Bayi Sering Mengeluarkan Air Liur, Apakah Ini Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selain mengompol, bayi juga sering mengeluarkan air liur. Kondisi ini ditandai dengan basahnya mulut bahkan hingga ke bagian leher dan baju si kecil. Sebagai orangtua baru, Anda mungkin merasa khawatir dan bertanya-tanya kenapa hal ini bisa terjadi? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Kenapa bayi sering mengeluarkan air liur?

perkembangan bayi

Air liur (saliva) adalah hasil produksi dari kelenjar air liur yang mengandung 98% air dan zat penting seperti enzim, bakteri, dan elektrolit.

Meskipun sering dipandang sebelah mata, air liur ternyata memiliki peran yang penting bagi sistem pencernaan.

Air liur membantu Anda dalam menghaluskan serta mencerna makanan. Nah, kelenjar air liur ini sebenarnya sudah aktif ketika masih di dalam kandungan dan orangtua baru mengetahuinya ketika bayi dilahirkan.

Umumnya, bayi sering mengeluarkan air liur beberapa hari setelah dilahirkan hingga ia berusia 3 bulan.

Sebagian besar kondisi ini disebabkan oleh gastroesophageal reflux atau asam refluks pada bayi, yakni cairan di dalam perut yang kembali ke kerongkongan.

Asam refluks pada bayi ini terjadi akibat otot sfingter di kerongkongan bagian bawah belum sepenuhnya berkembang dan bekerja dengan baik.

Namun Anda tidak perlu khawatir, seiring waktu, otot tersebut akan beradaptasi dan tidak lagi membuat si kecil terus menerus ngiler.

Kemudian, saat ia mulai memasuki usia 6 bulan atau lebih, air liurnya akan kembali sering keluar dari mulut.

Ini terjadi akibat produksi air liur meningkat karena si bayi akan tumbuh gigi. Kondisi ini akan terus berlanjut hingga bayi berusia 12 bulan.

Apakah normal jika bayi terus mengeluarkan air liur?

bayi muntah setelah menyusui

Mengeluarkan air liur atau meludah berbeda dengan muntah.

Meludah hanya mengeluarkan air liur, sementara muntah akan mengeluarkan isi makanan. Meludah juga tidak melibatkan kontraksi otot yang kuat sehingga tidak membuat bayi merasa sakit atau tidak nyaman.

Perlu Anda ketahui bahwa meludah adalah hal yang normal dan tidak mengganggu kesehatan bayi.

Selama bayi tidak rewel, berat badannya tidak berkurang, dan tetap aktif bergerak, hal ini tidak perlu Anda khawatirkan.

Meskipun sering mengeluarkan air liur adalah hal yang normal pada bayi, Anda tetap harus mewaspadai beberapa hal.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, segera periksakan ke dokter, jika si kecil mengalami gejala berikut ini:

  • Cairan yang dikeluarkan bukan air liur, melainkan cairan berwarna hijau kekuningan atau berdarah.
  • Tumbuh kembang bayi tidak sesuai usia.
  • Berat badan menurun dan bayi tidak mau makan.
  • Pernah muntah darah atau ada darah di fesesnya.
  • Sering menangis lebih dari 3 jam sehari dan mengalami kesulitan bernapas.

Tips mengatasi bayi yang sering mengeluarkan air liur

ruam air liur

Air liur yang terus keluar terkadang bisa menimbulkan ruam kulit di area yang dibasahinya. Supaya si kecil tidak terus-menerus mengeluarkan air liur, Anda bisa mengakalinya dengan berbagai cara, seperti:

1. Pastikan bayi tidak makan berlebihan

Tidak memberi makan bayi secara berlebihan dapat mengurangi terjadinya kontraksi otot sfingter.

Ini akan mengurangi bayi meludah maupun muntah karena kekenyangan. Sebaiknya, berikan bayi makan dengan porsi sedikit tetapi lebih sering di saat ia lapar.

2. Batasi gerak tubuh bayi setelah makan

Setelah makan, jangan biarkan si kecil melakukan kegiatan yang membuatnya lebih mudah mengeluarkan air liur, seperti melompat-lompat.

Luangkan 20 menit setelah makan untuk menegakkan tubuh bayi, supaya otot sfingter tidak mendorong cairan perut kembali ke kerongkongan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Susu formula ternyata bisa membuat bayi sembelit. Lantas, seperti apa susu formula untuk bayi yang tidak bikin sembelit? Lihat beberapa pilihannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 22 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepala bayi terbentur

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit