Suhu Tubuh Anak Rendah, Haruskah Saya Khawatir?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sejak lahir, manusia memiliki sistem bernama homeostasis yang bertugas untuk menjaga suhu tubuh agar tetap berada dalam kisaran yang normal. Maka, jika suhu tubuh anak Anda tiba-tiba meningkat atau menurun di luar kisaran normalnya, ini berarti ada sesuatu yang salah dalam sistem tubuh si buah hati. Anda mungkin sudah tahu bahwa suhu tubuh anak meningkat hingga demam biasanya menandakan terjadinya infeksi bakteri, virus, atau kuman. Akan tetapi, bagaimana dengan suhu tubuh yang menurun hingga kulit si kecil terasa dingin saat disentuh? Apakah ini hal yang wajar atau justru harus diwaspadai?

Suhu tubuh normal anak

Selama telapak tangan dan kaki atau permukaan kulit anak Anda tidak terasa terlalu dingin atau membeku ketika Anda sentuh, suhu tubuhnya masih tergolong normal. Namun, jika terasa dingin sebaiknya Anda mengukur suhu tubuh anak dengan termometer di mulut, telinga, ketiak, atau anus. Dalam keadaan sehat dan normal, suhu tubuh anak berkisar pada 36,5 sampai 37 derajat Celsius. Angka ini akan terus berubah-ubah sepanjang hari, misalnya di malam hari saat anak tidur, pada sore hari setelah mandi, atau sehabis anak Anda melakukan aktivitas fisik tertentu.

BACA JUGA: 5 Nutrisi untuk Otak Anak yang Bermanfaat Meningkatkan Kecerdasan

Mengapa suhu tubuh anak saya rendah?

Meskipun setiap orang memiliki suhu tubuh yang berbeda-beda, perhatikan jika suhu tubuh anak Anda sering kali atau selalu berada di bawah 36,5 derajat Celsius. Suhu tubuh rendah bisa menandakan berbagai kondisi kesehatan seperti berikut ini.

1. Kurang aktivitas fisik

Jika anak Anda kurang bergerak dan melakukan aktivitas fisik, risikonya adalah suhu tubuh rendah. Hal ini terjadi karena tubuh yang pasif biasanya akan mengakibatkan melambatnya sistem metabolisme, yaitu proses pembakaran kalori menjadi energi. Beraktivitas fisik adalah salah satu cara untuk memicu proses pembakaran tersebut. Maka, semakin anak Anda kurang gerak, tubuhnya akan semakin dingin, lemas, dan pucat.

2. Asupan nutrisi

Pola makan dan asupan nutrisi yang seimbang akan membantu menjaga agar suhu tubuh anak Anda tetap berada dalam kisaran normal. Kalau anak Anda lapar, suhu tubuhnya akan berkurang. Begitu juga dengan kekurangan asupan nutrisi tertentu seperti kalori, iodin, dan zat besi. Asupan nutrisi yang tidak seimbang bisa menurunkan suhu tubuh si kecil. Maka, pastikan bahwa Anda selalu menjaga agar pola makan anak teratur dan seimbang.

3. Kurang darah

Kurang darah (anemia defisiensi besi) atau sirkulasi darah yang tidak lancar bisa memengaruhi suhu inti (organ-organ dalam) dan suhu tubuh anak. Kalau anak Anda tampak pucat, lemas, sulit bernapas, kesemutan, dan badannya terasa dingin, anak Anda mungkin kekurangan darah. Selain itu, anak yang kurang darah juga biasanya mudah diserang infeksi sampai jatuh sakit. Tanda lainnya adalah rentang perhatian (attention span) yang singkat dan pertumbuhan yang lebih lambat dari anak-anak seusianya. Hati-hati karena kurang darah pada anak bisa menyebabkan gangguan belajar dan perkembangan mental.   

BACA JUGA: Pertanyaan Umum Seputar Anemia pada Anak-anak

4. Gejala penyakit ringan

Biasanya suhu tubuh anak akan menurun kalau mau sakit, misalnya masuk angin atau influenza. Suhu tubuh rendah sering dialami anak-anak justru sebelum muncul demam. Ini karena virus, bakteri, dan kuman akan paling ganas menyerang tubuh yang suhunya rendah. Akan tetapi, sistem kekebalan tubuh akan melawannya dengan cara meningkatkan suhu inti dan suhu tubuh sehingga si kecil jadi panas dan demam. Setelah mengonsumsi obat penurun panas, anak Anda juga mungkin mengalami penurunan suhu tubuh.

BACA JUGA: Pengetahuan Dasar Mengenai Flu Pada Anak-anak

5. Penyakit serius

Suhu tubuh anak yang rendah bisa jadi gejala penyakit serius. Beberapa penyakit kronis seperti penyakit autoimun, hipertiroid, atau multiple sclerosis ditandai dengan menurunnya suhu tubuh dan rasa lemas sepanjang hari. Gangguan saraf pada anak juga terkadang ditunjukkan dengan suhu tubuh rendah.

Kapan saya harus bawa anak ke dokter?

Kalau suhu tubuh anak Anda masih berkisar pada 36 sampai 37 derajat Celsius, Anda tak perlu khawatir. Untuk meningkatkan suhu tubuh anak, cobalah untuk mengatur suhu ruangan agar tak terlalu dingin dan memakaian baju yang cukup hangat. Anda juga bisa memberikan minuman dan makanan hangat misalnya jahe untuk membantu meningkatkan suhu inti tubuhnya.

Akan tetapi, kalau suhu anak turun sampai 35 derajat Celsius, sebaiknya segera bawa ke pusat layanan kesehatan terdekat. Konsultasikan dengan dokter dan tenaga kesehatan supaya bisa mendapat penanganan yang terbaik. Jika dokter mencurigai adanya masalah kesehatan tertentu, anak Anda mungkin akan diminta untuk menjalani serangkaian pemeriksan medis. Tetap tenang dan dampingi anak selama pemeriksaan berlangsung.  

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Makanan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jiwa

Asupan makanan yang baik tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik saja, namun juga kesehatan mental. Simak makan terbaik untuk kesehatan jiwa di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Di trimester ketiga, janin masih banyak melakukan perkembangan sehingga asupan nutrisi perlu dipenuhi. Apa saja nutrisi trimester ketiga untuk ibu hamil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Tak ada ibu yang ingin bayinya lahir dengan berat rendah. Tapi, tahukah Anda bahwa bayi yang terlalu besar dalam kandungan juga bisa menimbulkan bahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
bersepeda saat hamil

Apakah Bersepeda Saat Hamil Aman Bagi Janin?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Pendidikan seks cegah HIV/AIDS

Pentingnya Edukasi Seksual dan Potensi HIV/AIDS pada Remaja

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
achondroplasia akondroplasia adalah

Achondroplasia (Akondroplasia)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit