Awkarin Minta Para Ortu Lebih Peka, Ini 5 Ciri Gangguan Mental yang Bisa Dideteksi Dini

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Belum lama ini Awkarin, selebgram yang memiliki lebih dari 3 juta followers tersebut, mengaku vakum dari dunia media sosial. Sempat banyak yang bertanya-tanya, apa yang menjadi alasan dari aksinya itu. Namun tidak butuh waktu lama, Awkarin muncul lagi memberikan klarifikasi bahwa ia sudah menjadi pribadi yang baru.

Dalam video klarifikasinya tersebut, Awkarin juga menyebutkan bahwa dirinya pernah mengalami depresi dan gangguan mental semasa kecil. Ia menekankan bahwa gangguan mental bukanlah hal sepele dan meminta para orangtua lebih peka terhadap ciri-ciri gangguan mental pada anak.

Lantas, apakah mungkin mendeteksi gangguan mental sejak dini? Apa saja ciri-ciri gangguan mental yang bisa ortu waspadai?

Ciri-ciri gangguan mental yang bisa dideteksi ortu sejak dini

Tentu, setelah melihat video dari Awkarin yang baru, para orangtua bahkan calon orangtua khawatir dengan anaknya kelak. Ya, memang dampak lingkungan serta media sosial dapat membuat sang anak mengalami depresi hingga gangguan mental.

Memang benar jika kebanyakan kasus gangguan mental dialami anak-anak hingga remaja. Menurut American Psychiatric Association, sebanyak 50 persen kasus depresi dan gangguan mental terjadi sejak anak berusia 14 tahun.

Maka itu, sebenarnya ortu bisa mendeteksi ciri-ciri gangguan mental pada anak supaya bisa ditangani dengan cepat dan tidak mengganggu perkembangannya.

penyebab depresi keturunan ibu anak orangtua remaja

1. Perubahan jadwal tidur dan makan

Bila Anda melihat si kecil mulai tidak nafsu makan atau kesulitan tidur, bisa jadi hal ini merupakan tanda awal dari gangguan mental. Memang tidak semua kasus akan menjurus pada masalah mental. Namun  jika hal ini terjadi dalam waktu yang cukup lama, Anda patut mewaspadainya.

2. Mood naik turun

Salah satu ciri gangguan mental adalah suasana hati sang anak berubah dengan cepat dan tiba-tiba. Perhatikan remaja Anda, apakah ia belakangan ini mudah marah dan lebih sensitif? Anda juga bisa melihat seberapa cepat perubahan emosinya, dari senang, sedih, hingga marah.

3. Perlahan-lahan menarik diri

Sama seperti yang dilakukan oleh Awkarin yang memutuskan untuk menarik diri dari media sosial sesaat, hal ini mungkin saja terjadi pada remaja Anda. Perhatikan, apakah ia mulai menutup diri dan tidak lagi bermain dengan teman-temannya. 

Ciri gangguan mental ini memang tidak akan terlihat langsung. Maka itu, penting bagi Anda selalu memerhatikan dan tahu lingkungan sosial sang anak. Jika memang ada perubahan, Anda akan tahu saat itu juga.

penyebab depresi pada wanita

4. Jadi apatis

Jika tiba-tiba anak jadi acuh tak acuh dan tak peduli dengan hal yang ada di sekitarnya, Anda patut curiga. Perubahan sikap ini pasti membuat Anda kaget bahkan bisa saja naik pitam karena anak yang masa bodoh dengan lingkungannya. 

Namun, sebaiknya kenali dulu dan bicarakan baik-baik apa yang terjadi padanya hingga perubahan ini terjadi. Sikap apatis juga menjadi salah satu ciri gangguan mental paling umum yang terjadi pada anak dan remaja.

5. Nilai akademis menurun

Jangan keburu marah dulu jika tiba-tiba nilai sang anak anjlok. Sebagai orangtua, Anda harus cari tahu dulu apa penyebab hal ini. Pasalnya, bisa jadi kondisi ini terjadi akibat anak sedang merasa depresi dan mengalami gangguan mental.

Anak yang alami gangguan mental akan sulit konsentrasi sehingga sulit untuk menangkap pelajaran di sekolah. Belum lagi emosi yang tidak stabil, membuatnya tidak termotivasi untuk melakukan aktivitas hariannya, termasuk saat belajar di sekolah.

Lalu, apa yang mesti ortu lakukan jika remaja alami gangguan mental?

cara mendidik anak

Sama seperti penyakit fisik, gangguan mental juga harus diobati dan ditangani dengan benar. Jangan pernah menyepelekan masalah mental yang terjadi pada anak dan remaja, karena tentu saja hal ini bisa memengaruhi perkembangan emosionalnya. 

Sebenarnya, gangguan mental itu ada banyak jenisnya, dari depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, obsessive compulsive disorder (OCD)hingga skizofrenia. Maka itu pengobatan yang diperlukan tentu saja berbeda-beda.

Jadi, segera bawa remaja Anda ke dokter ahli untuk mengatasi gangguan mental yang ia alami. Bila masalahnya ditemukan sejak dini, pengobatan yang dibutuhkan tidak akan serumit atau sebanyak kasus yang sudah parah.

Lagipula, saat ini sudah tersedia pelayanan kesehatan yang khusus mengatasi gangguan mental di tingkat fasilitas kesehatan tingkat pertama, yaitu puskesmas. Dengan begitu, memudahkan Anda untuk mengobati masalah mental si kecil.

Yang terpenting adalah dukungan Anda sebagai ortu pada sang anak. Anak mungkin akan merasa terasingkan dari dunianya, saat itu dukungan Anda untuk terus membuatnya nyaman dan tenang sangat dibutuhkan.

Selalu cari cara untuk membuat terapi psikologis yang dilakukan si kecil terasa menyenangkan. Anda juga mesti memberi tahu pihak sekolah, supaya mendampingi si kecil terus ketika masa pengobatannya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca