Ciri-Ciri Down Syndrome pada Bayi dan Anak yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Memiliki buah hati yang lahir dengan sehat dan sempurna tentu menjadi harapan semua orangtua. Meski begitu, terkadang ada beberapa kondisi yang membuat bayi mengalami cacat saat baru lahir. Dari beragam jenis cacat lahir pada bayi, Down syndrome atau sindrom Down merupakan salah satunya. Pada kondisi Down syndrome tersebut, apa saja ciri-ciri yang terlihat pada bayi? Agar lebih jelas, ketahui gejala Down syndrome atau sindrom Down ini.

Apa saja ciri-ciri Down syndrome?

Down syndrome atau sindrom Down adalah kondisi kelainan genetik yang disebabkan karena bayi memiliki tambahan salinan kromom ke-21. Kondisi cacat lahir yang satu ini mengakibatkan bayi mengalami keterlambatan pada perkembangan fisik bayi, mental, serta intelektualnya.

Meski kerap terlihat serupa, sebenarnya setiap bayi maupun anak-anak dengan Down syndrome memiliki kondisi fisik dan mental yang tidak selalu sama.

Bahkan, gejala atau ciri-ciri Down syndrome atau sindrom Down bisa berbeda-beda pada setiap bayi dan anak-anak. Berbagai gejala atau ciri-ciri Down syndrome atau sindrom Down yakni:

Gejala atau ciri-ciri fisik pada bayi Down syndrome

cara mendeteksi anak down syndrome

Ciri-ciri fisik dari Down syndrome pada masing-masing bayi dan anak-anak memang bisa bervariasi. Akan tetapi, gejala sindrom Down umumnya adalah sebagai berikut:

  • Wajah dan hidung datar
  • Kepala berukuran kecil
  • Leher pendek dengan kulit berlebih di bagian belakang
  • Kondisi tonus otot buruk atau tidak berfungsi dengan baik
  • Ukuran kepala, telinga, dan mulut kecil
  • Mata miring ke arah atas disertai dengan lipatan kulit yang keluar dari kelopak mata atas dan menutupi sudut mata bagian dalam (fisura palpebral)
  • Bintik putih pada bagian mata yang berwarna (disebut bintik Brushfield)
  • Tangan lebar dengan jari-jari yang pendek
  • Ukuran tangan dan kaki kecil
  • Ada bagian lekukan dalam pada jari kaki pertama dan jari kaki kedua

Di samping itu, menurut National Institute of Health, gejala perkembangan fisik pada bayi dan anak-anak yang mengalami sindrom Down cenderung lebih lambat.

Hal ini tentu berbanding terbalik dengan kondisi bayi dan anak-anak yang tidak mengalami Down syndrome. Ambil contohnya, karena kondisi tonus otot si kecil kurang baik, bayi dengan ciri-ciri Down syndrome umumnya terlambat belajar berbagai perkembangan.

Bayi dengan gejala Down syndrome atau sindrom Down dapat mengalami keterlambatan dalam belajar merangkak, duduk sendiri, berdiri tanpa berpegangan, hingga bisa berjalan.

Terlepas dari berbagai keterlambatan perkembangan tersebut, bayi maupun anak-anak yang mengalami gejala Down syndrome tetap bisa beraktivitas normal.

Memang, ciri-ciri atau gejala fisik yang dialami bayi dan anak-anak dengan kondisi Down syndrome atau sindrom Down membuatnya perkembangannya sedikit lebih lama.

Akan tetapi, pada akhirnya bayi dan anak-anak yang mengalami Down syndrome tetap bisa mencapai tonggak perkembangannya yang optimal.

Gejala atau ciri-ciri intelektual pada bayi Down syndrome

kemampuan mengingat anak down syndrome

Intelektual adalah kemampuan berpikir atau kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang. Bayi dan anak-anak dengan Down syndrome atau sindrom Down umumnya memang mengalami ciri-ciri atau gejala gangguan kognitif serta masalah dalam berpikir.

Namun, masalah kognitif tersebut biasanya berkisar dalam taraf ringan hingga sedang dan jarang dikaitkan dengan gangguan kognitif yang berat.

Beberapa gejala gangguan kognitif dan perilaku yang umum dialami bayi dan anak dengan Down syndrome atau sindrom Down adalah sebagai berikut:

Secara rincinya, berikut beberapa masalah terkait perkembangan intelektual yang bisa dialami bayi dan anak-anak dengan gejala sindrom Down:

Keterlambatan perkembangan motorik

Ketika perkembangan bayi dalam bidang motorik terlambat dapat berpengaruh ke hal lainnya. Beragam perkembangan motorik bayi meliputi belajar bergerak, belajar berguling, belajar merangkak, belajar duduk, hingga belajar berjalan meski sedikit terlambat.

Dalam kondisi ini, keterlambatan perkembangan motorik di atas dapat memengaruhi perkembangan kemampuan kognitif, bahasa, dan lain sebagainya. Entah itu perkembangan motorik kasar maupun motorik halus.

Keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa

Menurut Mayo Clinic, keterampilan komunikasi dan bahasa bayi dengan ciri-ciri Down syndrome juga bisa ikut terhambat. Hal tersebut sama dengan perkembangan intelektual lainnya.

Bayi dan anak-anak dengan gejala sindrom Down hanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan kemampuan bicara dan bahasanya.

Keterlambatan perkembangan mengenal angka

Sebagian besar bayi dan anak-anak dengan gejala sindrom Down atau Down syndrome cenderung mengalami kesulitan untuk memahami angka.

Namun lagi-lagi, terlambatnya perkembangan kemampuan ini tetap akan bisa dicapai si kecil meski tidak di usia yang sama dengan teman-teman seusianya.

Keterlambatan perkembangan memori jangka pendek verbal

Memori jangka pendek adalah sistem memori terkait informasi yang baru dipelajari untuk periode waktu yang singkat.

Memori jangka pendek ini membantu mendukung proses belajar dan kemampuan kognitif bayi dalam memproses informasi visual serta verbal.

Bayi dan anak-anak dengan ciri-ciri atau gejala Down syndrome cenderung lebih mampu memproses informasi yang didapatkan secara visual dibandingkan dengan verbal.

Gejala mental pada bayi sindrom Down

ciri-ciri dan gejala autis pada bayi

Ciri-ciri atau gejala lain pada bayi maupun anak-anak dengan Down syndrome atau sindrom Down yakni terkait mental.

Beberapa bayi dan anak-anak dengan kondisi cacat lahir ini juga bisa memiliki masalah dengan perilaku, sulit memerhatikan sesuatu dengan baik, hingga tertarik pada beberapa hal.

Hal ini dikarenakan bayi dan anak-anak dengan gejala sindrom Down mengalami kesulitan untuk mengendalikan dirinya. Entah itu yang berhubungan dengan perasaan mereka sendiri maupun terhadap orang lain.

Kapan harus ke dokter?

penyebab leukosit bayi rendah

Kondisi cacat lahir sindrom Down pada bayi biasanya bisa mulai didiagnosis saat kehamilan maupun setelah kelahiran.

Akan tetapi, jika Anda memiliki pertanyaan terkait kehamilan yang sedang dijalani maupun tumbuh kembang si kecil, silakan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Tak terkecuali bila Anda mengamati si kecil memiliki satu atau lebih gejala terkait Down syndrome, jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter.

Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, gejala atau ciri-ciri Down syndrome alias sindrom Down dapat memengaruhi proses perkembangan bayi.

Hal ini meliputi perkembangan bayi dalam berpikir, berbicara, mengerti sesuatu, hingga bersosialisasi dengan orang-orang di lingkungannya.

Bayi yang mengalami sindrom Down memang membutuhkan waktu yang lebih lama sampai akhirnya berhasil mencapai setiap tonggak perkembangannya.

Akan tetapi, Anda sebenarnya tidak perlu khawatir karena bayi dan anak-anak dengan Down syndrome tetap akan berkembang secara bertahap.

Perkembangan ini biasanya akan berjalan seiring bertambahnya usia meski tidak di usia yang sama dengan teman-teman sebayanya.

Buah hati Anda dengan kondisi ini juga biasanya membutuhkan bantuan ekstra untuk belajar mengembangkan keterampilannya.

Namun, terlepas dari gejala apa yang dialami bayi dan anak dengan sindrom Down atau Down syndrome, melakukan pengobatan dini merupakan kuncinya.

Dengan memberikan penanganan yang tepat, masalah medis serta berbagai perkembangan bayi dan anak-anak dengan Down syndrome dapat jauh lebih baik.

Hal ini juga akan membantu buah hati Anda untuk bisa menjalani kehidupan yang lebih baik nantinya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Katarak Kongenital

Katarak kongenital adalah kelainan bawaan lahir pada bayi, yang menyebabkan lensa mata menjadi keruh dan menghambat penglihatannya. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mata, Katarak 7 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Achondroplasia (Akondroplasia)

Achondroplasia atau akondroplasia adalah kelainan tulang pada bayi yang baru lahir. Simak gejala, penyebab, dan cara mengatasinya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Hemofilia

Hemofilia adalah kelainan darah akibat rusaknya faktor pembekuan darah. Ini adalah kondisi genetik yang menyebabkan perdarahan sulit dihentikan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Distrofi Otot

Distrofi otot (muscular dystrophy) adalah sekelompok penyakit yang melemahkan otot. Cari tahu informasi lengkap seputar kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tourette syndrome sindrom tourette adalah

Tourette Syndrome, Gangguan Saraf yang Membuat Anak Tidak Bisa Mengendalikan Gerakan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
feses bayi

Hirschsprung (Hisprung)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
gastroschisis adalah

Gastroschisis, Kondisi Saat Bagian Dalam Perut Anak Berada di Luar Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
down syndrome sindrom down

Down Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit