Suka Menyiksa Hewan? Anda Mungkin Memiliki Tendensi Psikopat

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sempat ada tren yang booming di internet tentang kucing dalam botol. Tren itu mampu melelehkan hati para netizen dengan kelucuan dari wajah kucing-kucing yang masuk dalam botol. Namun, tahukah Anda kalau perbuatan itu merupakan bentuk menyiksa terhadap hewan?

Penyiksaan terhadap hewan ini ternyata bukan semata-mata sebagai cara dari manusia untuk menunjukkan dominansinya, namun ada hal yang lebih laten dari itu.

Dua jenis dari perilaku menyiksa hewan

Sebelum melangkah lebih jauh tentang bahaya laten yang dapat diungkapkan dari penyiksaan hewan, ada baiknya untuk mengaji jenis dari penyiksaan terhadap hewan. Menurut Canadians for Animal Welfare Reform, atau yang sering disingkat CFAWR, terdapat dua jenis dari penyiksaaan binatang, active cruelty dan passive cruelty. Active cruelty adalah bentuk penyiksaan dengan tujuan untuk menyakiti hewan, sedangkan passive cruelty adalah bentuk penyiksaan tanpa maksud, seperti lupa memberikan makan atau minum pada hewan peliharaan, dalam waktu yang panjang.

E. Buckles, D. N. Jones, dan D. L. Paulhus pada tahun 2013 melakukan suatu studi untuk melihat perilaku sadistis dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 78 mahasiswa psikologi diikutsertakan dalam penelitian ini. Para responden diminta untuk mengisi beberapa kuesioner yang dapat mengukur sifat sadistik, dark triad (Machiavellianism, narcissism, dan psychopathy), dan ukuran kejijikan responden terhadap berbagai hal. Selain itu, ada Yes-or-No Question yang perlu diisi untuk mengetahui ketakutan terhadap serangga. Terakhir, responden diminta untuk mengisi kuesioner adjective-rating measure.

Pertama-tama, responden diminta untuk memilih beberapa pekerjaan; membunuh serangga (kategori: pembasmi hama), membantu eksperimenter membunuh serangga (kategori: pembasmi hama), membersihkan toilet, dan memegang es (suatu pekerjaan yang dilakukan di tempat yang dingin). Dari 78 responden (namun hanya 71 data yang dapat diproses karena 7 di antaranya tidak direkam), 12.7% memilih untuk memegang es, 33.8% memilih untuk membersihkan toilet, 26.8% memilih untuk membantu eksperimenter membunuh serangga, dan 26.8% sisanya memilih untuk membunuh serangga. Pada pembunuh hama, responden memiliki skor perilaku sadistis yang tinggi. Hasil lain yang mengejutkan adalah responden dengan skor perilaku sadistis yang tinggi merasakan kesenangan dalam menyiksa hewan. Dari studi ini, dapat ditarik simpulan bahwa sadisme merupakan suatu faktor yang dapat diprediksi dengan tindakan menyiksa hewan.

Penyiksaan hewan bisa menjadi indikasi sifat psikopat

Hai ini diperkuat dengan studi yang dilakukan oleh Dr. Phillip Kavanagh dan kolega. Penyiksaan terhadap hewan juga dapat mengindikasikan seseorang memiliki sifat Dark Triad (Machiavellianism, narcissism, dan psychopathy). Hal yang ingin dibuktikan oleh Dr. Phillp Kavanagh tecermin dalam studinya. Studi ini menyatakan bahwa sifat psikopat berhubungan dengan intensi seseorang menyakiti hewan dengan sengaja.

Terdapat bukti nyata dalam kehidupan, yaitu banyak pembunuh berantai, seperti Jeffrey Dahmer, memulai karir pembunuhannya pada masa kecilnya dengan membunuh hewan, mengumpulkan hewan yang telah mati, memutilasi, dan melakukan masturbasi dihadapan hewan-hewan yang telah ia potong-potong sebelumnya. Mary Bell, seorang pembunuh yang korbannya anak kecil, mengaku pernah mencekik burung merpati hingga mati pada masa kecilnya.

Orang yang suka menyiksa hewan memiliki kecenderungan menyakiti manusia tanpa rasa simpati

Dapat disimpulkan bahwa perilaku menyiksa hewan cenderung dilakukan oleh orang dengan skor sadisme yang tinggi berdasarkan 10-item Short Sadistic Impuls scale. Penyiksaan hewan pada masa kecil cenderung menghasilkan dewasa dengan Dark Triad tipe psychopathy. Selain itu, penyiksaan pada hewan merupakan indikasi seseorang terkena Antisocial Personality Disorder, yaitu suatu ganggguan kepribadian yang membuat penderitanya cenderung apatis terhadap norma yang berlaku. Dark Triad tipe psychopathy dan Antisocial Personality Disorder dapat menghasilkan satu tendensi untuk tidak hanya menyakiti hewan, namun mampu menyakiti manusia tanpa rasa simpati dan empati yang muncul setelahnya.

Jadi, kenalilah orang tersayang Anda. Bentuklah juga anak Anda untuk menjadi anak yang penuh empati dan simpati. Sayangi mereka sepatutnya mereka disayangi. Walaupun setelah gangguan ini terbentuk sulit kemungkinan untuk menghilangkan sepenuhnya (ditandai dengan kembalinya para narapidana kembali melakukan kejahatan yang sama), namun bantuan tangan Anda mampu mengurangi kecenderungan mereka untuk melakukan kejahatan. Perlu juga diingat bahwa terbentuknya suatu kepribadian manusia sangat kompleks. Satu gangguan mungkin terdiri dari beberapa indikasi dan latar belakang yang unik pada setiap manusia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anda Punya Sifat Posesif? Ini Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

Memiliki sifat posesif tidak akan pernah menguntungkan, justru ini akan merusak hubungan Anda dengan pasangan atau kerabat. Kenali apa itu posesif di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 18 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ego adalah bagian dari kepribadian manusia yang seringkali dicap negatif. Memang, apa itu ego, dan bagaimana mengendalikan ego yang tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rasa kesepian depresi

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
putus kenapa cinta memudar

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan rasa cemas

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sedih

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit