backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Kenapa Bayi Suka Menjambak Rambut Sendiri? Ini Penyebabnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Kenapa Bayi Suka Menjambak Rambut Sendiri? Ini Penyebabnya

Meski sering kali tampak menggemaskan, terkadang ada kebiasaan bayi yang membuat orangtua khawatir, misalnya ketika bayi menjambak rambut sendiri. 

Sebenarnya, apakah hal ini wajar dilakukan oleh bayi? Kenapa bayi suka menjambak rambut sendiri? Yuk ketahui jawabannya lebih lanjut melalui ulasan di bawah ini. 

Apa penyebab bayi menjambak rambut sendiri?

benjolan di belakang telinga bayi

Meski terlihat mengkhawatirkan dan tidak menyenangkan, sebenarnya menjambak rambut adalah kebiasaan yang normal dilakukan oleh bayi bila tidak terlalu sering. 

Namun saat terlalu sering dilakukan, kebiasaan ini dapat berpotensi memengaruhi bayi, misalnya kerontokan yang berlebihan. 

Untuk mencegah hal itu terjadi, penting bagi orangtua untuk memahami kenapa bayi menarik rambut sendiri.

Dengan begitu, orangtua pun dapat mengetahui apakah penyebabnya adalah hal yang perlu dikhawatirkan atau tidak. Berikut adalah beberapa penyebab bayi jambak rambut sendiri. 

1. Rasa ingin tahu 

Melansir Raising Children, bayi yang sedang tumbuh dan berkembang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Si Kecil ingin mengeksplorasi segala sesuatu di sekitarnya, termasuk tubuh mereka sendiri. 

Pada usia 6—12 bulan, mencabut rambut, menggigit, hingga mencubit dapat membantu bayi mengeksplorasi dunianya. 

Bayi mungkin merasa tertarik dengan tekstur rambut mereka dan ingin merasakan sensasinya saat ditarik.

2. Kebutuhan akan kenyamanan 

Anda tentu mengetahui bahwa ada sebagian anak yang suka mengisap jempol atau memeluk selimut, bukan?

Nah, banyak bayi yang menjambak rambut mereka sendiri untuk mencari kenyamanan, sama seperti kebiasaan mengisap jempol tersebut. 

Hal ini karena menjambak rambut dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi bayi. Ini bisa terjadi terutama saat bayi merasa lelah, cemas, atau membutuhkan ketenangan sebelum tidur.

3. Stimulasi sensorik 

Pada tahap awal kehidupan, bayi mengalami perkembangan pesat dalam kemampuan sensoriknya.

Mereka sangat tertarik dengan berbagai sensasi baru yang mereka rasakan melalui sentuhan, penglihatan, penciuman, pendengaran, dan rasa. 

Dengan menarik rambutnya, bayi belajar mengendalikan gerakan tangan dan jari mereka. Hal ini juga bisa menjadi cara bagi si Kecil untuk berlatih keterampilan motorik halus. 

4. Kesadaran diri 

Semakin bertambahnya usia, bayi akan semakin sadar bahwa ia tumbuh menjadi lebih besar. Kemampuan kesadaran diri akan pertumbuhan dirinya ini akan secara signifikan meningkat antara usia 8 dan 12 bulan. 

Pada usia tersebut, si Kecil mulai dapat menjelajahi berbagai bagian tubuh, seperti hidung, jari kaki, bahkan rambutnya sendiri.

Bayi mungkin akan terlihat berulang kali menarik rambut sendiri dan melakukannya dalam situasi di mana ia lebih sadar akan dirinya, misalnya seperti melihatnya di cermin. 

5. Frustrasi dan tantrum 

Bayi jambak rambut sendiri mungkin juga dapat terjadi karena ia menunjukkan emosinya, seperti stres atau sedang mengamuk. 

Sebagian bayi mungkin menjambak rambutnya di depan orangtuanya untuk menyampaikan rasa kesalnya. 

Tidak hanya menarik rambutnya sendiri, balita yang sedang kesal mungkin dapat juga menarik rambut orang lain, misalnya orangtuanya. 

6. Trikotilomania 

Bayi menarik rambut sendiri mungkin juga dapat terjadi akibat gangguan mental tertentu, seperti trikotilomania

Namun, melansir Child Mind Institute, trikotilomania biasanya lebih dapat terlihat dengan jelas pada anak dengan rentang usia 7–12 tahun. 

Saat mengalami gangguan ini, anak mungkin akan merasakan dorongan berulang kali untuk mencabut rambutnya.

Apa akibat dari kebiasaan bayi suka menjambak rambut sendiri?

Meskipun sering kali tidak berbahaya, kebiasaan bayi menarik rambut sendiri dapat memberikan dampak bagi si Kecil. 

Berikut ini adalah beberapa akibat yang mungkin timbul dari kebiasaan bayi jambak rambut sendiri. 

  • Kerontokan rambut
  • Iritasi kulit kepala
  • Infeksi kulit kepala
  • Ketidaknyamanan dan rasa sakit
  • Gangguan tidur

Bagaimana cara menghentikan kebiasaan bayi menjambak rambut sendiri?

manfaat bernyanyi untuk bayi

Berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk menghentikan bayi mencabut rambutnya sendiri. 

1. Memberikan alternatif untuk menenangkan diri 

Pada beberapa kasus, bayi menarik rambut sendiri sebagai cara untuk menenangkan dirinya. Nah, sebagai orangtua Anda dapat memberikan alternatif lain untuk mencegah mereka menjambak rambutnya. 

Beberapa cara yang dapat dilakukan, misalnya memberikan dot bayi atau mainan guna membantu bayi agar tetap tenang. 

2. Alihkan perhatiannya

Alih-alih membiarkan anak memiliki kebiasaan untuk menarik rambut, orangtua dapat memberikan mainan bayi yang aman untuk dipegang dan dieksplorasi si Kecil.

Namun, pilihlah mainan yang dapat membantu melatih kemampuan sensoriknya. 

Bila anak memiliki kebiasaan menarik rambut saat berjalan-jalan di luar ruangan, Anda juga bisa membantu mengalihkannya dengan cara mengajaknya berbicara, menunjuk benda yang menarik, hingga bermain cilukba. 

3. Melarang bayi untuk menarik rambutnya 

Untuk melarang bayi menarik rambut sendiri, orangtua juga bisa untuk menggunakan kata larangan seperti “jangan lakukan itu ya, nak” untuk menunjukkan bahwa perilaku tersebut tidak boleh dilakukan. 

Namun, hindari untuk bersikap terlalu keras karena dapat menyebabkan anak mengulangi perilaku tersebut hanya untuk menguji reaksi Anda. 

4. Amati pola perilaku

Mengamati pola perilaku bayi yang menarik rambut sendiri adalah langkah penting untuk memahami penyebab dan konteks di balik kebiasaan ini. 

Dengan mengidentifikasi kapan dan mengapa bayi cenderung melakukan tindakan ini, orang tua dapat lebih mudah menemukan cara efektif untuk mengatasi dan mengurangi kebiasaan tersebut. 

5. Terapi untuk trikotilomania 

Bila si Kecil didagnosis menderita trikotilomania, ia mungkin akan memerlukan terapi perilaku kognitif guna meningkatkan kesadaran diri. 

Nantinya, terapi tersebut dapat membantu mengendalikan dorongan atau rangsangan diri akan kebiasaan untuk menarik rambut. 

Yang perlu diingat adalah meskipun ini adalah perilaku yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan, sebaiknya konsultasikan kepada dokter bila si Kecil terlalu sering menarik rambut hingga menyebabkan perdarahan. 

Kesimpulan

  • Meskipun terlihat mengkhawatirkan, sebenarnya kebiasaan bayi menarik rambut sendiri merupakan hal yang cukup umum dan wajar.
  • Beberapa penyebabnya antara lain rasa ingin tahu, kebutuhan akan kenyamanan, stimulasi sensorik, kesadaran diri, dan frustrasi. Namun dalam beberapa kasus, gangguan mental seperti trikotilomania juga bisa menjadi penyebabnya.
  • Meskipun kebiasaan ini sering kali tidak berbahaya, terlalu sering jambak rambut sendiri bisa menyebabkan kerontokan rambut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan