6 Cara Mengatasi Batuk Anak Agar Si Kecil Cepat Sembuh

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anak-anak sering mengalami batuk . Tak jarang, batuk pada anak ini membuat orang tua khawatir.  Lalu, apa yang harus dilakukan orangtua saat anak mengalami batuk? Mari ketahui lebih lanjut di bawah ini.

Apa penyebab batuk pada anak?

Batuk merupakan mekanisme pertahanan saluran pernapasan dari rangsangan reseptor batuk. Batuk pada anak disebabkan oleh beberapa hal. Bisa jadi karena infeksi saluran pernapasan akibat virus, asap rokok, debu, atau zat kimia lain. Selain itu, ada juga batuk yang disebabkan refluks asam lambung, sinusitis, atau bahkan karena anak Anda alergi.

Tips agar batuk anak cepat sembuh

Tentunya ada tips-tips meredakan batuk anak supaya cepat sembuh. Bila anak batuk, orangtua bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Anak harus istirahat cukup

anak perlu tidur siang

Ketika batuk pada anak terjadi, anak perlu istirahat yang cukup. Lama istirahatnya tergantung dari parahnya batuk dan seberapa berat gejala lainnya, seperti demam atau pilek. Saat terserang batuk, biasanya anak membutuhkan 2-3 hari untuk istirahat.

Pastikan anak istirahat di rumah dengan tidur cukup dan tidak menjalani aktivitas yang bisa memperlambat penyembuhan batuk. Maka dari itu, kurangi dulu bermain di luar rumah.

Istirahat dan tidur yang cukup adalah salah satu kunci penyembuhan batuk. Namun, pada anak-anak memang tak mudah, terlebih jika si kecil tergolong aktif.  

Apakah anak perlu absen dari sekolah bisa dilihat dari seberapa parah batuk yang dialami. Jika kondisi batuk terjadi berulang kali sampai kondisi anak lemas, lebih baik istirahat di rumah 1-2 hari sampai gejala batuk membaik.

2. Minum obat batuk khusus anak

Penanganan batuk pada anak tergantung dari penyebab dasarnya. Pemberian obat batuk harus memperhatikan jenis obatnya, seberapa banyak dosisnya, berapa kali sehari harus diberikan, dan sampai kapan harus minum obat batuknya.

Pemberian obat batuk sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter. Umumnya batuk sering disebabkan oleh virus, yang mana biasanya akan sembuh sendiri tanpa harus ditangani pakai obat (self limiting disease).

Untuk sementara, orangtua bisa memberikan obat batuk pada anak yang dibeli di apotek. Akan tetapi, pilih obat batuk yang diformulasikan khusus untuk anak, dan yang sesuai dengan jenis batuk anak Anda. Memilih obat yang tepat sesuai penyebab batuk anak dapat mempercepat penyembuhan.

Umumnya dosis obat batuk anak dari dokter diberikan berbeda-beda berdasarkan usia anak. Namun, ada baiknya periksa ke dokter spesialis anak untuk mengetahui dosis obat batuk yang pas berdasarkan kondisi anak Anda.

Sedangkan bila ingin memberi obat batuk bebas yang di jual di pasaran, orangtua harus mengikuti aturan pakai yang ada di label kemasan. Ingat, selalu gunakan sendok takar. Jangan menggunakan sendok lain untuk anak minum obat batuk.

Penting untuk mengikuti petunjuk pemakaian obat, jangan melebihkan atau mengurangi dosis yang dianjurkan dalam kemasan obat batuk anak.  Bila sudah minum obat dan batuk tidak kunjung sembuh dalam 1-2 minggu, segera bawa anak ke dokter.

3. Berikan anak cairan yang cukup

anak minum air berapa banyak

Untuk merawat anak yang sedang batuk, orangtua juga dapat memastikan anak minum air yang cukup guna mencegah dehidrasi. Orangtua juga dapat memberikan ASI yang cukup apabila si kecil masih mengonsumsi ASI. Jangan sampai anak dehidrasi karena kondisi ini dapat membuat batuk pada anak makin parah kondisinya.

4. Hindari makanan atau minuman penyebab batuk

makanan gairah seks pria

Saat anak mengalami batuk, hindari mengonsumsi makanan dan minuman tertentu. Misalnya minuman manis, minuman dingin, dan makanan yang digoreng. Disarankan untuk memberikan makanan berkuah hangat yang bisa menghindari batuk karena gatal di tenggorokan.

5. Jauhkan anak dari pemicu alergi

batuk pada anak

Jika anak mengalami gejala batuk alergi, hindari alergen (pemicu alergi) pada anak. Perhatikan juga kebersihan kasur dan lingkungan rumah. Umumnya debu, jamur, dan bulu hewan peliharaan mudah menempel di sofa atau kasur yang bisa sebabkan anak batuk karena alerginya kumat.

6. Pilih posisi tidur yang paling nyaman

tidur-anak

Usahakan anak tidur dengan posisi kepala yang agak diangkat. Maka, ganjal kepala anak dengan bantal yang tinggi saat tidur dan hindari tidur telentang. Tidur telentang bisa bikin lendir menumpuk di tenggorokan dan mengganggu pernapasan anak.

Kapan harus ke dokter?

Berikut adalah gejala batuk yang harus segera dibawa ke dokter spesialis anak:

  • Anak batuk disertai demam tinggi
  • Anak sampai sulit bernapas karena batuk
  • Batuk rejan
  • Nyeri dada
  • Anak sulit atau tidak mau makan
  • Anak mengalami batuk darah
  • Anak mengalami batuk disertai muntah-muntah

Penting untuk memeriksakan ke dokter apabila batuk pada anak sudah berlangsung lebih dari 2 minggu. Selain itu, apabila batuk sembuh-kambuh lebih dari 3 bulan berturut-turut, orangtua wajib periksakan anak ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli Dr. Novitria Dwinanda Sp.A

6 Cara Mengatasi Batuk Anak Agar Si Kecil Cepat Sembuh

Batuk pada anak seringkali bikin orangtua khawatir Adakah hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi anak yang batuk?

Ditulis oleh: Dr. Novitria Dwinanda Sp.A
batuk
Kesehatan Anak, Parenting 22 Februari 2019

Tips Bijak Memilih Obat Batuk untuk Anak

Tidak semua obat batuk yang dijual tanpa resep dokter aman menyembuhkan batuk pada anak. Bagaimana memilih obat batuk anak yang tepat?

Ditulis oleh: Dr. Novitria Dwinanda Sp.A
obat batuk anak
Kesehatan Anak, Parenting 29 November 2018

Yang juga perlu Anda baca

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
Parenting, Nutrisi Anak 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Orangtua pasti cemas bukan main melihat anaknya bolak-balik BAB. Tenang dulu. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati diare pada anak di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hemofilia hemophilia

Hemofilia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Distrofi Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit