Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Inspirasi Menyajikan Sereal Bayi untuk Si Kecil

Inspirasi Menyajikan Sereal Bayi untuk Si Kecil

Setelah bayi masuk usia 6 bulan, ia sudah bisa mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) dengan tekstur padat. Ada beragam jenis makanan yang bisa ibu sajikan pada si kecil, salah satunya adalah sereal bubur bayi. Saat ini, sudah banyak yang menjual jenis makanan ini Apakah bayi harus makan sereal? Bagaimana cara mencampurkan sereal bubur bayi? Berikut penjelasan lengkapnya.

Alasan perlu memberi sereal pada bayi

Mengutip dari Mayo Clinic, sereal bayi dengan biji-bijian berperan sebagai sumber zat besi yang penting untuk pertumbuhan si kecil.

Teksturnya yang lembut membuat sereal nyaman di mulut si kecil dan relatif tidak memicu alergi.

Jenis sereal yang bisa ibu berikan pada si kecil adalah oatmeal, beras, atau gandum yang memiliki tekstur lembut.

Biasanya, jenis sereal tersebut tidak menyebabkan alergi. Justru memungkinkan ibu untuk memperkenalkan bayi pada makanan baru, dalam hal ini adalah biji-bijian.

Bolehkah memakai jenis sereal instan? Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), makanan instan boleh ibu berikan pada bayi ketika sulit membuat MPASI sendiri.

Proses pembuatan makanan pendamping ASI komersial sudah sesuai dengan prosedur ketetapan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Prosedurnya meliputi, kandungan gizi, kebersihan, dan kebutuhan mikro serta makronutrien bayi.

Maka dari itu, tidak perlu khawatir dengan sereal bayi yang ibu temukan di swalayan. Untuk menambah gizi, bisa tambahkan sumber makanan lain seperti daging ayam, sapi, dan sayuran.

Cara membuat sereal untuk bayi

resep mpasi bayi 6 bulan

Sebelum membuat sereal untuk menu makan si kecil, ibu perlu tahu tanda bayi siap makan. Salah satunya adalah bayi sudah bisa menegakkan leher dan menahan kepalanya.

Setelah ibu sudah mengetahui kalau si kecil siap makan, berikut beberapa cara membuat dan menyajikan sereal untuk bayi yang mudah.

1. Siapkan sumber karbohidrat

Pada dasarnya, membuat sereal untuk si kecil cukup mudah. Ibu bisa menggunakan sumber karbohidrat seperti gandum atau oatmeal.

Kemudian mencampukannya dengan daging, sayur, juga ASI atau susu formula.

Ibu juga bisa menggunakan sereal instan mengandung biji-bijian yang belum tercampur dengan jenis makanan lain.

IDAI menyebut, kesalahan yang sering ahli temukan adalah persepsi buruk tentang makanan bayi yang dijual di pasaran.

Banyak yang menganggap sereal atau MPASI instan tidak organik dan mengandung pengawet berbahaya untuk bayi.

Padahal, makanan kemasan justru sudah melalui proses pengolahan yang gizinya sudah sesuai dengan kebutuhan bayi.

Sereal juga memberikan kenyamanan pada lidah bayi karena teksturnya cukup lembek. Untuk menaikkan tekstur, ibu bisa menambahkan sumber makanan lain yang padat gizi.

Sebut saja daging sapi atau ayam giling, hati ayam, sedikit sayuran, dan lemak tambahan dari mentega.

2. Perhatikan tekstur sereal

Tekstur sereal tergantung pada usia bayi. Ambil contoh, bayi usia 6-7 bulan masih memerlukan tekstur makanan yang halus dan lembut.

Saat menambahkan sumber makanan ke dalam sereal, pastikan untuk menghaluskannya kembali atau menyaringnya. Cara ini ibu lakukan untuk mendapat tekstur yang tepat.

Sementara untuk mpasi bayi 8 bulan, teksturnya sudah agak kasar dengan makanan yang dicincang halus.

Jika ibu tipe orang yang suka mengikuti resep, tentu akan senang melihat kotak sereal yang memiliki petunjuk penyajian.

Kebanyakan resep menyarankan mencampurkan sekitar 1 sendok makan sereal dengan 2 ons atau 56,6 gram susu formula atau ASI.

Namun, bisa juga menambahkan sumber makanan lain untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.

3, Porsi sereal untuk bayi

Bagi ibu baru, mungkin kebingungan dengan porsi makan bayi. Sebanyak apa, ya? Segini kebanyakan atau malah terlalu sedikit?

Sebagai awalan, ibu bisa mencoba memberikan satu porsi makanan bayi sebanyak 2-3 sendok makan.

Nantinya, bayi akan memberitahu ibu seberapa banyak porsi makanan yang ia inginkan. Kalau terlalu banyak, ia akan menolaknya setelah banyak suapan ibu berikan.

Kalau dia melahap dengan banyak, itu berarti ibu harus memberikan porsi lebih.

Hindari memberi sereal menggunakan botol

susu formula bayi

Meski tekstur makanan bayi masih lembut, bukan berarti ibu bisa memberikannya memakai media botol.

Mengutip dari Cleveland Clinic, memberikan sereal dan makanan lain dengan media botol bisa memicu beberapa hal, seperti:

  • bayi tersedak,
  • mengganggu kemampuan makan bayi,
  • tidak mengasah motorik mulut bayi, dan
  • risiko memberi porsi berlebih.

Menempatkan sereal dalam botol bisa menyebabkan si kecil mengalami kelebihan kalori sehingga memicu kegemukan pada bayi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

IDAI | Apakah makanan pendamping ASI (MPASI) komersial berbahaya buat bayi?. (2021). Retrieved 28 April 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/apakah-makanan-pendamping-asi-mpasi-komersil-berbahaya-buat-bayi

IDAI | Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). (2021). Retrieved 28 April 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi

Arsenic in Infant Rice Cereal. (2021). Retrieved 28 April 2021, from https://hbbf.org/arsenic-infant-rice-cereal

When Can My Baby Start Eating Solid Foods? (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 28 April 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/solid-foods.html

Solid foods: How to get your baby started. (2021). Retrieved 28 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/healthy-baby/art-20046200

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 13/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita