Penyebab Sesak Nafas pada Bayi dan Cara Menanggulanginya

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/02/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika bayi sesak napas, banyak faktor yang mungkin menyebabkan terjadinya gangguan pada saluran pernapasan ini.  Salah satu di antaranya adalah alergi susu sapi.

Si Kecil yang memiliki alergi susu sapi akan mengalami reaksi tersebut jika mengonsumsi susu sapi ataupun produk turunannya, seperti yoghurt, krim, keju, dan lain-lain.

Sesak napas pada bayi karena alergi susu sapi

cara membersihkan botol susu bayi

Untuk mengenali gejala sesak napas pada bayi yang disebabkan alergi terhadap susu sapi, Anda perlu memperhatikan tiga faktor, yaitu:

1. Perilaku

Saat mengalami sesak napas, bayi akan terlihat gelisah, rewel, atau tidak berhenti menangis sehingga mengganggu makan, minum, dan waktu tidur. Di sisi lain, ketika sesak napas sudah cukup berat, anak akan tampak lemah dan selalu mengantuk. 

2. Frekuensi napas

Bayi sesak napas akan menunjukkan frekuensi napas yang lebih cepat dari biasanya dan disertai tarikan di dinding perut bagian atas. Ketika sesak terus berlanjut, frekuensi napas malah akan berkurang dan tarikan dada melemah sehingga si Kecil kemungkinan berhenti bernapas.

3. Peredaran darah di kulit

Peredaran darah akan terganggu ketika sesak napas berat. Perubahan warna kulit memucat di bagian telapak tangan dan kaki serta muncul keringat dingin. Pada kondisi lebih lanjut akan timbul bercak kebiruan di kulit. Jika terus dibiarkan, kebiruan ini akan merata, terutama di ujung jari, telapak tangan dan kaki serta sekitar mulut.

Mencegah sesak napas dengan mengatasi alergi susu sapi 

Hal utama yang dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan terjadinya reaksi alergi susu sapi adalah menghindarkan anak dari segala bentuk protein susu sapi dalam produk atau olahan apapun. Ini yang biasa disebut dengan diet eliminasi produk susu sapi dan turunannya. 

Selain itu menurut tata laksana Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), diet eliminasi produk susu sapi dan turunannya harus disertai dengan konsumsi susu terhidrolisa ekstensif.   

Susu formula terhidrolisa ekstensif merupakan alternatif susu formula pertama untuk menanggulangi gejala alergi dengan cepat menurut rekomendasi dokter. Jika diberikan secara tepat dan teratur, susu formula terhidrolisa ekstensif terbukti tetap dapat mengatasi gejala alergi dengan cepat seperti kolik.

Susu formula terhidrolisa ekstensif bersifat hipoalergenik. Susu ini dapat memberikan bantuan pada bayi yang tidak mampu mencerna protein susu sapi secara utuh dikarenakan protein didalam nya telah dipecah secara menyeluruh menjadi bagian-bagian sangat kecil.  Dengan begitu, tubuh si kecil tidak mengenali potongan dari protein tersebut sebagai alergen (substansi pencetus alergi). 

Susu formula terhidrolisa ekstensif juga membantu si kecil mencapai toleransi oral. Toleransi oral adalah kondisi dimana anak dapat kembali mengonsumsi produk susu sapi dan turunannya. Tentunya semua orang tua berharap anak nya dapat kembali mengonsumsi makanan produk susu sapi, sehingga toleransi oral menjadi tujuan akhir bagi para anak yang mengalami alergi susu sapi.

Selain itu tak sedikit orang tua yang memilih susu formula berbahan dasar soya dikarenakan  memanfaatkan kedelai sebagai sumber protein untuk mengganti komponen susu sapi. Namun, formula kedelai tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 6 bulan. Hal ini dikarenakan dapat memicu alergi terhadap protein kedelai. Penggunaan formula soya dapat dipertimbangkan oleh bayi dengan keadaan khusus, misalnya masalah ekonomi keluarga, bayi tidak dapat menoleransi susu formula jenis lain, atau adanya preferensi khusus (orang tua menerapkan pola makan nabati pada bayi).

Bayi sesak napas merupakan salah satu gejala alergi yang dapat mengancam nyawa jika tidak cepat ditanggulangi. Agar gejala sesak napas tidak berlanjut, kenali tanda-tandanya sedini mungkin. Selain itu, ada baiknya setiap orangtua dapat berkonsultasi ke Dokter anak mengenai susu terhidrolisa ekstensif, diet manajemen susu sapi dan toleransi oral.  Sehingga dokter bisa mendiagnosis gejala anak lebih lanjut dan memberikan rekomendasi yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gejala Alergi Susu Sapi dan Nutrisi yang Diperlukan pada Si Kecil Usia 1-3 Tahun

Terkadang cukup sulit membedakan ciri dari alergi susu sapi dan intoleransi laktosa anak. Untuk itu Ketahui perbedaan dan susu alternatif selain susu sapi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
ciri anak alergi susu sapi
Kesehatan Anak, Parenting 27/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Ada beberapa tips peralihan susu ASI ke susu formula yang bisa dilakukan para ibu. Termasuk pemilihan susu formula yang tepat untuk kebutuhan si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
peralihan asi ke susu formula
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Susu formula ternyata bisa membuat bayi sembelit. Lantas, seperti apa susu formula untuk bayi yang tidak bikin sembelit? Lihat beberapa pilihannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 22/04/2020 . Waktu baca 6 menit

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
sistem imun menurun
Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
perbedaan susu sapi dan soya

Adakah Perbedaan pada Tumbuh Kembang Anak Minum Susu Sapi dan Soya?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 5 menit
protein soya

Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Memilih Susu Soya yang Tepat untuk Kebutuhan Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
susu formula untuk anak

Kelebihan Formula PDX GOS dan Betaglucan dalam Memperkuat Imun Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . Waktu baca 5 menit