Hiperinsulinemia Pada Bayi: Saat Kadar Insulin Bayi Berlebih

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hiperinsulinemia merupakan suatu gangguan akibat tingginya kadar hormon insulin yang terlalu tinggi di dalam aliran darah dibandingkan kadar gula darah. Meskipun dikenal sebagai hallmark dari kondisi diabetes, kadar insulin terlalu tinggi dapat menjadi pertanda gangguan metabolik pada seseorang, bahkan dapat terjadi pada usia bayi, hal tersebut dikenal dengan istilah kongenital hiperinsulinemia (hiperinsulinemia pada bayi).

Mengenal kongenital hiperinsulinemia

Kongenital hiperinsulinemia merupakan suatu penyakit bawaan yang menyebabkan produksi insulin berlebih pada seseorang. Hal tersebut dikarenakan adanya kelainan pada sel penghasil hormon insulin pada kelenjar pankreas atau sel beta pankreas.

Pada keadaan normal sel beta pankreas menghasilkan insulin secukupnya dan hanya dihasilkan untuk menyeimbangkan kadar gula darah pada tingkatan normal. Akibatnya, bayi yang mengalami hiperinsulinemia akan mengalami kadar gula darah yang terlalu rendah. Kondisi tersebut dapat berdampak fatal karena gula darah sangat diperlukan untuk menjaga fungsi fisiologis pada tubuh bayi.

Hiperinsulinemia pada bayi biasanya dapat dikenali melalui beberapa gejala yang terjadi saat bayi (usia kurang dari 12 bulan) atau hingga usia di bawah 18 bulan. Tetapi, gangguan tersebut juga dapat bersifat menetap atau baru ditemukan pada usia anak-anak hingga dewasa, dengan kasus yang lebih sedikit. Hal tersebut dikarenakan kongenital hiperinsulinemia memiliki karakteristik klinis, genetik. dan perkembangan penyakit yang bervariasi.

Penyebab hiperinsulinemia pada bayi

Kelainan genetik pada sel penghasil insulin di kelenjar pankreas diduga merupakan penyebab utama dari kongenital hiperinsulinemia. Meskipun demikian, sekitar 50% dari kasus tidak ditemukan adanya mutasi genetik. Pada beberapa kasus – meskipun jarang – menunjukan bahwa gangguan ini merupakan kondisi yang diturunkan dalam suatu keluarga, sedikitnya terdapat sembilan gen yang diturunkan dan dapat memicu kongenital hiperinsulinemia. Selain itu, tidak diketahui adanya faktor risiko yang berkaitan dengan kondisi kehamilan dalam terjadinya kongenital hiperinsulinemia.

Tanda dan komplikasi pada bayi dengan hiperinsulinemia

Kadar gula darah rendah terjadi jika di bawah 60 mg/dL, namun kadar gula darah rendah akibat hiperinsulinemia diperkirakan sampai di bawah 50 mg/dL. Berdasarkan gejalanya, tanda dari kongenital hiperinsulinemia bayi sulit dikenali karena sangat mirip dengan kondisi bayi normal pada umumnya.

Bayi dapat dicurigai mengalami kongenital hiperinsulinemia jika ia:

  • Terlalu rewel
  • Mudah mengantuk
  • Menunjukan tanda letargi atau kehilangan kesadaran
  • Lapar terus menerus
  • Jantung berdetak cepat

Sedangkan kongenital hiperinsulinemia yang terjadi setelah memasuki usia anak-anak memiliki gejala umum seperti hipoglikemia pada umumnya, diantaranya:

  • Lemas
  • Mudah lelah
  • Mengalami kebingungan atau kesulitan berpikir
  • Mengalami tremor
  • Jantung berdetak cepat

Selain itu, kondisi kadar gula darah yang terlalu rendah dalam waktu yang lama dapat memicu gejala komplikasi seperti koma, kejang-kejang, dan kerusakan otak permanen.  Komplikasi tersebut juga akan berdampak terhadap perkembangan saraf pusat seperti gangguan pertumbuhan, gangguan sistem saraf (focal neurological deficits), dan keterbelakangan mental, meskipun hanya terjadi kerusakan otak yang sangat sedikit.

Kongenital hiperinsulinemia juga berisiko menyebabkan kematian dini jika kondisi hipoglikemia berkepanjangan tidak ditangani atau tidak teratasi dengan tepat.

Apa yang dapat dilakukan?

Kongenital hiperinsulinemia merupakan kelainan genetik yang langka dan sulit untuk dikenali bahkan berpeluang terjadi dalam waktu yang lama tanpa penanganan yang cukup. Deteksi dan penanganan sedini mungkin diperlukan untuk mencegah adanya komplikasi jangka panjang dan kematian. Calon orang tua juga dapat mengetahui peluang anak mereka untuk mengalami kongenital hiperinsulinemia dengan melakukan pemeriksaan genetik pembawa kelainan.

Salah satu bentuk penanganan yang tersedia adalah pancreatectomy atau pemotongan sebagian dari pankreas yang terdeteksi mengalami kelainan. Setelah dilaksanakan penanganan tersebut hipoglikemia cenderung lebih mudah terkontrol dan terdapat peluang untuk sembuh dalam jangka waktu beberapa bulan atau tahun kemudian.

Meskipun demikian, perlu diketahui bahwa juga terdapat kemungkinan jika kondisi hipoglikemia dapat menetap bahkan setelah pemotongan pankreas 95-98%. Selain itu, pancreatectomy juga memiliki efek samping, yaitu peningkatan risiko munculnya penyakit diabetes mellitus pada masa mendatang.

Seseorang dengan kongenital hiperinsulinemia juga kemungkinan membutuhkan penanganan jangka panjang untuk mengatur kadar gula darah selalu dalam keadaan stabil. Bantuan ahli gizi kemungkinan diperlukan untuk merencanakan pola makan bagi penderita. Kadar gula darah perlu selalu diawasi baik oleh penderita maupun keluarga terdekat. Mereka juga harus mengenali tanda hipoglikemia dan hal apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Mie instan mungkin makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama anak kos di akhir bulan. Namun, tahukah Anda bahaya makan mie instan?

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah diabetesi boleh makan mie instan? Jika boleh, bagaimana tips amannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Awas, Ini Akibatnya Jika Gula Darah Anda Terlalu Tinggi

Bukan hanya diabetes, orang sehat juga wajib menjaga gula darah. Jangan sampai Anda mengalami 8 komplikasi akibat gula darah tinggi ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Diabetes 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Jenis Tes untuk Cek Kadar Gula Darah Serta Cara Membaca Hasilnya

Ada berbagai macam jenis cek gula darah untuk pemeriksaan diabetes, seperti gula sewaktu (GDS) atau puasa, dan beberapa lainnya. Bagaimana membaca hasilnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Diabetes 19 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab gula darah tinggi

10 Hal yang Dapat Menjadi Penyebab Gula Darah Naik

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
pemeriksaan hba1c adalah

Tes HbA1c (Hemoglobin A1c)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
kadar gula darah tinggi

7 Cara Efektif Menurunkan Gula Darah Tinggi (Hiperglikemia)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit