Bayi Sering Mengeluarkan Air Liur, Apakah Ini Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selain mengompol, bayi juga sering mengeluarkan air liur. Kondisi ini ditandai dengan basahnya mulut bahkan hingga ke bagian leher dan baju si kecil. Sebagai orangtua baru, Anda mungkin merasa khawatir dan bertanya-tanya kenapa hal ini bisa terjadi? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Kenapa bayi sering mengeluarkan air liur?

perkembangan bayi

Air liur (saliva) adalah hasil produksi dari kelenjar air liur yang mengandung 98% air dan zat penting seperti enzim, bakteri, dan elektrolit.

Meskipun sering dipandang sebelah mata, air liur ternyata memiliki peran yang penting bagi sistem pencernaan.

Air liur membantu Anda dalam menghaluskan serta mencerna makanan. Nah, kelenjar air liur ini sebenarnya sudah aktif ketika masih di dalam kandungan dan orangtua baru mengetahuinya ketika bayi dilahirkan.

Umumnya, bayi sering mengeluarkan air liur beberapa hari setelah dilahirkan hingga ia berusia 3 bulan.

Sebagian besar kondisi ini disebabkan oleh gastroesophageal reflux atau asam refluks pada bayi, yakni cairan di dalam perut yang kembali ke kerongkongan.

Asam refluks pada bayi ini terjadi akibat otot sfingter di kerongkongan bagian bawah belum sepenuhnya berkembang dan bekerja dengan baik.

Namun Anda tidak perlu khawatir, seiring waktu, otot tersebut akan beradaptasi dan tidak lagi membuat si kecil terus menerus ngiler.

Kemudian, saat ia mulai memasuki usia 6 bulan atau lebih, air liurnya akan kembali sering keluar dari mulut.

Ini terjadi akibat produksi air liur meningkat karena si bayi akan tumbuh gigi. Kondisi ini akan terus berlanjut hingga bayi berusia 12 bulan.

Apakah normal jika bayi terus mengeluarkan air liur?

bayi muntah setelah menyusui

Mengeluarkan air liur atau meludah berbeda dengan muntah.

Meludah hanya mengeluarkan air liur, sementara muntah akan mengeluarkan isi makanan. Meludah juga tidak melibatkan kontraksi otot yang kuat sehingga tidak membuat bayi merasa sakit atau tidak nyaman.

Perlu Anda ketahui bahwa meludah adalah hal yang normal dan tidak mengganggu kesehatan bayi.

Selama bayi tidak rewel, berat badannya tidak berkurang, dan tetap aktif bergerak, hal ini tidak perlu Anda khawatirkan.

Meskipun sering mengeluarkan air liur adalah hal yang normal pada bayi, Anda tetap harus mewaspadai beberapa hal.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, segera periksakan ke dokter, jika si kecil mengalami gejala berikut ini:

  • Cairan yang dikeluarkan bukan air liur, melainkan cairan berwarna hijau kekuningan atau berdarah.
  • Tumbuh kembang bayi tidak sesuai usia.
  • Berat badan menurun dan bayi tidak mau makan.
  • Pernah muntah darah atau ada darah di fesesnya.
  • Sering menangis lebih dari 3 jam sehari dan mengalami kesulitan bernapas.

Tips mengatasi bayi yang sering mengeluarkan air liur

ruam air liur

Air liur yang terus keluar terkadang bisa menimbulkan ruam kulit di area yang dibasahinya. Supaya si kecil tidak terus-menerus mengeluarkan air liur, Anda bisa mengakalinya dengan berbagai cara, seperti:

1. Pastikan bayi tidak makan berlebihan

Tidak memberi makan bayi secara berlebihan dapat mengurangi terjadinya kontraksi otot sfingter.

Ini akan mengurangi bayi meludah maupun muntah karena kekenyangan. Sebaiknya, berikan bayi makan dengan porsi sedikit tetapi lebih sering di saat ia lapar.

2. Batasi gerak tubuh bayi setelah makan

Setelah makan, jangan biarkan si kecil melakukan kegiatan yang membuatnya lebih mudah mengeluarkan air liur, seperti melompat-lompat.

Luangkan 20 menit setelah makan untuk menegakkan tubuh bayi, supaya otot sfingter tidak mendorong cairan perut kembali ke kerongkongan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bayi Susah Tidur dan Terus Rewel? Coba 4 Upaya Ini untuk Mengatasinya

Terkadang bayi tidak mau tidur dan menangis terus karena kedinginan, atau malah karena bedongnya terlalu ketat. Cari tahu cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Manfaat Laktosa pada Susu Pertumbuhan Anak & Takaran Konsumsi yang Aman

Mengapa laktosa sering ditemukan dalam susu formula anak? Ini dia manfaat laktosa bagi tumbuh kembang anak yang perlu Anda ketahui.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
laktosa untuk anak
Anak 1-5 Tahun, Parenting 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ada banyak tanda bayi tumbuh gigi yang dapat membuat si kecil rewel. Berikut berbagai tanda dan tips meredakan rasa tidak nyaman saat bayi tumbuh gigi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Informasi Seputar Cat Kuku dan Dampaknya untuk Kesehatan

Bau cat kuku gel yang menyengat kerap membuat ibu hamil merasa tak nyaman. Lantas, bagaimana penggunaan dari segi keamanannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 24 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

air liur berdarah

Bukan Hanya Karena Luka, Ini 4 Kondisi Penyebab Air Liur Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
umur bayi keluar rumah

Usia Berapa Bayi yang Baru Lahir Diperbolehkan Keluar Rumah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
bantal tidur untuk bayi

Ibu, Ini Bahanya Menggunakan Bantal Bayi Saat Si Kecil Tidur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
tantrum

Tantrum pada Anak: Apa Penyebabnya dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit