Normalkah Jika Kulit Bayi Baru Lahir Tampak Keriput?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bayi yang baru lahir terlihat begitu tenang, rapuh, namun menggemaskan. Setelah kelahiran bayi, orangtua pasti senang memandangi dan memerhatikan sosok putra atau putri mungilnya tersebut. Nah, pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa kulit bayi baru lahir tampak keriput atau berlipat-lipat? Bukankah kulit keriput biasanya terjadi para orang lanjut usia?

Setiap bayi memang lahir dengan kondisi yang berbeda-beda. Sebagian bayi lahir dengan kulit yang mulus dan bebas keriput. Sementara, ada juga bayi yang lahir dengan kulit keriput. Apa artinya jika bayi lahir dengan kulit keriput? Simak jawaban lengkapnya di bawah ini.

Bayi yang baru lahir harusnya tampak seperti apa?

Biasanya, bayi yang baru lahir kulitnya berwarna merah jambu, merah, keunguan, atau bahkan biru pada bagian tubuh tertentu seperti kaki dan tangan. Lapisan kulitnya memang masih sangat tipis sehingga Anda bisa melihat dengan jelas urat-urat serta pembuluh darah buah hati Anda. Tak perlu khawatir, hal ini wajar. Dalam waktu beberapa minggu, kulit bayi Anda akan jadi cukup kuat dan tebal untuk melindunginya.

Mengapa kulit bayi baru lahir tampak keriput?

Beberapa bayi lahir dengan kulit yang berkerut-kerut, seperti keriput pada orang dewasa. Ini karena meskipun struktur kulitnya sudah sempurna, bayi yang baru lahir kulitnya masih dilindungi dengan sebuah lapisan bernama vernix caseosa. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi kulit bayi di dalam kandungan. Pada kulit bayi baru lahir, lapisan ini membuat kulit tampak berkerut. Namun, dalam beberapa hari lapisan pelindung ini akan terkelupas dengan sendirinya. Biasanya lapisan ini juga akan terbasuh ketika bayi dimandikan pertama kalinya.

Bayi yang lahir dengan berat badan di bawah normal memiliki kemungkinan lebih besar memiliki kulit yang keriput. Maka, bayi yang lahir prematur umumnya mengalami masalah ini dibandingkan dengan bayi yang lahir pada saatnya. Namun, hal ini normal sehingga Anda tak perlu cemas. Selama bayi Anda tampak sehat, lipatan atau kerutan pada kulitnya tidak menandakan kelainan atau kecacatan tertentu. Kalau bayi Anda sudah bisa makan dan minum ASI dengan lancar, berat badannya pun akan bertambah. Setelah berat badannya bertambah, lama-kelamaan kulitnya pun akan jadi lebih mulus dan kenyal.

Merawat kulit bayi baru lahir

Karena kulit bayi baru lahir sangat sensitif dan rapuh, Anda mungkin merasa gugup saat harus merawatnya. Apalagi jika kulit bayi baru lahir tampak keriput. Yang perlu Anda lakukan adalah memastikan kulitnya selalu bersih dan cukup lembap. Saat memandikan bayi, pastikan Anda tidak luput membasuh setiap lipatan kulitnya agar tidak ada tumpukan kotoran atau kuman. Selain itu, biasanya kulit bayi yang keriput terasa kering. Maka, Anda bisa mengoleskan baby oil tipis-tipis pada kulitnya setelah mandi supaya tetap lembap.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Usia Berapa Bayi yang Baru Lahir Diperbolehkan Keluar Rumah?

Saat baru dilahirkan Anda mungkin cemas untuk membawa si kecil keluar rumah. Memangnya, kapan pada umur berapa bayi baru lahir boleh keluar rumah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 18 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Keguguran rentan menyerang kehamilan di usia muda atau trimester pertama. Berikut tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Obat Sembelit yang Aman Diminum Ibu Hamil

Obat sembelit cukup ampuh mengatasi susah BAB. Apa saja obat pencahar yang aman diminum ibu hamil untuk mengatasi sembelit?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
vitamin E untuk kesuburan

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
proses terjadinya kehamilan atau pembuahan

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit