Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Lipoma pada Bayi, Tumbuhnya Benjolan di Bawah Kulit. Apakah Berbahaya?

Lipoma pada Bayi, Tumbuhnya Benjolan di Bawah Kulit. Apakah Berbahaya?

Memiliki bayi yang sehat tentu menjadi impian setiap orangtua. Namun adakalanya, impian ini sulit terwujud karena si kecil memiliki masalah tertentu yang membuat orangtua khawatir. Salah satu masalah yang mungkin muncul pada bayi adalah lipoma. Lantas, apakah lipoma ini berbahaya? Apa penyebab si kecil bisa mengalami kondisi ini dan bisakah disembuhkan?

Apakah lipoma pada bayi berbahaya?

Lipoma adalah benjolan berisi lemak yang tumbuh secara bertahap dan perlahan di bawah kulit.

Benjolan ini bisa tumbuh di bagian tubuh manapun, tetapi lebih sering di leher, lengan atas, paha atas, batang tubuh, dan ketiak.

Lipoma adalah kondisi yang umum terjadi pada orang dewasa. Namun, lipoma terkadang muncul pada bayi dan anak. Bahkan, kondisi ini juga bisa menjadi salah satu gangguan pada bayi baru lahir.

Meski demikian, kasus lipoma pada anak sangatlah jarang terjadi.

Berdasarkan penelitian pada Journal of Pediatric Surgery Case Reports, sebagian besar kasus lipoma anak terjadi di bawah usia 3 tahun.

Adapun sebanyak 40 persen kasusnya terjadi pada bayi atau yang berusia di bawah 1 tahun.

Meski bisa terjadi pada bayi, lipoma bukanlah kondisi yang berbahaya. Benjolan lemak ini hanyalah salah satu bentuk tumor jinak dan bukanlah kanker pada anak.

Lipoma pun tidak akan berkembang menjadi kanker pada suatu waktu.

Apa penyebab lipoma pada bayi?

sindrom bayi biru

Para ahli tidak mengetahui secara pasti apa penyebab dari lipoma pada bayi.

Namun, faktor genetik atau keturunan disebut berperan menyebabkan lipoma. Artinya, bayi Anda berisiko terkena lipoma jika ada anggota keluarga dengan riwayat medis yang sama.

Meski tidak ada penyebab yang pasti, cedera ringan dapat memicu pertumbuhan lipoma. Namun, kelebihan berat badan atau obesitas pada bayi tidak dapat menyebabkan benjolan ini.

Kelainan genetik tertentu juga sering menyebabkan lipoma, seperti sindrom Gardner atau familial adenomatous polyposis (FAP) serta familial multiple lipomatosis.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyebab lipoma pada bayi, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Apa gejala lipoma pada bayi?

Biasanya, lipoma ditandai dengan benjolan bulat kecil berukuran sekitar 1-3 sentimeter (cm) yang terjadi di bawah kulit bayi Anda.

Benjolan ini umumnya terasa lembut dan kenyal serta bisa berpindah saat Anda menyentuhnya.

Kemunculan benjolan biasanya bisa Anda temukan di lengan atau tungkai kaki, leher bagian belakang, bahu, ketiak, dada, maupun dahi bayi.

Pada kasus yang jarang terjadi, lipoma pada bayi juga bisa tumbuh di otot, organ dalam, hingga otak.

Benjolan lipoma umumnya tidak terasa sakit. Bahkan, banyak orangtua yang tidak menyadari jika bayinya memiliki benjolan ini.

Namun, bayi Anda mungkin akan merasa tidak nyaman atau nyeri bila benjolan lemak menekan saraf atau ada pembuluh darah yang mengalir di sekitar benjolan.

Benjolan ini juga bisa menimbulkan rasa sakit pada bayi jika berkembang di dekat persendian. Biasanya, tumbuhnya lipoma di dekat persendian ditandai dengan bayi yang rewel atau menangis terus menerus.

Perlu Anda ketahui, benjolan lipoma mungkin akan terlihat seperti kelenjar getah bening bayi yang bengkak.

Namun umumnya, benjolan lipoma tetap dalam ukuran yang sama selama bertahun-tahun atau tumbuh sangat lambat.

Selain itu, bayi Anda mungkin memiliki satu atau lebih benjolan lemak. Hanya saja, tidak seperti kanker, benjolan lipoma ini tidak menyebar ke jaringan tubuh di sekitarnya.

Bagaimana dokter mendiagnosis lipoma pada bayi?

Umumnya, dokter mendiagnosis kondisi ini hanya melalui pemeriksaan fisik pada bayi Anda. Dokter umumnya hanya menyentuh benjolan untuk memastikan apakah benjolan tersebut memiliki ciri-ciri yang sama dengan lipoma pada umumnya.

Namun, pada beberapa kasus, dokter mungkin saja menyarankan prosedur biopsi dengan mengambil sampel dari benjolan tersebut. Hal ini untuk memastikan apakah benjolan tersebut terkait dengan kanker atau jenis benjolan lainnya yang lebih berbahaya.

Biasanya, dokter menyarankan biopsi bila lipoma berubah bentuk atau semakin berkembang. Adapun jenis pemeriksaan lainnya, seperti tes pencitraan, mungkin saja diperlukan untuk memastikan diagnosisnya. Untuk informasi lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter anak yang menangani bayi Anda.

Bagaimana cara mengatasi lipoma pada bayi?

inkubator bayi

Sebagian besar kasus lipoma, termasuk pada bayi, tidak membutuhkan pengobatan apapun.

Pasalnya, kebanyakan benjolan lipoma tidak menimbulkan rasa nyeri maupun menyebabkan masalah apapun pada penderitanya.

Namun, bila lipoma membuat bayi menangis terus menerus dan tampak tak nyaman, mungkin ini pertanda jika benjolan terasa sakit.

Pada kondisi ini, dokter mungkin akan menyarankan untuk mengangkat lipoma.

Selain itu, dokter pun merekomendasikan pengobatan jika benjolan pada bayi tumbuh lebih besar, terinfeksi, atau menyebabkan masalah dengan gerakan.

Dokter dapat melakukan pengangkatan lipoma dengan beberapa pilihan prosedur berikut.

1. Operasi

Operasi pada bayi umumnya memerlukan anestesi atau obat bius total untuk membuat bayi tertidur selama prosedur berjalan.

Setelah tertidur, dokter akan membuat sayatan di bagian kulit, menghilangkan pertumbuhan benjolan, kemudian menutup kembali dengan jahitan.

Umumnya, prosedur operasi untuk lipoma merupakan pengobatan rawat jalan. Meski demikian, bayi Anda mungkin saja memerlukan rawat inap setelah menjalani operasi ini.

Untuk informasi lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter Anda.

2. Liposuction

Selain operasi, pengangkatan benjolan lipoma bisa menggunakan prosedur liposuction.

Pada prosedur ini, dokter menggunakan jarum panjang dan tipis untuk menghilangkan jaringan lemak dalam benjolan tersebut.

Prosedur pengobatan liposuction sering dokter gunakan untuk lipoma pada orang dewasa.

Anda bisa menanyakan pada dokter mengenai kemungkinan si kecil dapat ditangani dengan pengobatan ini atau tidak.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lipoma | CS Mott Children’s Hospital | Michigan Medicine. Mottchildren.org. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.mottchildren.org/health-library/tm6295spec.

default – Stanford Children’s Health. Stanfordchildrens.org. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=other-benign-skin-growths-in-children-90-P01914.

Lipoma: What Is It, Causes, Symptoms, Types, Treatment. Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15008-lipomas.

Lipoma – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. Mayoclinic.org. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lipoma/diagnosis-treatment/drc-20374474.

A to Z: Lipoma (for Parents) – Nemours. Kidshealth.org. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://kidshealth.org/Nemours/en/parents/az-lipoma.html.

Anesthesia Safety for Infants and Toddlers: Parent FAQs. HealthyChildren.org. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/treatments/Pages/Anesthesia-Safety-Infants-Toddlers-Parent-FAQs.aspx.

Samujh, R., Peters, N. J., Chhabra, A., & Almudeer, A. H. (2017). Pleomorphic Lipoma of the Neck in an Infant: A Rare Clinical Entity. Journal of Indian Association of Pediatric Surgeons22(3), 184–186. https://doi.org/10.4103/jiaps.JIAPS_17_17.

Gentile, O., Armenise, T., Orofino, A., et al. (2015). Lipoblastoma in infant: Our experience. Journal of Pediatric Surgery Case Reports. 3(2): 63-64. https://doi.org/10.1016/j.epsc.2014.12.001.

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 30/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x