Ciri-ciri Anak Psikopat yang Bisa Terdeteksi Orangtua

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda sebagai orang dewasa melihat anak kecil tumbuh besar menjadi seorang psikopat berdarah dingin? Kata psikopat dan anak memang jarang dikaitkan karena memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Anak sering digambarkan dengan kata polos meskipun nakal, sementara psikopat dianggap sebagai sifat yang sudah buruk dari sananya. Lalu, adakah ciri psikopat pada anak yang bisa dilihat oleh orang dewasa, terutama orangtuanya?

Ciri psikopat pada anak

kasus kdrt ortu memicu risiko psikopat pada anak

Walaupun terdengar sulit dipercaya, anak pun dapat berperilaku kasar dan kejam layaknya yang dilihat pada orang dewasa. Mereka mungkin tidak menunjukkan kekejamannya sepanjang waktu, tetapi ternyata ada beberapa ciri psikopat yang bisa Anda lihat pada anak. 

Dilansir dari kamus American Psychological Association, psikopat merupakan sebutan untuk orang yang menderita gangguan kepribadian antisosial. 

Kondisi ini cukup serius karena dapat dihubungkan dengan perilaku yang berbahaya. Akan tetapi, penggunaan kata psikopat sering disalahpahami karena tidak jarang digambarkan sebagai pembunuh massal di film-film. Faktanya, tidak selalu demikian. 

psikopat

Lantas, bagaimana dengan anak-anak? Menurut studi dari Italian Journal of Pediatrics, anak yang tidak menunjukkan emosinya sering dianggap mengalami gangguan kepribadian. 

Lalu, selama masa remajanya, mereka juga dapat didiagnosis menderita gangguan perilaku dan melibatkan kebiasaan yang melanggar hak orang lain serta mengabaikan peraturan. 

Berikut ini ada beberapa ciri psikopat yang terlihat pada anak sejak usia dini:

Balita dan anak pra-sekolah (playgroup atau taman kanak-kanak)

Balita stres

Siapa sangka bahwa balita dan anak pra-sekolah dapat menunjukkan ciri dari psikopat? Tidak hanya orang dewasa, balita dan anak usia pra-sekolah pun dapat memperlihatkan tanda-tanda gangguan kepribadian antisosial yang dapat berkembang. 

Hal ini dibuktikan melalui penelitian dari jurnal Developmental Psychology. Di dalam penelitian tersebut, para peneliti mengumpulkan data dari 731 anak berusia dua tahun dan ibu mereka. Ratusan anak tersebut diteliti hingga berusia sembilan tahun. 

Para peneliti mencoba untuk fokus pada sifat anak apa yang disebut sebagai perilaku Callous-Unemotional (CU) atau ciri pra-psikopat. 

anak keras kepala

Perilaku ini dilihat berdasarkan empati, rasa bersalah yang rendah, dan simpati terhadap orang lain. Batasan dari penelitian ini adalah para peserta tidak mewakili seluruh kelas sosial ekonomi karena berasal dari keluarga menengah ke bawah dan mempunyai beberapa faktor risiko. 

Selama penelitian berlangsung, tim peneliti meminta orangtua peserta, orangtua lainnya, dan guru untuk menilai anak tersebut dengan beberapa kecenderungan sifat di bawah ini, yaitu:

  • anak tidak merasa bersalah setelah berperilaku buruk
  • hukuman tidak mengubah atau memperbaiki perilaku anak
  • anak egois dan tidak mau berbagi dengan orang lain
  • anak suka berbohong
  • anak bersikap licik kepada orang lain, termasuk orangtuanya sendiri

Hasilnya, ciri pra-psikopat (DC) yang berkembang ditemukan lebih sering anak berusia tiga tahun. Mereka lebih sering menunjukkan masalah perilaku terbanyak dan cenderung terkait dengan psikopati di masa kanak-kanak. 

Temuan tersebut mungkin dapat menjadi acuan dan bantuan bagi orangtua untuk mendeteksi apakah sifat psikopat ditunjukkan oleh anak mereka agar dapat dicegah saat beranjak dewasa. 

Anak yang lebih tua (sekolah dasar hingga remaja)

depresi pada remaja

Anak yang menunjukkan ciri psikopat sebenarnya sama dengan orang dewasa perlihatkan di kehidupan sehari-hari mereka. Tanda-tanda tersebut meliputi abai terhadap perasaan orang lain dan tidak merasa menyesal ketika melakukan kesalahan. 

Walaupun belum ada tes khusus yang memperlihatkan apakah anak seorang psikopat atau bukan, setidaknya psikolog mempunyai beberapa penilaian untuk membantu mengukur gejala anak. 

Salah satu penilaian yang paling umum adalah Youth Psychopathic Traits Inventory (YPI). Tes ini menuntut anak untuk menjalani pemeriksaan dan menjawab pertanyaan tentang diri mereka. 

empati adalah

Hal ini bertujuan untuk mengukur sifat dan kepribadian anak yang mungkin berhubungan dengan ciri psikopat, seperti:

  • tidak jujur
  • kebohongan
  • sombong atau angkuh
  • manipulatif
  • tidak memiliki perasaan
  • tidak menunjukkan belas kasihan
  • impulsif dan suka mencari sensasi
  • tidak bertanggung jawab

Selain itu, kebanyakan anak dan remaja yang masuk dalam kategori sifat nakal lebih senang bergabung dengan teman sebayanya yang berperilaku sama. Akibatnya, mereka tidak jarang melakukan kenakalan remaja tidak jarang ketika melakukan kenakalan remaja mereka melakukannya secara berkelompok. 

Akan tetapi, perlu diingat bahwa anak yang memiliki ciri psikopat cenderung berhati-hati dan jarang terlihat melakukan pelanggaran hukum. Mereka lebih senang menjadi ‘ketua’ kelompok dan memengaruhi anggota kelompok lainnya untuk masuk dalam perilaku antisosial.

Apakah sifat psikopat akan hilang dengan sendirinya?

membantu mengatasi trauma anak

Ciri psikopat yang ditunjukkan oleh anak mungkin awalnya terlihat wajar, sehingga kebanyakan orangtua memilih untuk mengabaikannya. 

Padahal, beberapa ahli berpendapat bahwa sifat-sifat yang mereka perlihatkan akan tetap stabil seiring dengan bertambahnya usia. Artinya, mereka akan beranjak dewasa dengan sifat yang sama. 

Sementara itu, ada beberapa peneliti yang menunjukkan bahwa tanda-tanda psikopat akan lebih terlihat pada masa remaja. Sebagai contoh, beberapa remaja sering mencari sensasi dan sering bertindak secara naluri, tetapi bisa saja kondisi ini terkait masalah perkembangan, tidak selalu sifat psikopat. 

kartu identitas anak

Oleh karena itu, mendeteksi sejak dini sifat psikopat pada anak adalah langkah terbaik karena membutuhkan pengobatan agar kondisinya membaik. 

Kabar baiknya, kebanyakan anak dan balita bukan psikopat meskipun menunjukkan ciri yang mirip, seperti tidak peduli atau jahat pada suatu waktu. Akan tetapi, anak yang bersifat psikopati justru kejam dan tidak selalu emosional. 

Apabila Anda menemukan sifat anak yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan anak-anak seumurannya, mungkin mencari bantuan kepada psikolog anak adalah pilihan yang terbaik.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Benar Sifat Pemarah Anak Menurun dari Ayahnya?

Banyak orang yang mengatakan bahwa kecerdasan anak berasal dari ibunya, sedangkan anak mewarisi emosi dari sifat ayah mereka. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 30 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Kenali 4 Ciri Orang Psikopat yang Mungkin Ada di Sekitar Anda

Mengenali orang psikopat di sekitar Anda melalui penampilan saja memang sulit. Namun, lewat 4 ciri-ciri psikopat ini Anda bisa lebih menyadarinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 4 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Psst, Ternyata Begini Selera Musik Seorang Psikopat. Apakah Sama Dengan Anda?

Sebuah studi berusaha untuk mendeteksi sifat psikopati dari selera musik. Wah, memangnya musik seperti apa yang didengarkan seorang psikopat? Intip di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 14 November 2017 . Waktu baca 3 menit

Selain Menyenangkan, Ini 3 Manfaat Istimewa Main Sepakbola untuk Anak-anak

Suka marah-marah jika si kecil pulang dengan sepatu dan baju kotor karena main sepak bola? Padahal ada lho manfaat main sepak bola! Coba Anda cek di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 23 September 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

stres pada anak

Kenali Gejala Stres pada Anak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Mengenali Ciri-Ciri Psikopat di Sekitar Anda

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
perkembangan emosi anak

Mengulik Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 9 menit
tantrum pada anak yang berbahaya

5 Tanda Tantrum pada Anak yang Melebihi Batas Normal

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit