mempengaruhi imunitas yang kuat.

Selain dari sayur dan buah, nutrisi PDX/GOS dan Beta Glucan juga membantu meningkatkan sistem pencernaan anak dan mendukung imunitasnya tetap kuat.

  • PDX/GOS (Polydextrose/Galatoc-OS) adalah prebiotik yang menjadi makanan penguat bagi bakteri baik di dalam usus. PDX/GOS bekerja dengan cara mendukung kerja bakteri baik sehingga lingkungan di dalam usus anak menjadi sehat dan mampu meningkatkan kinerja sel imun melawan infeksi.
  • Beta Glucan merupakan serat yang larut air dan bantu meningkatkan kesehatan usus anak. Beta Glucan dapat mengaktifkan kerja sistem imun, salah satunya makrofag (bagian dari sel darah putih) dalam “melahap” kuman penyakit.

Penelitian dari Journal Nutrition mengungkapkan bahwa kandungan susu anak yang mengandung PDX/GOS dan Beta Glucan yang dilengkapi dengan DHA serta mikronutrien lainnya dapat secara efektif meningkatkan daya tahan tubuh anak, jika dikonsumsi tiga kali sehari selama 28 hari. Rangkaian kandungan ini juga menekan risiko alergi yang berdampak pada kulit anak.

Formulasi PDX/GOS dan Beta Glucan bisa memberikan perlindungan daya tahan tubuh, untuk tingkatkan imunitas si Kecil. Nah, Ibu dapat memilihkan susu yang tepat dengan kandungan PDX/GOS dan Beta Glucan sebagai cara meningkatkan sistem imun anak.

Tubuh yang sehat bantu tingkatkan proses belajar anak di masa tumbuh kembang yang krusial. Yuk, perhatikan imunitas si Kecil dimulai dari asupan nutrisinya, sehingga ia tidak sering jatuh sakit dan daya tahan tubuhnya terjaga. Mau tahu lebih jauh soal manfaat PDX:GOS dan beta glucan terhadap daya tahan tubuh anak? Klik di sini.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Growth Problems in Children – Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center . (2020). Retrieved 22 December 2020, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=P01956

Should I Be Worried If My Child Gets Sick Too Often?. (2020). Retrieved 22 December 2020, from https://healthcare.utah.edu/the-scope/shows.php?shows=0_5nzgsffm

Fact sheets – Malnutrition. (2020). Retrieved 22 December 2020, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malnutrition

Fever. (2020). Retrieved 22 December 2020, from https://www.kidshealth.org.nz/fever

5 Reasons Why You Might Have the Chills | | Keck Medicine of USC. (2019). Retrieved 22 December 2020, from https://www.keckmedicine.org/5-reasons-why-you-might-have-the-chills/

How to Boost Your Kid’s Immunity Heading Into the New School Year. (2020). Retrieved 22 December 2020, from https://health.clevelandclinic.org/how-to-boost-your-kids-immunity-heading-into-the-new-school-year/

El Khoury, D., Cuda, C., Luhovyy, B., & Anderson, G. (2012). Beta Glucan: Health Benefits in Obesity and Metabolic Syndrome. Journal Of Nutrition And Metabolism2012, 1-28. doi: 10.1155/2012/851362

Vandenplas, Y., Greef, E., & Veereman, G. (2014). Prebiotics in infant formula. Gut Microbes5(6), 681-687. doi: 10.4161/19490976.2014.972237

Pontes, M., Ribeiro, T., Ribeiro, H., de Mattos, A., Almeida, I., & Leal, V. et al. (2015). Cow’s milk-based beverage consumption in 1- to 4-year-olds and allergic manifestations: an RCT. Nutrition Journal15(1). doi: 10.1186/s12937-016-0138-0

Vighi, G., Marcucci, F., Sensi, L., Di Cara, G., & Frati, F. (2008). Allergy and the gastrointestinal system. Clinical & Experimental Immunology153, 3-6. doi: 10.1111/j.1365-2249.2008.03713.x

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 25/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto