home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Psstt.. Minum Susu Cokelat Setelah Olahraga Ternyata Bisa Bikin Tubuh Jadi Bugar, Lho!

Psstt.. Minum Susu Cokelat Setelah Olahraga Ternyata Bisa Bikin Tubuh Jadi Bugar, Lho!

Wajar saja kalau Anda merasa pegal-pegal dan badan sakit setelah olahraga. Selama olahraga, otot-otot di sekujur tubuh Anda dipacu untuk terus berkontraksi dan membakar banyak kalori dalam tubuh. Kalau sudah begitu, Anda tentu harus selalu sedia air putih atau minuman isotonik untuk mengembalikan energi yang hilang setelah olahraga. Selain dua jenis minuman tadi, Anda sebetulnya juga boleh minum susu cokelat, lho. Memang, apa saja manfaat minum susu cokelat bagi tubuh, khususnya setelah olahraga? Simak ulasannya berikut ini.

Manfaat minum susu cokelat setelah olahraga

smoothies cokelat alpukat pisang

Hampir semua orang suka minum susu cokelat, terlebih bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Namun, ini bukan berarti susu coklat hanya cocok diminum untuk anak-anak, lho.

Justru, bagi Anda yang suka berolahraga juga dianjurkan untuk minum susu cokelat setelah olahraga. Pasalnya, susu cokelat ternyata juga dapat mempercepat pemulihan tubuh setelah olahraga.

Temuan ini berawal dari sebuah studi yang dimuat dalam European Journal of Clinical Nutrition tahun 2018. Para peneliti mencoba melihat dampak minum susu cokelat terhadap denyut jantung, tingkat kelelahan, kadar laktat serum, dan kreatin kinase serum. Semua hal tersebut merupakan indikator yang menentukan seberapa cepat energi seseorang pulih setelah olahraga.

Dibandingkan dengan minuman olahraga lainnya, susu cokelat ternyata diketahui lebih cepat mengembalikan tenaga yang terkuras saat olahraga. Bahkan, temuan ini juga diperkuat melalui studi terpisah yang dimuat dalam Journal of Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism tahun 2009 silam.

Dalam studi tersebut, para atlet yang minum susu cokelat sehabis olahraga dapat mempertahankan lebih banyak cairan dalam tubuh. Jumlah cairan tubuhnya bahkan 2 kali lebih stabil dibandingkan para atlet yang tidak minum susu cokelat.

Kenapa bisa begitu?

olahraga membakar kalori

Kate Patton, MEd, RD, CSSD, LD, selaku ahli gizi dari Cleveland Clinic, mengungkapkan bahwa susu cokelat mengandung 3-4 gram karbohidrat, 1 gram protein, dan asam amino esensial. Asam amino esensial adalah jenis asam amino yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan. Salah satunya lewat susu cokelat.

Nah, kombinasi zat gizi inilah yang dapat memulihkan kelelahan otot yang umum terjadi setelah olahraga. Bahkan, susu cokelat juga disebut-sebut sebagai minuman terbaik untuk menjaga ketahanan para atlet selama masa pelatihan.

Jika ditelisik lebih dalam, para peneliti juga menemukan bahwa proses sintesis protein yang terjadi dalam otot cenderung lebih cepat setelah atlet minum susu cokelat. Ini artinya, jaringan otot yang rusak selama olahraga segera digantikan dengan jaringan baru yang lebih sehat karena pengaruh susu cokelat.

Selain itu, susu cokelat bebas lemak juga dapat meningkatkan jumlah glikogen dalam tubuh. Glikogen adalah hasil pemecahan karbohidrat menjadi energi yang digunakan sebagai bahan bakar selama olahraga. Hal ini menandakan bahwa manfaat susu cokelat sudah tidak diragukan lagi untuk mengembalikan energi tubuh yang hilang setelah olahraga.

Harus seberapa banyak susu cokelat yang dianjurkan?

cokelat untuk sarapan

Sebetulnya, tidak ada patokan khusus mengenai seberapa banyak susu cokelat yang harus Anda minum setelah olahraga. Sekitar 1-2 gelas susu cokelat dirasa cukup untuk mengembalikan energi Anda setelah olahraga.

Supaya takarannya lebih pasti dan terukur, jangan ragu untuk menanyakannya dengan ahli gizi kepercayaan Anda. Ahli gizi akan merekomendasikan seberapa banyak porsi susu cokelat untuk Anda berdasarkan jenis olahraga, intensitas olahraga, dan kebutuhan gizi Anda.

Manfaat minum susu cokelat memang bisa membuat tubuh kita kembali lebih sehat dan berenergi setelah olahraga. Akan tetapi, ada baiknya tetap penuhi kebutuhan cairan Anda dengan minum banyak air putih.

Sebab bagaimanapun, cairan tubuh yang hilang setelah olahraga hanya bisa digantikan dengan minum air putih. Sembari Anda minum air putih untuk mencegah dehidrasi, seimbangkan dengan minum susu cokelat untuk mempercepat pemulihan setelah olahraga.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chocolate Milk Refuels Muscles After Workout. https://www.webmd.com/fitness-exercise/news/20100604/chocolate-milk-refuels-muscles-after-workout. Accessed 10/12/2018.

Is Chocolate Milk Your Best Option After a Workout? https://health.clevelandclinic.org/is-chocolate-milk-your-best-option-after-a-workout/. Accessed 10/12/2018.

Chocolate Milk for Recovery from Exercise: A Systematic Review and Meta-Analysis of Controlled Clinical Trials. https://www.nature.com/articles/s41430-018-0187-x. Accessed 10/12/2018.

Improved Endurance Capacity Following Chocolate Milk Consumption Compared with 2 Commercially Available Sport Drinks. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19234590. Accessed 10/12/2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x